Sabtu, 31 Oktober 2009

Parakletos (Roh Kebenaran)
Yohanes 15:26-27, 16:b-15


Apa itu Pentakosta ?
Perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen gandum. Pentakosta = Kelima Puluh setelah hari paskah.
Dalam PB dihubungkan dengan turunnya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1) Demikian hari Pentakosta melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam dunia. Ketika Yeusu naik ke sorga Ia menjanjikan penolong, yaitu Roh Kebenaran, Ia menyertai dan diam didalam kita (Yohanes 14:16-18). Roh kudus adalah Roh Allah, Allah yang tidak terlihat namun ada.
Roh Kudus nyata dalam kehidupan, hal itu dinyatakan :

• Kita percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui Alkitab berkat tuntunan Roh Kudus. Roh kuduslah yang membuat kita percaya.

• Ketika orang bertobat (insaf) mengaku dosa berkat karya Roh Kudus (Yohanes 16:8-11)
Roh Kudus adalah Roh penghiburan, sebab didalam dunia kita diperhadapkan oleh banyak sekali problem kehidupan. Problem tersebut terkadang membuat manusia berduka (termasuk orang percaya) tetapi Roh Kudus berikan penghiburan dan pengharapan bagi kita.

Roh Kudus adalah :
I. Roh Penghiburan = Parakletos (Yohanes 15:26)

1. Roh Kudus memberikan sukacita
a. Roma 14:17 – Memberikan sukacita
b. Galatia 5:22 – Sukacita
c. I Tesalonika – Membawa sukacita

2. Roh Kudus memberikan pengharapan
a. Roma 15:13 – Memberikan berlimpah-limpah pengharapan
b. Pengharapan membuat kita kuat, tidak frustasi
c. Pengharapan : Imanuel, Ia menyertai kita

3. Parakletos, berarti menyertai orang-orang kudus

4. Yohanes 14:16 – Menyertai kita selama-lamanya

II. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yohanes 16:13)

a. Roh Kudus yang menuntun kepada kebenaran
b. Orang percaya diberikan kepekaan oleh kuasa Roh Kudus tentang kebenaran
c. Oleh tuntunan Roh Kudus kita tidak sama dengan dunia
d. Hendaklah kita hidup dalam kebenaran (Yesaya 32:17)
- Tumbuh damai sejahtera
- Ketenangan
- Ketentraman untuk selama-lamanya

III. Ciri-ciri orang dipenuhi Roh kudus

1. Taat pada Roh Kudus
- Orang yang taat kepada Roh Kudus taat kepada Tuhan dengan sepenuh hati.
- Salah satu sifat orang kudus (I Petrus 1:14) tidak mengikuti hawa nafsu
- Hidup kudus atau manusia baru, senantiasa diperbaharui oleh kuasa Ro Kudus.

2. Membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan
- Senantiasa melakukan Firman Tuhan
- Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang hatinya dipenuhi dengan Firman Tuhan.
- Orang yang dipenuhi roh kudus

Senantiasa firman Tuhan sangat berguna :

• Membaharui hati manusia (Yohanes 1:18)
• Memberi pengertian (Mazmur 119:130)
• Menyenangkan jiwa (Mazmur 19:8)
• Menjaga kelakuan Mazmur 119:19)
• Menghiburkan (Mazmur 119:82)

3. Ciri-ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah memberitakan Injil (Yohanes 16:13-14)
• Tugas memberitakan Injil tugas orang percaya
• Murid-murid Yesus memberitakan Injil, dianiaya dan mati, berani oleh karena kuasa Roh Kudus (Contoh : Nomensen)

4. Ciri-ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah mengasihi atau Buah Roh (Galatia 5:22-23)

Buah-buah Roh yaitu :
Kasih
Sukacita
Damai Sejahtera
Sabar
Kemurahan
Kebaikan
Kesetiaan
Kelemah lembutan
Penguasaan diri

Kamis, 29 Oktober 2009

Kesia-sian Kekayaan

(Pengkhotbah 5:9-11)


Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya, tetapi kekayaan yang didapatkan harus yang jujur, dan berkenan dihadapan Allah, bila seseorang kaya bisa juga membantu orang-orang susah !

Tidak ada jaminan orang yang kaya harta otomatis ia bahagia. Kekayaan hanya sebagai sarana bukan segala-galanya membuat bahagia.

Saudara/I kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo, dimana tema dari kitan Pengkhotbah adalah : Kesia-sian hidup yang terlepas dari Allah.

Salomo menulis kitab Pengkhotbah ditahun-tahun akhir hidupnya, dan tujuan menulis kitab Pengkhotbah sebagai ungkapan penyesalan sebelum ia wafat. Salomo menyatakan penyesalan bila hanya terfokuskan pada harta duniawi dan ambisi pribadi. Adalah lebih penting kita senantiasa takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya.



Melalui pembacaan ini kita dingatkan kembali bahwa uang (kekayaan) dapat berdampak : sombong, gila dan sebagainya ! Tetapi dalam Matius 6:21-22 kita dingatkan :
- Yang terpenting bagaimana kita mengumpulkan harta disurga (percaya pada Yesus)
- Sikap hati atau tidak diperbudak oleh kekayaan : Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada.

Bagaimana sikap orang Kristen mengenai kekayaan



I. Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya tetapi kekayaan itu sebagai berkat dari Tuhan, dan kekayaan itu harus yang benar dan berkenan kepada Allah (Ulangan 8:18)
(1 Timotius 6:17-19)


a. Dalam kehidupan ini banyak orang mencari kekayaan dengan menghalalkan segala cara seperti korupsi


b. Kekayaan harus didapatkan dari hal yang benar dan jujur Yesaya 32:17


c. Jangan mencari kekayaan dengan menduakan Tuhan


- Menjual iman oleh karena kedudukan dan kekayaan


- Pesugihan atau dunia hitam untuk memperoleh kekayaan













II. Sikap orang percaya terhadap kekayaan adalah agar iman keyakinan kita tidak dikalahkan oleh kekayaan (Matius 6:21)

(Ulangan 6:10-12, 8:17-18, Amsal 30:7-9)

Kekayaan dilukiskan :

a. Kekayaan akan binasa (Yakobus 5:2)
b. Kekayaan dapat dicuri (Matius 6:19)
c. Kekayaan dapat hilang (Yeremia 48:36)
d. Kekayaan fana (Amsal 23:5)
e. Tidak abadi (Amsal 27:24)
f. Cinta uang merupakan akar segala kejahatan (I Timotius 6:10)
g. Cinta uang atau kekayaan sering menjadi penghalang untuk menerima Injil (Markus 10:23-25)

III. Sikap orang percaya terhadap kekayaan, agar orang kaya tidak menjadi
sombong (I Timotius 6:17)

(Tidak tinggi hati, Mazmur 49:17-18, Keluaran 20:17)
a. Kecenderungan orang kaya bila tidak memiliki iman membuat menjadi sombong (Ulangan 8:17)
b. Tidak memegahkan diri (Mazmur 49:7)
c. Melupakan Allah (Ulangan 8:13-14)
d. Meninggalkan Allah (Ulangan 32:15)

IV. Sikap orang percaya kekayaan untuk dapat tolong-menolong (Matius 19:21)
a. Menolong orang miskin – Tidak menutup diri (I Yohanes 3:17)
b. Senantiasa membagi (I Timotius 6:18)
c. Untuk membantu pelayanan (Markus 12:42-44)

V. Banyak hal yang lebih penting dari kekayaan, ada hal yang tidak dapat
dibeli oleh kekayaan
a. Hikmat (Amsal 16:16)
b. Hidup benar (Amsal 28:6)
c. Tidur nyenyak (Pengkhotbah 5:11)
d. Kesehatan (Lukas 8:43)
e. Ketenangan dan damai sejahtera (Pengkhotbah 4:6, Amsal 15:16)

Rabu, 28 Oktober 2009

perlengkapan rohaniorang percaya Efesus 6 :10-18

saat ini kita ada dalam Ibadah ucapan syukur, .

Mengapa kita mengucap sykur ?
a. Mengucap syukur karena kebaikan Tuhan
b. Mengucap syukur karena Ia setia
c. Mengucap syukur karena tuntunan Tuhan (Mazmur 118:1-2)
d. Orang yang mengucap syukur menjauhi diri dari kesombongan
e. Orang yang mengucap syukur adalah ciri orang beriman.

Saudara/I, hidup ini yang kita jalani diperhadapkan oleh pergumulan. Seperti tentara ia dapat memenangi peperangan karena ia memiliki perlengakapan senjata yang baik. Tuhan telah memberikan perlengkapan untuk melawan sijahat (iblis) perlengkaqpan rohani itu yaitu :
I. Ikat pinggang = Kebenaran (14)
a. Hiduplah senantiasa dalam kebenaran
b. Yesaya 32:17 Hidup dalam kebenaran
• Tumbuh damai sejahtera
• Ketenangan
• Ketentraman untuk selama-lamanya

II. Baju Jirah = Keadilan (14)
• Senantiasa berbuat adil dalam kehidupan sehari-hari
• Diperintahkan Tuhan taati hokum dan tegakkan keadilan
(Yesaya56:1)

III. Rela memberitakan Injil (15)
Tugas orang percaya adalah memberitakan Injil (berita kesukaan)
memberitakan Injil yang efektif adalah menjadi telada bagi orang lain.
- Tutur kata
- Tindakan kita
- Sikap kita menjadi surat yang terbuka bagi orang lain.

IV. Hidup beriman (16)
- Apakah Iman ? (Ibrani 11:1) suatu kepercayaan, keyakinan.
- Beriman harus dinyatakan dengan perbuatan
- Buah-buah roh (Galatia 5:22)
• Kasih
• Sukacita
• Damai sejahtera
• Sabar
• Murah hati
• Setia
• Baik
• Penguasaan diri, dan lain sebagainya.

V. Hidup dalam Firman Allah (17)
- Berbahagialah yang mendengar, merenungkan dan melakukan Firman
Allah
- Firman Allah berguna :
• Menyegarkan jiwa
• Menjaga kelakuan
• Menuntun untuk hidup dalam kebenaran
• Firman Tuhan – Pelita bagi kaki kita, terang bagi kaki kita

VI. Senantiasa berdoa
- Jadikan aku rumah doa-Mu
- Senantiasa berhaga dan berdoa supaya tidak jatuh dalam pencobaan
- Definisi doa

hidup kekal

Perikop : Roti Hidup

Banyak gelar dan nama yang diberikan kepda Yesus Kristus :
- Alfa dan Omega – Gembala Agung – Firman Yang Hidup – Imanuel – Roti Hidup


Apakah yang dimaksud Roti Hidup itu ?

