Rabu, 11 November 2009

wanita beruntung

Dua orang wanita paruh baya sedang berkelit dengan sangat hebatnya. Wanita yang satu menganggap dirinya seorang teolog Kristen, yang lainnya seorang feminis yang liberal. Keduanya belum menikah dan sama-sama merasa paling benar. Feminis itu menanyakan kepada teolog, sekaligus untuk menguji seberapa alkitabiahnya seorang teolog wanita tadi. Dia menanyakan, ”Siapa sebenarnya wanita yang paling beruntung di muka bumi ini ?.”

Singkat saja si lawan bicaranya menjawab secepat kilat, ”Tentu saja Maria, yang jadi ibundanya Yesus. Pasti semua wanita mengharapkan posisi seperti dia.” Feminis tadi dengan cepat langsung menyambar, ”Jawabanmu salah, sangat salah.” Terbelalak mata teolog wanita tadi, jawabannya langsung dipatahkan. Tak ayal dia pun mencari jawaban yang lain, ”Sarah, istri dari Abraham. Karena dia istri dari orang yang disebut sebagai bapak dari segala orang-orang percaya. Dari dialah semua keturunan Abraham memenuhi segala penjuru bumi ini, seperti pasir-pasir di tepi laut dan bintang-bintang di jagat raya.”

Feminis itu malah tertawa terbahak-bahak, ”Kalau anak-anak yang masih ikut sekolah minggu, yang memberikan jawaban itu, bisa saya benarkan. Namun ternyata ada perempuan lagi yang paling berbahagia lagi di muka bumi ini, melebihi Maria yang merupakan ibu dari Yesus dan Sarah istri dari Abraham.” Lawan bicaranya itu mulai gerah, dia pun mulai mengingat kembali pelajaran teologinya, yang studinya sekitar 8 tahun itu. Dia tak kurang akal, ”Bisa jadi Maria Magdalena. Meskipun aku tak sependapat dengan apa yang tertulis di buku Da Vinci Code. Namun Maria Magdalena, perempuan yang beruntung. Dia yang pertama kali melihat Yesus bangkit dari hitamnya alam maut. Bahkan seharusnya dia disebut sebagai salah satu rasul dan murid Yesus. Jadi murid Yesus seharusnya ada 13, bukan 12. Tapi karena budaya di Yahudi, terlalu patriarki, maka perempuan tak dianggap. Maria Magdalena pun juga bisa dianggap sebagai salah satu feminis di masa itu.” Teolog itu mengira ini akan menjadi jawaban pamungkasnya.

Lantas apa kata feminis itu, ”Ya, aku suka sama Maria Magdalena. Setuju dengan pendapatmu. Namun tetap saja ada perempuan yang lebih beruntung lagi, yang pernah dicatat oleh sejarah ini.” Teolog itu pun sudah malas memberikan jawabannya, ”Aku udah tak tau lagi. Sudahlah kau berikan saja jawabannya.” Feminis itu menjawab, ”Jadi benar kau sudah menyerah. Oke. Jadi perempuan yang paling beruntung di dunia ini adalah Hawa, istri dari Adam yang ditempatkan di Firdaus.” Gantian teolog itu keheranan, ”Apa istimewanya Hawa dari semua perempuan yang telah kusebut tadi ?.” Secepat kilat pun feminis itu menambahkan jawabannya, ”Karena Hawa tak punya mertua.” Kali ini teolog itu yang tertawa terbahak-bahak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar