Minggu, 29 November 2009

AMIR SYARIFUDIN HARAHAP

Sejarah kerap mencatat bahwa revolusi telah memakan anaknya sendiri. Amir Syarifuddin Harahap (1907-1948), mantan Perdana Menteri ke-2 Indonesia ini menjadi korban revolusi yang turut dia lahirkan. Amir meninggal dengan tragis pada 19 Desember 1948, saat dieksekusi oleh regu tembak bersama sembilan orang tanpa nama.

Tak banyak literatur dan informasi tentang putra Mandailing ini. Itu sebabnya sosoknya tidak banyak yang tahu. Jarang diangkat media. Informasi tentang pejuang ini selalu diberangus.
satu fakta, tahun 1984 Penerbit Sinar Harapan menerbitkan tesis Frederiek Djara Wellem yang diluncurkan di Gedung STT Jakarta, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Buku biografi diberi judul “Amir Syarifuddin; Pergumulan Iman dan Perjuangan Kemerdekaan”.
Namun, tidak berapa lama buku itu di-sweeping, dilarang beredar, di masa pemerintahan Soeharto karena dianggap merusak sejarah Indonesia.

Buku itu dianggap sesat. Padahal, dialah salah seorang bapak pendiri bangsa dalam
memperjuangkan eksistensi NKRI. Perjuangannya tidak pernah dihargai negara. Pusara, gundukan makamnya, tertulis nisan tanpa nama, di Desa Ngaliyan, Karanganyar, Jawa Tengah. Makam untuk mantan perdana menteri ini tidak seperti sejawatnya, Soekarno, Hatta dan Syharier menerima penghargaan berupa bintang jasa.

Digelari sebagai pahlawan, dan dikubur di makam yang terhormat. Pada 27 Mei 2008 lalu, untuk mengenang jasa-jasanya, STT Jakarta mempelopori seminar bertajuk “Amir Syarifuddin Nasionalis Pejuang Kemerdekaan dan Pembebasan Rakyat”. Tampil sebagai pembicara: Setiadi Reksoprodjo mantan menteri pada kabinet Amir Syarifuddin, Ketua STT Jakarta Dr. Jan .S Aritonang, Aswi Warman Adam dosen sejarah dan peneliti. Seminar dimoderatori Fadjroel Rahman.

Pengkotbah
Amir belia lahir di Tapanuli Selatan 27 April 1907. Ayahnya keturunan kepala adat dari Pasar Matanggor, Padang Lawas, bernama Djamin Baginda Soripada Harahap (1885-1949), mantan jaksa di Medan. Sementara ibunya, Basunu Siregar (1890-1931), lahir dari keluarga Batak-Melayu.

Keluarga ibunya telah berbaur dengan masyarakat Melayu di Deli. Maka, kalau itu ada istilah “Kampak bukan sembarang kampak. Kampak pembela kayu. Batak bukan sembarang Batak. Batak masuk Melayu”. Zaman itu, besar-besaran orang Batak eksodus ke Deli, sebagai pusat perkebunan.

Masa remaja, Amir menimba pendidikan Belanda di ELS setara Sekolah Dasar di Medan sejak tahun 1914 hingga tahun 1921. Tahun 1926 atas undangan sepupunya, T.S.G. Mulia pendiri penerbit Kristen BPK Gunung Mulia yang baru saja diangkat sebagai anggota Volksraad (dewan) belajar di kota Leiden, Belanda mengajak Amir untuk juga sekolah disana.

Di Belanda, Amir aktif berorganisasi pada Perhimpunan Siswa Gymnasium, Haarlem. Selama masa itu pula dia aktif mengelar diskusi-diskusi Kelompok Kristen, di kemudian hari Kelompok Kristen menjadi embrio Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Di Belanda, dua sepupu itu menumpang di rumah seorang guru penganut Kristen Calvinis bernama Dirk Smink. Kristen Calvinisme adalah aliran gereja yang ketat soal doktrin, dari spirit bapak Gereja, John Calvin (1509-1564). Sebenarnya Amir Syarifuddin seorang muslim dan keluarga Muslim. Berpindah agama Kristen saat di Belanda. Dia tidak saja hanya berpindah iman tetapi mendalami agama Kristen sungguh-sungguh.

Tiap hari Minggu turut berkotbah. Kotbahnya selalu menyetuh, dan meneguhkan banyak orang. Paparannya tentang Injil sangat mendalam. Dia adalah penganut agama Kristen yang taat. Terbukti, detik-detik terkhir hidupnya, dia menggengam Alkitab saat ditembak.

Pejuang Pembebasan
Sebuah dokumen Netherlands Expeditionary Forces Intelligence Service (NEFIS), menyebutkan, instansi rahasia yang dipimpin Van Mook, 9 Juni 1947 menulis tentang Amir; “ia mempunyai pengaruh besar di kalangan massa dan orang yang tak mengenal kata takut”.

Pada September 1927, sekembalinya dari Belanda, Amir masuk Sekolah Hukum di Batavia dan tinggal di asrama pelajar Indonesisch Clubgebouw, Kramat nomor 106. Dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia, dia terlibat berbagai pergerakan bahwa tanah.

Tahun 1931, Amir mendirikan Partai Indonesia (Partindo). Lalu, mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) sembari menulis dan menjadi redaktur “Poedjangga Baroe”. Berjuang untuk pembebasan dari belenggu penjajah, benih-benih perjuang itu pun makin mekar saat Amir bertemu para tokoh pejuang seperti Mr. Muhammad Yamin, Muhammad Husni Thamrin. Dari sana Amir aktif diskusi Politik Indonesia bersama para tokoh kala itu.

Pada bulan Januari 1943 dia tertangkap oleh fasis Jepang, karena dianggap pemberontak. Kejadian itu membongkar jaringan, organisasi anti fasisme Jepang yang dimotori Amir. Kelak ketika menjadi Menteri Pertahanan, mengangkat para pembantunya yang terdekat, teman-teman satu pergerakan.

Saat menjabat Menteri Pertahanan, Amir tidak sependapat terhadap kebijakan Hatta karena pengurangan jumlah tentara, dari 400 ribu menjadi 60 ribu tentara. Menurutnya, layaknya tentara, satu banding tiga, satu tentara untuk menjaga tiga orang penduduk. Lalu, di Kabinet Sjahrier pada tanggal 12 Maret 1946, Amir Sjarifuddin diangkat menjadi Menteri Pertahanan dari Partai Sosialis, dikemudian hari berafiliasi dengan Komunis.

Tan Malaka dan Kelompok Persatuan Perjuangan menculik Perdana Menteri Sjahrier. Dari Amir menjadi Perdana Menteri. Kala itu, perdana menteri bisa jatuh kapan saja jika tidak didukung parlemen dan partai. Sesudah Amir mangkat, tahun 1950-an, zaman demokrasi parlementer, tujuh kali pengantian perdana menteri terjadi.

Dalam Persetujuan Renville, Amir sebagai negosiator utama dari Republik Indonesia, dianggap gagal. Kabinet Amir Sjarifuddin bubar. Amir mengundurkan diri dengan sukarela dan tanpa perlawanan samasekali, ketika disalahkan atas persetujuan Renville oleh golongan Masyumi dan Nasionalis. Kageriaan itu. Peristiwa pemberontakan Madium tahun 1948 yang memilukan, disebut dilakukan PKI atas restu Amir Syarifuddin, tidak pernah terbukti.

Sepeninggalnya; keluarganya mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya. Anak-anaknya mendapat diskriminasi. Untuk makan saja waktu itu keluarga ini harus terlunta-luntah. Salah satu anaknya, Helena, saat ini bekerja di Sekolah Johnny Andrean, mengatakan, masa sepeninggalan sang ayah, hidup mereka terlantar.

Kini, atas bantuan lembaga swadaya masyarakat, Omnes Unum Sint Institut, dan Komisi Hak Asazi Manusia membantu perizinan pembangunan makam tanpa nama itu, kini sudah diperbaiki. Inilah sejarah. Indikasi keterlibatanya pada pemberontakan PKI di Madiun masih samar. Amir dieksekusi tanpa pernah diadili. Divonis tanpa terbukti salahnya di mana. Aswi Warman Adam pengurus Masyarakta Sejarahwan Indonesia menulis, sepanjang hidupnya, dia hidup dari kamp ke kamp. Perjuanganya tidak pernah dihitung.
<

Sabtu, 21 November 2009

KAHLIL GIBRAN

Biografi Kahlil Gibran (1883-1931)
Sumber : 10 Kisah Hidup Penulis Dunia

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."

Kamis, 19 November 2009

MAKELAR KASUS (MARKUS )

Perseteruan antara KPK, POLRI, dan KEJAGUNG sudah berlangsung kurang lebih 2 bulan lamanya. Hampir setiap hari TV, maupun media cetak dan radio membahas masalah perseteruan yang hari demi hari semakin menajam.

Sebagai warga Negara, melihat pertikaian ini ada rasa keprihatinan yang sangat mendalam tentang penegakkan Hukum di negeri ini, namun saya bukan pakar hukum dan hanya mampu berdoa kiranya kebenaran dan keadilan dapat diungkapkan dengan seadil-adilnya.

Ketika Media Massa mengekspose peristiwa ini , saya pun mencermati hari demi hari, dan ada keprihatinan yang mendalam ketika : Media, Praktisi Hukum, menggunakan istilah baru yaitu : MARKUS ( Makelar Kasus ) yang menjadi keberataan saya adalah dengan menyingkat Makelar kasus menjadi MARKUS, kenapa tidak Makus, Calo Kasus ( Cakus ) yang dipopulerkan dibanding MARKUS.

MARKUS Dalam Injil ( Kitab umat Kristiani ) adalah murid Yesus Kristus, dan MARKUS adalah seorang Rasul , Santo ( orang suci ) yang hidupnya menjadi teladan dalam kebenaran. Dan banyak orangtua Kriten memberikan nama anaknya MARKUS dengan berharap anak-anaknya dapat mengikuti teladan Rasul MARKUS.