* Roti Hidup : Roti yang memberi hidup
* Roti Hidup : Kepuasan kekal
* Roti Hidup : Sumber Hidup
* Roti Hidup : Sumber kekuatan
* Roti Hidup : Sumber Pengharapan
* Roti Hidup : Sumber Penghiduran


I. Hidup kekal kita dapatkan oleh anugerah Tuhan (Yohanes 3:16)
* Hidup kekal Keselamatan
* Bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah dari Tuhan (Contoh)
* Tindakan Allah (Inisiatif) Allah untuk menyelamatkan kita
* Karena kasihnya yang besar (Yohanes 3:16)

II. Hidup kekal oleh karena pengorbanan-Nya bagi kita (Yohanes 6:54-56)
a. Kristus telah mendamaikan kita melalui kematian_nya dikayu salib (Yohanes 3:24)
b. Melalui kematian-Nya kita telah ditebus (Yohanes 3:24-25)
c. Darah-Nya yang tercurah dikayu salib untuk memerdekakan kita dari dosa
d. Tubuh-Nya yang disalibkan untuk menebus kita
e. Setiap memakan roti dan meminum anggur dalam perjamuan kudus kita mengingat akan kematian Yesus bagi kita (Roma 5:5-10)

III. Hidup kekal hanya ada didalam Yesus Kristus (Yohanes 14:6)
a. Orang-orang Yahudi bersungut-sungut ketika Yesus menyatakan Ia turun dari sorga.
b. Mereka menolak Yesus karena mereka ia tahu asal-usul Yesus (42)
c. Yesus adalah keselamatan, Ia adalah Allah
d. Yohanes 14:6 menyatakan :
• Kristus adalah jalan keselamatan
• Kristus adalah kebenaran
• Kristus adalah kehidupan yang kekal/hidup
IV. Yesus hidup dalam aku (Yohanes 15:4)
a. Tinggal didalam-Nya
b. Maka Ia tinggal didalam kita (Yesus)
c. Artinya : Iman kepada Yesus hidup didalam hati kita
d. Kehidupan orang percaya menghasilkan buah (Galatia 5:22)

1. Hidup dalam kasih
a. Kasih terhadap Allah (contoh)
b. Kasi terhadap sesama (Contoh)
c. Kasih berarti mengampuni
d. Kasih yang sungguh-sungguh bukan yang pura-pura

2. Hidup dalam kebenaran
Sebab Kristus adalah kebenaran
Hidup dalam kebenaran : - Tumbuh damai sejahtera
- Ketenangan
- Ketentraman (Yesaya 32:17)
3. Rendah hati (Lukas 22:27)
4. Tidak sombong
5. Murah hati
6. Setia
7. Penguasaan diri

Minggu, 25 Oktober 2009

AKU HANYA SEORANG PELACUR

Sudah enam hari warung ini ku tutup, Sejak pasukan Israel mengepung kota kami. Warung yang terletak di depan dan menyatu dengan rumah kami ini adalah tempat kami menggantungkan kehidupan kami. Ke dua orang tuaku dan saudara-sauadaraku berkumpul di rumahku, menunggu dan berdoa supaya perang segera berakhir.

Warung remang-remang. Demikian warga kota Yeriko menyebut warungku, karena banyak lelaki hidung belang yang mampir ke warungku ini. Dan aku melayani mereka dengan sangat baik karena dari uang merekalah kami sekeluarga bisa menyambung hidup.

Warga kota ini secara bisik-bisik memberi gelar pelacur kepadaku. Rahab si pelacur. Aku tak perduli terhadap semua sebutan mereka. Yang penting aku dan seisi rumahku bisa makan. Bisa menyambung hidup di kota yang keras ini.

Aku sangat mencintai sekaligus membenci kota ini. Aku mencintainya karena banyak sekali kenangan manis masa remaja yang ku rasakan di kota ini bersama teman- teman. Namun aku juga membencinya karena sekarang teman-temanku itu bersikap seakan-akan tidak mengenal aku. Bahkan saat berpapasan di tengah jalan, mereka pura pura tidak melihat aku. Hmm.. Namun aku dapat memahaminya. Mungkin mereka tidak ingin jadi bahan pergunjingan seisi kota bahwa mereka berteman dengan Rahab si pelacur.

Tapi inilah keberadaanku sekarang. Kehidupan yang harus aku jalani. Aku harus menanggung semua kebutuhan keluargaku. Ayah dan ibuku yang sudah lanjut usia harus makan, dan adik-adikku harus melanjutkan sekolah. Mereka harus mendapatkan masa depan yang lebih baik daripada yang kini aku jalani. Itulah yang menjadi sangat penting sekarang. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur. Kalau saja aku bisa meminta untuk dilahirkan kembali, aku tidak akan memilih kehidupan seperti ini.

Dua minggu yang lalu dua orang pemuda gagah yang mampir ke warungku. Dari perawakan dan logatnya aku tahu bahwa mereka adalah orang asing. Aku melayani mereka dengan sangat ramah sama seperti kepada tamu-tamuku yang lain. Mereka adalah mata-mata Israel yang berusaha menyelidiki keadan kota kami. Sungguh sangat mengherankan bagiku, karena dari tampang mereka yang rupawan tersimpan nafsu untuk berperang dan nafsu membunuh yang sangat kejam seperti yang pernah aku dengar tentang apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Amori di seberang sungai yordan.