Makelar Kasus disingkat MARKUS telah menjadi nama MARKUS memiliki tendensi negative. Sebagai Rohaniawan saya menghimbau kepada Media Massa, praktisi hukum untuk tidak menggunakan istilah Markus dalam pengertian Makelar kasus, sama seperti Presiden SBY menyerukan untuk tidak menggunakan istilah Buaya ( polisi ) Cicak (KPK )

Rabu, 18 November 2009

teologi john wesley

John Wesley secara teologis adalah anak Protestan karena ia penganut yang setia dari semboyan M. Luther: Sola Fide, Sola Graca, Sola Scriptura.

J. Wesley juga menerima Calvin dalam banyak hal, kecuali ia penentang keras dari ajaran predestinasi.

J. Wesley banyak dipengaruhi Peter Bohler (Moravian) yang menekankan keyakinan akan kepastian akan keselamatan dan hidup dalam kekudusan. Demikian juga Thomas A. Kempis mempengaruhi dia tengan inner religion.

J. Wesley pada zamannya tidak diakui sebagai teolog karena ia tidak menulis buku yang secara sistematis memuat pandangan-pandangan secara teologis. Ia tidak seperti Thomas Aquinas yang menulis Summa Theologiae, ataupun seperti J. Calvin yang menulis Institutio Christianae Religionis. Padahal ia juga menulis banyak karangan-karangan agama bahkan ilmu, Ia menulis buku tebal Explanatory Notes Upon The New Testament; dalam Journal-nya kita dapat menemukan teologinya; demikian juga dalam Sermon-nya yakni kumpulan khotbah-khotbah tentang berbagai topik yang memuat hal-hal yang dianggap sebagai dasar agama Kristen yang benar. Demikian juga dalam surat-suratnya ditemukan teologinya. Walau ia tidak dapat disebut teolog yang sistmatis (yang pada dasarnya melahirkan pikiran-pikiran melalui perenungan atau kontemplatif) namun ia adalah kampium experiencial theology, yakni yang teologinya lahir dan dibentuk dalam pengalaman rohaninya secara pribadi di tengah-tengah persekutuan gerejawi.

Bagi Wesley, Alkitab adalah dasar untuk iman dan hidup Kristen. Namun berkaitan dengan itu, ada tiga dasar lagi yang pokok yakni pikiran (reason), tradisi gereja dan pengalaman (experience).

Keempat dasar ini, Alkitab, akal, tradisi dan pengalaman (penghayatan) disebut "The Wesleyan Quadrilateral". Hal ini perlu kita ingat untuk dapat memahami dogma Wesley tentang Alkitab. Keempat unsur itu saling berpautan, tetapi Alkitablah sumber kebenaran, menyusul kemudian penghayatan konkret menjadi bukti kebenaran Alkitab itu sendiri.

Sebelum kita membahas tentang otoritas Alkitab yang menjadi topik kita maka kita akan coba membahas ketiga unsur tadi secara ringkas.
Pikiran (Reason)

J. Wesley mengatakan, "Adalah sangat pokok bagi kita bahwa membuang pikiran adalah sama dengan membuang agama, karena agama dan akal saling bertaut. Karena itu setiap agama yang tidak masuk akal adalah agama palsu.1) Hendaknya orang sadar dan paham (dengan pikiran) akan kebenaran Alkitab. Hendaknya orang-orang percaya sepanjang ia memahaminya. Namun demikian biarlah yang tidak dapat dipahami (dengan pikiran) itu menjadi bagian dari Roh menjelaskan kepada hati atau intuisi manusia.2)

Biarlah akal atau pikiran menjalankan tugasnya sepanjang akal mampu menjelaskannya. Namun ia juga memperingatkan bahwa akal tidak selalu menimbulkan kasih.

Pengalaman (Experience)

Agama yang diajarkan Alkitab haruslah agama yang dialami, dirasakan dalam hati kita. Firman Tuhan dalam Alkitab baru dapat dikatakan Firman yang hidup apabila ia "terasa" di hati. Firman yang berbicara ke hati, mengubah rasa dan karsa manusia.

Dogma Wesley selalu menekankan tiga hal: 1. Agama Kristen adalah agama yang lahir dari wahyu surgawi; 2. Agama Kristen adalah juga yang sungguh dirasakan; dan 3. Agama Kristen adalah agama yang memberikan etika pada manusia (Ethical religion) yang berdasar pada kasih kepada sesama manusia dan kasih kepada Allah. Agama yang memberikan etika dinyatakan dalam tindakan yang bertanggung jawab dalam masyarakat.

Tradisi

Wesley menghargai tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh Bapa-bapa Gereja. Yang dirasakan memberikan kekuatan bagi agama Kristen melintasi sejarah. Ia mengatakan, "Apa yang dijanjikan Alkitab saya sukai. Datang dan lihatlah apa yang kekristenan telah lakukan, dan terimalah itu sebagai yang berasal dari Allah."3)

Walau demikian ia menolak ajaran Roma Katolik yang mengajarkan tradisi mendapat tempat sejajar dengan Alkitab.4) Dia juga menolak Apocrypha dengan alasan bahwa buku-buku tersebut tidak diterima jemaat Yahudi (mula-mula) yang adalah sarana pilihan Allah (bnd. Rm. 3:2).

Otoritas Alkitab Dalam Teologi Wesley

Semua agama atau sekte-sekte agama memiliki kitab suci yang dianggap memiliki nilai adi kodrati, bahkan ada yang menganggap kitab mereka adalah duplikat atau photo copy dari buku yang di surga. Sebagian agama atau sekte yang menyebut diri Kristen, menerima Alkitab sebagai buku suci mereka, namun masih ada buku lain yang dianggap sejajar dengan Alkitab. Bagi The Christian Science maka Alkitab karangan Mary Baker Eddy Science and Health with Key to the Scriptures dianggap sejajar dengan Alkitab. Demikian juga The Book of Mormon disejajarkan dengan Alkitab oleh pengikut The Cuurch of Jesus Christ of Latter day Saint.

Bagi John Wesley Alkitab adalah satu-satunya sumber apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Ia mengikutinya dalam hal besar dan kecil. Ia mengatakan, Homo Unius Libri saya adalah manusia dengan satu buku. Tentu ia membaca banyak buku, baik buku-buku dari pada Bapa-bapa gereja sampai ahli-ahli teologi pada zamannya. Namun bila menyangkut otoritas penentu tentang kepercayaan dan hidup orang percaya maka Alkitab menjadi ukuran satu-satunya, karena hanya Alkitab yang menunjukkan bagaimana untuk hidup di dunia demikian juga bagaimana jalan ke surga.

Bagi Wesley Alkitab adalah buku petunjuk praktis, karena Allah memberikan Alkitab dengan fungsi praktis. Alkitab bukan tujuan akhir. Alkitab adalah firman Allah untuk membimbing hidup sehari-hari, memberikan dorongan pertumbuhan rohani dan berjalan di jalan Yesus menuju keselamatan yang sudah disediakan itu. Tujuan pokok Allah dengan Alkitab ialah memberi manusia petunjuk bagaimana hidup di dunia ini dan bagaimana menuju ke surga. Dengan demikian tujuan utama Wesley menyelidiki Alkitab ialah membuat doktrin keselamatan itu menjadi jelas.

Dalam hal inilah Wesley tidak dapat menerima apapun yang dapat disejajarkan dengan Alkitab.

Bukan berarti Wesley mengabaikan penyelidikan Alkitab. Namun ia memberi batasan dengan mengutip ucapan Clement dari Alexandria, "Cara memahami Alkitab ialah membiarkan Alkitab bicara tentang diri (Alkitab) sendiri."

Menurut Wesley beberapa cara untuk memahami Alkitab ialah dengan membandingkan ayat-ayat dan perikop yang sejajar dan menerima makna yang paling jelas dimengerti. Juga dengan menanyakan kepada orang-orang yang hidup kekristenannya nyata. Wesley juga mengakui adanya ketidakcocokan dalam Alkitab. 5)

Juga ditekankan, sebagaimana Alkitab diwahyukan melalui Roh Kudus demikian juga para pembaca akan dapat mengerti Alkitab bila pembaca tekun dan terus berdoa agar Roh Kudus juga mengilhaminya untuk memahami makna yang terdalam dari Alkitab. Dengan kata lain, Alkitab tidak dapat digali dengan mengandalkan ilmu pengetahuan maupun akal pikiran.

Alkitab adalah wahyu yang melukiskan kuasa pengertian, kebaikan dan kekudusan Allah. Kuasa Allah adalah sumber segala mujizat; pengertian diberikan Allah sehingga pembaca dapat memahami rahasia kehendak Allah yang tersembunyi bagi banyak orang. Rahasia itu dibukakan hanya bagi mereka-mereka yang diberikan pengertian oleh Roh Kudus.

Alkitab ialah Allah yang berbicara pada kita dengan berharap jawaban dari pihak manusia. Alkitab adalah untuk kepentingan kita, bukan untuk memberikan infromasi tetapi agar kita bertobat, percaya dan setia.

Alkitab berisi hal-hal yang secara abadi dapat diterima sebagai yang baik buat hidup manusia tidak berubah dengan cepat, bahkan inti dari apa yang Alkitab tekankan bertahan berabad-abad.

Kalaupun ada sanggahan terhadap mujizat yang ada dalam Alkitab itu adalah sikap prasangka (prejudise) dari ilmu modern tentang apa yang Alkitab dengan jelas nyatakan; sikap penolakan bukan hanya sikap zaman modern, tapi juga pada zaman Kristus sendiri (Mrk. 16:11-14).

Memang Alkitab, ilham ilahi bukanlah untuk semua orang tapi hanya bagi "Barang siapa yang percaya kepada Yesus" (Yoh. 3:16).

Dalam Alkitab Allah menuntut kekudusan dari umat, yaitu kekudusan yang berguna dan benar. Demikian juga mereka-mereka, tokoh-tokoh yang disebut sebagai orang-orang pilihan Allah walau mereka juga berbuat salah atau dosa mereka adalah gambaran dari tipe manusia yang ideal yakni yang memiliki kesetiaan, kejujuran dan kebijaksanaan. Hal-hal tersebut diangkat oleh Wesley sebagai tanda atau bukti bahwa Alkitab adalah wahyu surgawi, yang ditulis oleh manusia dengan ilham Roh Kudus pada waktu tertentu dengan memakai bahasa dan konteks tertentu pada zamannya.