Aku menyembunyikan mereka di atap rumah. Sebelum pasukan keamanan datang untuk menangkap mereka. Aku membohongi pasukan keamanan dengan mengatakan bahwa kedua pemuda rupawan itu telah pergi ke luar kota sebelum pintu gerbang kota di tutup. Mereka percaya kepadaku dan bergegas mengejar ke dua mata-mata itu ke arah gerbang kota.

Aku mengenal beberapa pasukan keamanan kota ini. Mereka sering datang ke warungku untuk meminta uang jasa keamanan. Beberapa di antara mereka sering tidur denganku. mulut-mulut yang sering memaki-maki orang itu sering menciumi tubuhku. Tangan-tangan yang sering mereka pakai untuk membunuh orang sering menjelajah seluruh bagian tubuhku. Tidak hanya pasukan keaman yang pernah tidur denganku. Beberapa pengusaha, tuan tanah dan banyak pemuda di kota ini juga pernah merasakan manis tubuhku.

Aku membuat kesepakatan dengan ke dua mata-mata Israel itu agar kalau mereka menyerang dan menaklukan kota kami, mereka memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh keluargaku. Mereka menyetujuinya. Mereka meminta aku dan seluruh kerabatku harus berkumpul di rumahku ketika penyerangan terjadi dan memberi suatu tanda di rumah supaya pasukan Israel yang datang menyerbu dapat melihatnya sehingga tidak mengganggu rumah kami. Dan membiarkan semua yang ada di dalamnya untuk tetap hidup.

Ahhh... Semoga mereka mengingat kesepakatan itu. Sudah enam hari ini aku di landa kecemasan dan ketakutan yang amat sangat. Tentara Israel adalah tentara yang sangat kejam. Semoga orang tua dan saudara-saudaraku tetap mereka biarkan hidup. Supaya adik-adikku bisa melanjutkan sekolah untuk mengejar mimpi mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur.

Sebaiknya aku tidur saja dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Hmm... Semoga harapan seorang pelacur ini di dengar oleh Tuhan.






Cat : Pada hari yang ke tujuh pasukan Israel berhasil menaklukan kota Yeriko dan membunuh segala yang hidup di kota itu. Rahab dan seluruh keluarganya di selamatkan dari peperangan untuk kemudian tinggal bersama-sama dengan kaum Israel. Rahab menjadi salah satu saksi iman dalam tradisi kekristenan.

CATATAN FIDELIS

Sudah enam hari warung ini ku tutup, Sejak pasukan Israel mengepung kota kami. Warung yang terletak di depan dan menyatu dengan rumah kami ini adalah tempat kami menggantungkan kehidupan kami. Ke dua orang tuaku dan saudara-sauadaraku berkumpul di rumahku, menunggu dan berdoa supaya perang segera berakhir.

Warung remang-remang. Demikian warga kota Yeriko menyebut warungku, karena banyak lelaki hidung belang yang mampir ke warungku ini. Dan aku melayani mereka dengan sangat baik karena dari uang merekalah kami sekeluarga bisa menyambung hidup.

Warga kota ini secara bisik-bisik memberi gelar pelacur kepadaku. Rahab si pelacur. Aku tak perduli terhadap semua sebutan mereka. Yang penting aku dan seisi rumahku bisa makan. Bisa menyambung hidup di kota yang keras ini.

Aku sangat mencintai sekaligus membenci kota ini. Aku mencintainya karena banyak sekali kenangan manis masa remaja yang ku rasakan di kota ini bersama teman- teman. Namun aku juga membencinya karena sekarang teman-temanku itu bersikap seakan-akan tidak mengenal aku. Bahkan saat berpapasan di tengah jalan, mereka pura pura tidak melihat aku. Hmm.. Namun aku dapat memahaminya. Mungkin mereka tidak ingin jadi bahan pergunjingan seisi kota bahwa mereka berteman dengan Rahab si pelacur.

Tapi inilah keberadaanku sekarang. Kehidupan yang harus aku jalani. Aku harus menanggung semua kebutuhan keluargaku. Ayah dan ibuku yang sudah lanjut usia harus makan, dan adik-adikku harus melanjutkan sekolah. Mereka harus mendapatkan masa depan yang lebih baik daripada yang kini aku jalani. Itulah yang menjadi sangat penting sekarang. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur. Kalau saja aku bisa meminta untuk dilahirkan kembali, aku tidak akan memilih kehidupan seperti ini.

Dua minggu yang lalu dua orang pemuda gagah yang mampir ke warungku. Dari perawakan dan logatnya aku tahu bahwa mereka adalah orang asing. Aku melayani mereka dengan sangat ramah sama seperti kepada tamu-tamuku yang lain. Mereka adalah mata-mata Israel yang berusaha menyelidiki keadan kota kami. Sungguh sangat mengherankan bagiku, karena dari tampang mereka yang rupawan tersimpan nafsu untuk berperang dan nafsu membunuh yang sangat kejam seperti yang pernah aku dengar tentang apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Amori di seberang sungai yordan.

Aku menyembunyikan mereka di atap rumah. Sebelum pasukan keamanan datang untuk menangkap mereka. Aku membohongi pasukan keamanan dengan mengatakan bahwa kedua pemuda rupawan itu telah pergi ke luar kota sebelum pintu gerbang kota di tutup. Mereka percaya kepadaku dan bergegas mengejar ke dua mata-mata itu ke arah gerbang kota.