Penutup

Dari uraian-uraian di atas kita dapat melihat beberapa kesimpulan pokok yang di atas menopang tentang wibawa Alkitab, sebagai otoritas utama dalam teologi Wesley. Untuk menyimpulkannya dapat kita sebut kembali sebagai dasar wibawa itu antara lain:

1. Alkitab adalah wahyu Allah kepada manusia. Seseorang atau sesuatu dapat membukakan identitas atau kehendaknya dengan berkata-kata, dengan tulisan atau dengan tindakan-tindakan. Allah memakai cara ini untuk berbicara kepada manusia. Karena itu sarana, bahasa pencatatan manusia bisa saja salah, namun perjumpaan dengan Allah, firman Allah yang disampaikan kepada manusia itu tidak salah.
2. Alkitab adalah buku petunjuk praktis. Ia adalah Firman Allah, yang memang harus diteliti, diselidiki untuk dimengerti dengan ilham Roh Kudus, untuk dapat memahami petunjuk Allah tentang hidup di dunia dan jalan menuju ke surga. Orang-orang Methodist percaya bahwa Alkitab abadi karena ia memberi jawaban atas kebutuhan spiritual manusia selagi hidup bahkan sesudah mati. Ketika manusia menjalani penderitaan, Alkitab akan meneguhkan, kita tahu bahwa kita tidak sendiri. Jika kita membutuhkan kesabaran, kita perlu belajar dari Ayub. Jika hati nurani kita sudah hampir beku, Hosea dan Amos akan membangkitkannya lagi. Jika kita tertekan oleh lingkungan karena iman kita, Stefanus menjadi teladan bagi kita untuk mau menjadi saksi bagi Yesus. Ketika kita memikirkan ajal kita, maka kita tidak menjadi gentar karena kita percaya janji Tuhan "Di rumah Bapak-Ku banyak tempat kediaman" (Yoh. 14:2).
3. Biarlah Alkitab berbicara tentang dirinya sendiri kendati demikian mempelajari Alkitab dengan seksama adalah perlu. Kita perlu yakin dengan akal dan pikiran. Namun demikian kita harus sadar akan keterbatasan akal (reason). Biarlah akal bekerja sepanjang ia dapat bekerja. Karena akal pikiran bukan segalanya. Alkitab adalah sarana Allah membukakan diri-Nya kepada manusia. Rahasia itu bukan untuk semua orang tapi hanya bagi yang mau mencari "Carilah... maka kamu akan mendapat" (Mat. 7:7) dan bagi, "Barangsiapa yang percaya" (Yoh. 3:16).



Bahan Bacaan

1. Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, 1988.
2. Abraham, W.J. Divine Revelation and The Limits of Historical Criticism, Oxford University Press, New York, 1982.
3. Burtner, R.W. & Chiles, R.E. Ed. John Wesley's Theology Abingdon Press, Nashville, USA, 1982.
4. Hause, H. Wayne, Charts of Christian Theology and Doctrine, Zondervan Publishing House, Michigan, 1979.
5. Soteks Mack B., The Bible in the Wesleyan Heritage, Abingdon, Nashville, 1983.
6. Sugden E.H.Ed. John Wesley's Fifth Three Sermons, Abingdon, Nashville, 1983.
7. Wesley, J., Explanatory Notes Upon The New Testament, Volume I & II, Baker Book House, Michigan, Reprinted, 1983

1) Letters: to Dr. Rutherforth.

2) Sermon: The End of Christ Coming

Rabu, 11 November 2009

konspirasi

Di tangkapnya dan disalibnya Yesus Kristus salah satu akibat dari konspirasi. Konspirasi dilakukan oleh Para Imam-Imam, ahli taurat, orang-orang Farisi, orang -orang Saduki dan juga Yudas Iskariot. Yudas Iskariot menjual Yesus.

Para Agamawan dan lain-lain mengetahui kelemahan Yudas Iskariot, dengan menawarkan iming-iming agar membantu dalam penangkapan dan penyergapan target yaitu Yesus.
Mengapa Yesus harus ditangkap ?

Bila Yesus tidak ditangkap maka para Imam, Orang Farisi, Saduki, Ahli Taurat akan kehilangan pamor, mereka akan kehilangan gengsi, sebab Yesus adalah ancaman ! Yesus punya kuasa dengan menyatakan muzijat khususnya kepada orang papa.

Para Agamawan harus membendung Yesus , kalau tidak di bendung mereka takut Yesus akan membongkar tabiat mereka, Tidak dibongkar saja Yesus sering menegur mereka.

Dengan memakai orang dalam dilakukan lah konspirasi, mereka mengepung Yesus di taman dan bila Yudas Iskariot memberikan tanda mencium Yesus maka upaya penangkapan harus dilakukan.

Dengan berbagai cara untuk mengkerdilkan Yesus diberlakukan , bahkan mereka membawa Yesus ke pengadilan dan diserahkan kepada pontius pilatus.
Pilatus tidak menemukan kesalahan apa yang dilakukan Yesus, Tetapi para agamawan, tua-tua ingin Yesus di hakimi mereka menggunakan dalih Penghinaaan agama, stabilitas nasional, dan dalil -dalil yang lain yang tidak masuk akal.

Dan...akhirnya Yesus ditangkap, di salibkan.
Apa makna cerita ini di balik kisruhnya pemberitaan tentang KPK, POLRI dan KEJAGUNG?

Bila kita melihat benang merahnya peristiwa Yesus di salib serta sempat ditangkapnya Bibit dan candra, serta ditangkapnya Antasari adalah Konsipirasi.

Tidak bermaksud untuk menghakimi, Kombes Wilardi W, mantan Kapolres Jaksel dalam persidangan mengakui bahwa upaya penagkapan Antasari adalah sebuah konspirasi !

Begitu juga Bibit dan Chandra perna di tangkap karena konspirasi,tetapi mereka dilepaskan karena suara rakyat terus menguat hingga mereka dapat dilepaskan.Pembendungan akan kinerja KPK yang diacungkan jempol masyarakat membuat gusar para koruptor dan oknum aparat yang berpikiran kotor dengan konspirasi menangkap pimpinan KPK agar KPK tak bernyali !

Saudaraku... KPK bukanlah lembaga yang tidak perna salah, orang di KPK juga bukan para malaikat, tetapi kita simpati kepada KPK karena mereka punya taring dalam upaya penumpasan Korupsi, kita tidak berupaya mengkerdilkan Polisi maupun kejaksaan, tetapi didalam lembaga ini banyak sekali Mafia kasus atau disebut Markus.

Bahkan mental-mental seperti Orang Farisi, Saduki, Ahli Taurat banyak ditemukan dalam lembaga ini.Hingga upaya konspirasi juga dijalankan.

Marilah kita Doakan agar KPK terus berjuang untuk penumpasan Korupsi, mari juga kita doakan kepolisian untuk berbenah, begitu juga kejaksaan.

Tulisan ini dibuat karena kecintaan kami kepada KPK, POLRI dan Kejagung, dan kiranya kedepan tidak ada politik konspirasi.

HIDUP DALAM KEBENARAN

Teladan dalam kebenaran
(I Yohanes 2:6)


“Barangsiapa menyatakan bahwa Ia ada didalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6)

Kata wajib hidup sama seperti Kristus yang dimaksud adalah menjadi teladan seperti Kristus.
Tema pekan keluaraga kali ini berbicara tentang menjadi teladan dalam keluarga adalah tema yang sangat tepat.

Mengapa tepat ?
Tepat karena banyak hal-hal yang tidak menjadi teladan. Seperti kisruh kepolisian dengan KPK di ibaratkan seperti buaya dengan cicak berseteru! karena mempertahankan kebenaran, bersitegang karena sama-sama merasa paling benar. Bukan pesimis, tetapi menjadi keprihatinan bersama bahwa dinegeri ini belum banyak memberikan keteladanan seperti teladan dan dalam kebenaran.
Peran keluarga sangat menentukan bagi setiap warga masyarakat, sebab keluarga adalah lembaga masyarakat dalam skala terkecil. Rumah tangga atau keluarga adalah tempat mendidik anak-anak untuk menjadi teladan dan keluarga memerankan peranan yang sangat penting, yang juga harus ditekankankan peranan orang tua untuk menjadi teladan dalam kebenaran terhadap anak-anaknya.
Sudahkah kita hidup dalam kebenaran ? mari pertanyaan ini menggugah hati kita untuk senantiasa hidup dalam kebenaran, sama seperti Kristus yang empunya kebenaran itu.

Kebenaran dapat kita lakukan apabila didasari dengan takut akan Tuhan, takut akan Tuhan berakibat hidup dalam kebenaran atau teladan didalam kebenaran.
Apa dampak hidup dalam kebenaran ? dampak hidup dalam yaitu : “Damai sejahtera, ketenangan, ketentraman (Yesaya 32:17)
Pada Pekan keluarga kali ini mengajak kita baik bapak-bapak, ibu-ibu (orang tua) dan anak-anak untuk menjadi teladan dalam kebenaran.

Bagi orang tua didiklah anak-anak dalam kebenaran, sebab kebenaran itu adalah harga yang tak ternilai. Dalam Amsal 23:23-24 dikatakan : “Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat didikan dan pengertian. Seorang ayah yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersuka karena Dia.”

Orang tua dan anak-anak senantiasa hidup dalam kejujuran dengan perkataan dan tindakan. Dalam Efesus 4:25 dinyakatan : “Karena itu buanglah dusta, berkatalah benar seorang kepada yang lain…,”


Jadilah teladan dalam kebenaran..!!!

KEMURAHAAN HATI

Teladan dalam kemurahan hati
(2 Korintus 8:7)


“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhanuntuk membantu dan dalam kasihmu terhadap kami, demikian juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini” 2 Korintus 8:7)

Salah satu ciri orang yang telah lahir baru adalah orang itu murah hati (berbuat baik) dalam Galatia 5:22 dinyatakan Tetapi buah roh adalah : Kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, dan kemurahan, dan lain-lain.