Aku mengenal beberapa pasukan keamanan kota ini. Mereka sering datang ke warungku untuk meminta uang jasa keamanan. Beberapa di antara mereka sering tidur denganku. mulut-mulut yang sering memaki-maki orang itu sering menciumi tubuhku. Tangan-tangan yang sering mereka pakai untuk membunuh orang sering menjelajah seluruh bagian tubuhku. Tidak hanya pasukan keaman yang pernah tidur denganku. Beberapa pengusaha, tuan tanah dan banyak pemuda di kota ini juga pernah merasakan manis tubuhku.

Aku membuat kesepakatan dengan ke dua mata-mata Israel itu agar kalau mereka menyerang dan menaklukan kota kami, mereka memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh keluargaku. Mereka menyetujuinya. Mereka meminta aku dan seluruh kerabatku harus berkumpul di rumahku ketika penyerangan terjadi dan memberi suatu tanda di rumah supaya pasukan Israel yang datang menyerbu dapat melihatnya sehingga tidak mengganggu rumah kami. Dan membiarkan semua yang ada di dalamnya untuk tetap hidup.

Ahhh... Semoga mereka mengingat kesepakatan itu. Sudah enam hari ini aku di landa kecemasan dan ketakutan yang amat sangat. Tentara Israel adalah tentara yang sangat kejam. Semoga orang tua dan saudara-saudaraku tetap mereka biarkan hidup. Supaya adik-adikku bisa melanjutkan sekolah untuk mengejar mimpi mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur.

Sebaiknya aku tidur saja dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Hmm... Semoga harapan seorang pelacur ini di dengar oleh Tuhan.






Cat : Pada hari yang ke tujuh pasukan Israel berhasil menaklukan kota Yeriko dan membunuh segala yang hidup di kota itu. Rahab dan seluruh keluarganya di selamatkan dari peperangan untuk kemudian tinggal bersama-sama dengan kaum Israel. Rahab menjadi salah satu saksi iman dalam tradisi kekristenan.

sedikit waktumu.....

aat kau bangun dipagi hari, AKU memandangmu dan berharap kau berbicara padaKU....
walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal indah
yang terjadi didalam hidupmu kemarin,
tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk, mempersiapkan diri untuk pergi bekerja....

AKU kembali menanti, Saat kau sedang bersiap...
AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi kau terlalu sibuk.

Di satu tempat, kau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun, kemudian AKU melihat kau menggerakkan kakimu, AKU berpikir kau ingin berbicara padaKU tapi kau berlari ke telepon dan menelepon seseorang untuk mendengarkan gosip terbaru.

AKU melihatmu ketika kau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, AKU berpikir kau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu padaKU.

Sebelum makan siang, AKU melihatmu memandang sekeliling
mungkin kau merasa malu untuk berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa kau tidak menundukkan kepalamu.

Kau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa teman berbicara padaKU dengan lembut sebelum mereka makan, tapi kau tidak melakukannya.
Tidak apa-apa, masih ada waktu tersisa dan AKU berharap kau akan berbicara padaKU.

Meskipun saat kau pulang kerumah, kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai kau kerjakan, kau menyalakan TV, AKU tidak tahu apakah kau suka menonton atau tidak, hanya saja kau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat kau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara padaKU.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah,
setelah mengucapkan selamat malam pada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian...
Tidak apa-apa karena mungkin kau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari,
AKU bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain,
AKU sangat mengasihimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau Syukur dari hatimu...

Baiklah.....kau bangun kembali dan kembali...
AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKU sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.

BAPAmu
Di sorga....

Tuan Ringo

Nunga Sahat... Nunga sahat..." Terdengar teriakan orang-orang yang menunggu kedatangan kami. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias. Bersamaan dengan itu, hujan turun dengan sangat derasnya. Aroma basah dari air hujan yang menyirami bumi sungguh memberi kesegaran dan kesejukan bagi kami, yang cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh dari Pahae ke tempat ini.

Mereka menyambutku dengan penuh haru, menyalamiku dan berebut untuk membelai kepala dan menggendong Raja Dapoton, Anakku. Inilah kampung halaman Suamiku. Urat, Samosir. Tempat ia lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak, yang tidak pernah dia ceritakan kepadaku.

"Cantik kali Boru Sitompul ini..." terdengar bisik-bisik di antara mereka setelah mereka tahu aku berasal dari keluarga Sitompul. Tentu saja aku cantik. Kalau tidak, mana mungkin saudara kalian mau menikah denganku. Kataku dalam hati karena senang mendengar ucapan mereka.

Aku teringat Pertama kali aku melihatTuan Ringo, Suamiku. Lelaki tampan dengan postur tinggi dan gagah, yang memberi kesan sangat berwibawa. Namun dalam keseharian sangat sopan dan ramah, sehingga dia dapat dengan mudah bergaul dan memngambil hati seluruh penduduk di desa kami. Dia juga dapat diandalkan dalam menjaga keamanan desa kami dari serangan-serangan pengganggu dari luar kampung kami.

Aku mengagumi dan jatuh hati pada pemuda itu. Aku senang melihat senyumnya saat menyapaku jika kami berpapasan di jalan. " Mau ke mana, ito?" Sapanya sambil tersenyum. Ah... Tuan Ringo. Tampan kali dia. Sejak saat itu aku selalu berkhayal untuk bisa selalu dekat dengannya dan di panggil hasian olehnya.