Murah hati adalah sikap iman orang percaya, kita berbuat baik karena Allah terlebih dulu berbuat baik bagi kita, semuanya itu karena kasih-Nya kepada kita.
Yesus Kristus memberikan teladan bagi kita dalan hal kemurahan hati. Yesus Kristus menyatakan mujizatNya orang buta dapat melihat, orang lumpuh dapat berjalan dan yang lain itu semua karena kemurahan hati atau karena kasih yang telah Ia nyatakan.

Yesus juga disebut Gembala yang Agung, Ia mengetahui kawanan domba-dombaNya. Ia mencari domba-domba yang tersesat. Yesus datang kedunia ini oleh karena kemurahanNya untuk menebus dosa-dosa kita, Ia datang untuk mencari kita yang terhilang.

Sudahkah para orang tua telah memberikan teladan dalam hal kemurahan hati kepada anak-anaknya ?

Mari kita tanamkan sikap untuk saling berbagi terhadap sesama. Bermurah hati dengan senantiasa memiliki hati untuk menolong sesama. Dengan demikian apa yang diperintahkan Tuhan untuk mengasihi Tuhan Allah dan sesama dapat terwujud.

Kemurahan hati dengan menolong orang lain jangan kita mengharapkan pujian, tetapi ketika kita membantu orang lain hendaklah tergerak dari hati yang paling dalam. Menolong orang lain ! itulah yang harus kita lakukan tanpa harus melihat apa sukunya, apa rasnya, apa agamanya. Mari kita menolong orang lain dengan ketulusan hati.

Bencana alam yang dialami saudara-saudari kita hendaklah kita bantu sebab : Iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati.

Sikap empati harus kita miliki,
Apa itu empati ?
Empati adalah merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Mari kita menolong sesama ! Mari kita berbagi terhadap sesama.

Bertolong-tolonglah menanggung beban, saling berbagi..

TELADAN DALAM KETAATAN

eladan dalan ketaatan
(Yohanes 15:10)

“Jikalau kamu menuruti perintah-perintah-Ku, kamu akan tinggal didalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal didalam kasih-Nya

Ketika Yesus dalam pelayanannya didunia ini Ia telah memberikan teladan kepada kita, Yesus begitu taat kepada Bapa-Nya yang disurga, sebagai wujud ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya Ia berkata dengan suara nyaring: “Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan hidup-Ku..” (Lukas 23:46)

Apakah kita sudah menjadi orang-orang yang taat ?
Taat kepada Allah, taat kepada hukum, taat kepada pimpinan, Yesus telah membuktikan itu..! Seperti apa taat kepada Allah itu ?

Taat kepada Allah dinyatakan dengan kita menuruti sabda-Nya. Dalam Keluaran 19:5 “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.”

Selain itu wujud ketaatan kita kepada Allah yaitu apabila mendengar perintah-Nya “Berkat apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu yang kusampaikan kepadamu pada hari ini (Ulangan 11:28)
Selain itu wujud ketaatan kita kepada Allah bila senantiasa kita memegang perintah-perintah-Nya. (Pengkhotbah 12:13)

Melalui renungan ini hendaklah kita hidup dalam ketaatan pada hukum-hukum Tuhan dengan tidak menuruti hawa nafsu duniawi.
Bila senantiasa hidup dalam ketaatan maka kita akan memperoleh kebahagiaan., taat mendengar firman Tuhan serta memeliharanya membawa kebahagiaan (Lukas11:28)

Selain itu melalui ketaatan maka ada janji yang diberikan, Tuhan melindungi kita dari musuh-musuh dan lawan kita (Keluaran 23:22) selain itu berkat-berkat Tuhan mengalir apabila kita taat akan perintah-perintah Tuhan (Yesaya 1:19).

Tetapi bila kita tidak taat akan firman Tuhan maka Allah juga akan menyatakan keadilan-Nya dengan menyatakan murka-nya (Mazmur 78:10) dan hukum yang dinyatakanNya apabila kita tidak taat (Yesaya 42:24-25, Ibrani 2:2)

CENTURY GATE

SKANDAL Bank Century (Century-gate) merupakan “pusat segala kebobrokan nasional” yang sesungguhnya. Kriminalisasi pimpinan KPK Bibit dan Chandra, yang melibatkan pimpinan dan institusi penegak hukum (Polri dan Kejaksaan), kemudian menyeret lembaga DPR dalam kubangan ketidakpercayaan publik, patut diduga bagian dari upaya mengubur Century-Gate.

Oleh sebab itu, untuk meredam gejolak sosial politik yang telah mengguncang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang ini, harus menukik langsung ke “pusat bencana kebobrokan nasional” itu. Inilah yang harus dilakukan KPK. Sekarang juga!

Sebagai bekal langkah awal KPK menuju “pusat segala kebobrokan nasional” itu, telah disampaikan kronologi dan kejanggalan ketika pemerintah menggelontorkan Rp 6,7 T ke Bank Century. Sehingga bisa disimpulkan Century-gate muncul karena para pemangku amanat rakyat, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan, telah bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan rasa keadilan masyarakat.