Akhirnya kami saling jatuh cinta dan menikah. Kami memiliki kehidupan yang sangat bahagia. Di saat senja, kami selalu bercakap-cakap di beranda rumah sambil menikmati matahari terbenam. Kami membicarakan banyak hal. Dari hal-hal yang biasa terjadi sehari-hari sampai rencana-rencana kehidupan kami ke depan. Tapi entah mengapa, suamiku tidak pernah mau bercerita tentang keluarganya dan masa lalunya. Ia selalu mengelak dan berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya. Aku dapat merasakan ada sesuatu yang di sembunyikannya. Tapi tidak apa, dia adalah suami yang baik. Dan itu cukup bagiku.

Aku sering melihat Suamiku sedang termenung sambil menatap ke arah ujung jalan menuju DanauToba. Sepertinya ada sesuatu yang sangat dalam yang sedang di pikirkannya. Sesuatu yang tidak pernah di ceritakan kepadaku. Aku tahu ada sesuatu yang di sembunyikannya, Sesuatu yang ingin dia simpan sendiri. Tapi tidak apa bagiku. Yang penting dia tetap suami yang baik bagiku.

Sampai suatu hari, tidak lama setelah kelahiran Raja Dapoton anakku, datang beberapa orang tamu ke rumah kami yang mengaku sebagai Abang dari Tuan Ringo, Suamiku. Aku terkejut bercampur haru. Ternyata suamiku memiliki keluarga, bukan orang sebatang kara yang tanpa asal-usul. Segera ku panggil suamiku untuk menemui mereka. Tanpa di sangka-sangka suamiku menyangkal hubungan persaudaraan dengan mereka. Tapi aku tahu dia berbohong. karena aku melihat ada rasa senang bercampur rasa haru di matanya. Mungkin inilah salah satu kesombongan pria Batak. Mereka malu untuk mengaku rindu kepada saudaranya.


Tahulah aku sekarang, ternyata hal inilah yang selama ini di sembunyikan suamiku. Ternyata ia berselisih paham dan terlibat pertengkaran dengan abangnya, yang akhirnya membuat ia meninggalkan kampung halamannya di Urat dan merantau sampai ke desaku ini.

Di sampaikan maksud kedatangan mereka untuk membawa pulang kembali Tuan Ringo ke kampung halamannya di Samosir. Setelah pembicaraan yang cukup panjang, akhirnya di putuskan bahwa yang akan ikut ke Samosir adalah aku dan Raja Dapoton, Anakku. Sedangkan Tuan Ringo akan menyusul kemudian karena masih ada yang harus di kerjakan di desa kami.

Aku bersyukur telah sampai di tempat ini. Kampung halaman Suamiku, Tempat di mana ia lahir dan bertumbuh Sehingga aku bisa mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh mengenai keluarga besar suamiku. Dan tentu ini juga baik bagi Raja Dapoton, Anakku, karena dia ia akan tahu dan mengenal akarnya, tempat darimana sesungguhnya dia berasal.

Semoga Raja Dapoton, anakku dapat bertumbuh menjadi anak yang baik dan menjadi orang yang bermanfaat hingga menjadi kebanggan bagi keluarga besarnya. Bisa membawa damai dan kesejukan bagi banyak orang, seperti hujan yang turun memberi kehidupan dan kesegaran bersamaan dengan kedatangan kami ini di tanah leluhurnya, yang sempat kering kerontang karena pertengkaran.


Catatan

#Tidak lama kemudian Tuan Ringo menyusul ke Samosir, Namun tidak ke Urat tetapi ke Sirait, karena janji yang di ucapkannya sebelum meninggalkan kampung halamannya. Tuan Ringo Memulai hidup baru dan menjadi saudagar pertama yang membuka Onan (Pasar) di Sirait.

# Boru Sitompul memberikan tiga anak lagi bagi Tuan Ringo : Raja Rea, Tuan Onggar dan Siagian.

# Anak-anak Tuan Ringo:

1. Raja Dapoton/ Raja Hasahaton, Keturunanya sampai sekarang tetap mengunakan marga Situmorang

2. Raja Rea, Keturunanya sekarang menggunakan marga Siringo-ringo

3. Tuan Onggar, Keturunannya sekarang menggunakan marga Rumapea, Sipampang, dll

4. Siagian, Keturunannya sampai sekarang belum di ketahui. kemungkinan berkembang di Labuhan Batu.

GAMBAR LUKISAN BERDOA

Sekitar tahun 1490, ada 2 orang sahabat muda, Albrecht Durer dan Franz Knigstein, yang sedang berusaha keras untuk menjadi pelukis. Karena mereka miskin, maka mereka pun bekerja demi dapat membiayai sekolah seni yang sedang mereka ikuti.

Ternyata, waktu mereka habis untuk bekerja, sedangkan penghasilan mereka pas-pasan. Akhirnya mereka mencapai kesepakatan: Mereka akan membuang undi. Salah satu akan bekerja untuk membiayai kehidupan mereka berdua, sedangkan yang lainnya akan meneruskan belajar seni. Albrecht memenangkan tiket untuk belajar, sedangkan Franz bekerja sebagai buruh kasar. Mereka pun bersepakat, setelah Albrecht berhasil sebagai pelukis, ia akan membantu Franz untuk belajar seni.

Albrecht pergi ke sebuah kota di Eropa untuk belajar seni. Seperti yang diketahui oleh dunia, Albrecht bukan saja punya talenta sebagai pelukis, tetapi ia juga seorang yang jenius di bidangnya. Saat Albrecht telah meraih sukses, ia kembali kepada sahabatnya, Franz, untuk memenuhi janji mereka. Tetapi yang ditemui Albrecht adalah harga mahal yang harus dibayar oleh Franz. Franz yang bekerja sebagai buruh kasar kini mengalami kaku dan bengkok pada jari-jari tangannya. Tangan Franz telah hancur selamanya. Ia tak dapat lagi memegang kuas, apalagi menggoreskannya untuk sebuah karya seni yang indah. Meski impiannya menjadi pelukis tidak terwujud, Franz sangat gembira dan bahagia atas keberhasilan yang diraih temannya.

Suatu hari, Albrecht mengunjungi sahabatnya ini secara diam-diam. Ia menemukan Franz yang sedang berlutut, mengatupkan jari-jari tangannya yang telah kaku dan bengkok, khidmat berdoa untuk kesuksesan sahabatnya, meski ia sendiri tak akan mungkin lagi menjadi seorang pelukis. Albrecht Durer, si jenius, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung membuat sketsa tangan sahabat sejatinya yang sedang berdoa. Belakangan, setelah selesai menggarap lukisan itu, Albrecht memberi judul lukisannya “Tangan Yang Berdoa”.

Kini, galeri-galeri lukisan di dunia memamerkan karya-karya Albrecht, tak terkecuali lukisannya “Tangan Yang Berdoa” yang menyimbolkan kasih, pengorbanan, kerja keras, dan rasa terima kasih yang dalam. Lukisan itu juga mengingatkan dunia akan kekuatan, penghiburan, dan kelegaan yang didapat karena berdoa. (diterjemahkan secara bebas/tis)

Sumber: Stories For The Extreme Teen’s Heart, Compiled by Alice Gray, Multnomah Publishers, USA, 2000

Sabtu, 24 Oktober 2009

DIBALIK CATATAN SEORANG PENDETA

Kejadian itu tidak akan perna kulupakan...Peristiwa ini berlangsung ditahun 2004 disaat mantan petinju juara Asia-Pasifik (OPBF ) Sikat Pasaribu yang menjadi Promotor tinju Profesional menghubungi saya. Sikat memberitahukan bahwa ia akan menggelar tinju profesional perebutan sabuk emas bang Yos (Sutiyoso, gubernur DKI ) dan perbaikan peringkat nasional badan tinji KTI. Sikat Pasaribu meminta saya untuk menjadi Anauncer Ring ( MC Tinju ) awalnya saya menolak karena masih banyak orang yang memiliki kemampuan dibanding saya,apalagi saya seorang Pendeta yang hubungannya jauh sekali dengan dunia tinju. Tak hentinya sikat Pasaribu membujuk saya dengan alasan bahwa suara saya mikrophonis, dan perna memiliki latar belakang penyiar radio. Dengan berat hati saya menerima tawaran teman saya sikat pasaribu, walau hati saya gundah karena saya kurang memahami istilah dalam dunia tinju, dan ini kesempatan yang harus saya coba. Sikat memberitahukan bahwa gelar tinju akan berlangsung minggu malam dalam rangka HUT DKI dan juga HUT RI. Tiba pada hari yang ditentukan, Minggu Pagi harinya saya masih memimpin Baptisan anak di gereja Oikoumene Batalyon 202 Bekasi.Setelah memimpin Sakramen Baptisan saya langsung datang ketempat pagelaran tinju , karena saya perlu banyak bertanya dan diadakan gladi-resik sebab akan ditayangkan TVRI secara LIVE. Saya marah besar terhadap sikat, dalam hati saya bila bertemu pasti akan saya tinju dia sampai KO, wah ini acara besar dan diliput TVRI segala, Sambil bersungut-sungut takut gagal dan salah dan ini mempermalukan saya, apalagi ada TVRI yang tidak sesuai dengan perjanjian yang dibicarakan kepada saya. Dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan saya kembali optimis dan pasti bisa, selain itu Sikat dan Komisi Tinju Indonesia memberikan semangat dan motivasi kepada saya. Saat waktunya tiba , saya menjalankan tugas saya, dari pertandingan ke pertandingan dan saya berperan sebagai Anouncer Ring (MC Tinju ) bekerja dengan baik, banyak orang menduga saya sudah berpengalaman.Hingga larut malam acara itu berakhir dengan baik. Saya tereperanjat dan baru ingat tas saya dimana ? Sebab didalam tas itu berisikan jubah, Alkitab, Kidung Jemat saya simpan di bawah ring. Saya lemas ! pasti tas itu hilang, mungkin bagi orang lain isi dan tas itu tak berguna. cari dan terus kucari tapi tidak ketemu, dan saya bertanya kepada promotor tinju sikat Pasaribu barangkali ia tahu keberadaan tas itu. Sikat Pasaribu dan Polisi yang sat itu ada tertawa , Sikat menceritakan waktu pertandingan berjalan, supaya penonton tidak panik, Tim gegana Polri telah mengamankan sebuah tas yang berada dibawah ring, maklum saja karena pada sat itu terjadi ledakan bom dan ancaman bom dimana-mana.K etika tim gegana membuka tas saya, dan ternyata tidak ada bom, yang ada hanya jubah,alkitab, Kidung jemat. Tim gegana tertawa terpingkal-pingkal apalagi diantara polisi gegana ada yang beragama Kristen, mereka menanyakan kepada panitia dan panitia menjelaskan bahwa tas itu milik saya. Komentar Polisi gegana yang Kristen mengatakan : saya tak menyangka Anouncer Ring (MC Tinju) adalah seorang Pendeta, bahkan Polisi yang orang Batak mengatakan Pula: Wah... tidak bertentangan pak pendeta !, tetapi ada juga yang memuji pendeta yang membumi dan cinta olahraga. Peristiwa itu menjadi pengalaman berharga bagi saya, tetapi juga terkadang menjadi kebanggan bahwa pendeta tidak hanya bisa dimimbar, tetapi juga bisa di Ring tinju Nasional. Hingga saat ini Sikat Pasaribu menjuluki saya sebagai : Pendeta petinju !.<\blockquote>