Kejanggalan Century-gate dimulai dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dipimpin Gubernur BI (ketika itu) Boediono, pada 20 November 2008 pukul 19.44 WIB. Rapat RDG itu memutuskan: Bank Century “diskenariokan” sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga bisa dijadikan pintu masuk BI menggelontorkan uang negara yang jumlahnya tidak masuk akal untuk bank sekelas Bank Century.

Agar tampak seolah sangat serius, “skenario Dewan Gubernur BI” dibawa dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dihadiri petinggi Departemen Keuangan, BI, dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) pada 21 November 2008. Dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 04.25 sampai 06.00 WIB itu, BI ngotot agar Bank Century dinyatakan sebagai BANK GAGAL. Peserta rapat yang menolak penilaian itu, terus diyakinkan akan menerima skenario “bank gagal berisiko sistemik”.

Fragmen di atas hanya awal dari malapetaka Rp 6,7 T itu, satu potongan puzzle misteri Century-gate yang harus kita bongkar. Berbagai bukti yang memperlihatkan indikasi kesalahan serius dalam “menyelamatkan” Bank Century semakin nyata di depan mata kita. Bukti-bukti itu telah kami sampaikan ke KPK, lembaga penegak hukum yang kita harapkan menjadi garda utama penggebuk koruptor.

Kami percaya, KPK yang terbukti mendapat dukungan seluruh rakyat Indonesia, tak akan gentar membuka Century-gate untuk masuk ke “pusat segala kebobrokan nasional” ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada KPK untuk membongkar skandal keuangan terbesar sejak tumbangnya Orde Baru ini. Amin.
Jakarta, 11 November 2009

Ttd

Adhie M Massardi
Marwan Batubara
Teguh Santosa
Tom Pasaribu

wanita beruntung

Dua orang wanita paruh baya sedang berkelit dengan sangat hebatnya. Wanita yang satu menganggap dirinya seorang teolog Kristen, yang lainnya seorang feminis yang liberal. Keduanya belum menikah dan sama-sama merasa paling benar. Feminis itu menanyakan kepada teolog, sekaligus untuk menguji seberapa alkitabiahnya seorang teolog wanita tadi. Dia menanyakan, ”Siapa sebenarnya wanita yang paling beruntung di muka bumi ini ?.”

Singkat saja si lawan bicaranya menjawab secepat kilat, ”Tentu saja Maria, yang jadi ibundanya Yesus. Pasti semua wanita mengharapkan posisi seperti dia.” Feminis tadi dengan cepat langsung menyambar, ”Jawabanmu salah, sangat salah.” Terbelalak mata teolog wanita tadi, jawabannya langsung dipatahkan. Tak ayal dia pun mencari jawaban yang lain, ”Sarah, istri dari Abraham. Karena dia istri dari orang yang disebut sebagai bapak dari segala orang-orang percaya. Dari dialah semua keturunan Abraham memenuhi segala penjuru bumi ini, seperti pasir-pasir di tepi laut dan bintang-bintang di jagat raya.”

Feminis itu malah tertawa terbahak-bahak, ”Kalau anak-anak yang masih ikut sekolah minggu, yang memberikan jawaban itu, bisa saya benarkan. Namun ternyata ada perempuan lagi yang paling berbahagia lagi di muka bumi ini, melebihi Maria yang merupakan ibu dari Yesus dan Sarah istri dari Abraham.” Lawan bicaranya itu mulai gerah, dia pun mulai mengingat kembali pelajaran teologinya, yang studinya sekitar 8 tahun itu. Dia tak kurang akal, ”Bisa jadi Maria Magdalena. Meskipun aku tak sependapat dengan apa yang tertulis di buku Da Vinci Code. Namun Maria Magdalena, perempuan yang beruntung. Dia yang pertama kali melihat Yesus bangkit dari hitamnya alam maut. Bahkan seharusnya dia disebut sebagai salah satu rasul dan murid Yesus. Jadi murid Yesus seharusnya ada 13, bukan 12. Tapi karena budaya di Yahudi, terlalu patriarki, maka perempuan tak dianggap. Maria Magdalena pun juga bisa dianggap sebagai salah satu feminis di masa itu.” Teolog itu mengira ini akan menjadi jawaban pamungkasnya.

Lantas apa kata feminis itu, ”Ya, aku suka sama Maria Magdalena. Setuju dengan pendapatmu. Namun tetap saja ada perempuan yang lebih beruntung lagi, yang pernah dicatat oleh sejarah ini.” Teolog itu pun sudah malas memberikan jawabannya, ”Aku udah tak tau lagi. Sudahlah kau berikan saja jawabannya.” Feminis itu menjawab, ”Jadi benar kau sudah menyerah. Oke. Jadi perempuan yang paling beruntung di dunia ini adalah Hawa, istri dari Adam yang ditempatkan di Firdaus.” Gantian teolog itu keheranan, ”Apa istimewanya Hawa dari semua perempuan yang telah kusebut tadi ?.” Secepat kilat pun feminis itu menambahkan jawabannya, ”Karena Hawa tak punya mertua.” Kali ini teolog itu yang tertawa terbahak-bahak.