Mbah Sukarjo dan bendera merah putih Bagikan

Namanya Sukarjo, orang menyapanya Mbah Sukarjo pensiunan tentara dengan pangkat terahir Sersan Mayor. Menjelang tujubelasan tahun ini raut Mbah sukarjo muram, ia menatap bendera merah putih yang berkibar dihalaman rumahnya dengan hati yang gundah. Berbeda pada tahun yang lalu setiap menjelang HUT RI, Mbah karjo semangat dan ia bangga menjadi orang Indonesia dan pelaku sejarah. Ia berjuang dalam pembebasan Irian Jaya, pejuang seroja, ditugaskan di Tim-tim dan juga di Aceh. Banyak bintang penghargaan yang diberikan negara atas pengabdiannya untuk bumi pertiwi. Enam bulan yang lalu Mbah karjo terserang stroke ringan dan kakinya harus diseret untuk berjalan dan menggunakan tongkat. Mbah karjo murung bukan karena penyakit Strokenya, tetapi ia gundah akan tinggal dimana. Karena rumah yang ia tinggali ini adalah milik negara milik pasukan elite yang merupakan pasukan Mbah Karjo bertugas waktu aktifdulu, Pihak yang bewenang telah mengultimatum agar rumahnya dikosongkan karena akan ditempatkan prajurit yang masih aktif bertugas. Rumah dinas yang sekarang ditempatkan Mbah karjo berada dipinggiran jakarta ini, memiliki sejarah yang tak terlupakan. tigapulu tahun ia berada dirumah itu, pahit manisnya masih terasa. Apalagi sepeninggalan istrinya yang telah meninggal dua tahun yang lalu, Sekarang Mbah karjo di temani oleh anak bungsunya, dua anaknya sudah berumah tangga dan tidak tinggal bersamanya lagi. Mbah Karjo menyadari betul bahwa rumah yang ia tinggali ini adalah rumah negara, dan ia juga menyadari serta iklas untuk keluar dari komplek itu. Tetapi kenangan, banyak cerita atas rumah nya yang type 45 ini. Kegundahan Mbah Karjo dan teman-temannya seperjuangan adalah ia terkadang mendapat intimidasi dari juniornya, bahkan terkadang lampu dikomplek nya sering hidup, sering mati mungkin juga supaya penghuni keluar dari komplek itu. Aksi demo warga komplek yang diliput media menggambarkan kepedihan yang mereka alami dimasa tuanya. Sosok Mbah Karjo dan juga teman pejuang yang lain tidak mengharapkan banyak apa yang perna mereka lakukan untuk membela pertiwi , ketika mereka berjuang mereka melakukan dengan pengabdian dan keiklasan. Yang mereka perjuangakan saat ini adalah para veteran dihargai. Mereka meminta ketika mereka keluar dari komplek itu ada konvensasi atau berikan rumah yang pantas bagi mereka. Para veteran menangis dimana ia akan tinggal? para veteran dan juga keluarganya berharap apa yang ia berikan kepada negara tidak sebanding dengan apa yang ia perjuangkan. Apakah pemerintah jatuh miskin bila menyediakan rumah utuk mereka ? Sedangkan mereka juga mengeluh masalah kesehatan. Dengan askes ia berobat, pelayanan di rumah sakit pun tidak paripurna, obat yang di berikan juga obat generik itupun mengantri berjam-jam supaya dapat obat. Mbah karjo kami generasi muda dengan ketulusan hati mau mengucapkan terimakasih atas perjuangan Mbah karjo dan teman-teman, tanpa Mbah Karjo kami tidak bisa maju seperti ini. Mbah karjo hanya meminta lanjutkan perjuangan, jangan sia-siakan kami. 64 tahun Indonesia merdeka jangan lupakan karya pejuang negeri ini sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Dirgahayu indonesiaku, merdeka...walau Mbah karyo belum merdeka untuk mendapatkan rumah !
Diperbarui sekitar 2 bulan yang lalu · ·

Jumat, 23 Oktober 2009

KU DENGAR BERKATMU TURUN ( kj 235 )

Bapak jangan kau lewati, aku walau ku cemar
ku tak layak Kau dekati, namun rahmatMu besar
Aku pun, aku pun kasihani aku pun !


Syair lagu ini dikarang oleh Elizabet Harris Codner yang lahir tahun 1824, Dia adalah Istri seorang Pendeta Daniel Codner. Elizabet Codner pada suatu hari tertegun membaca kata-kata dalam Yehezkiel 34 :26. Kata -kata ini sangat tepat bahwa manusia perlu tiap hari dicurahi hujan berkat dan penyejuk oleh Roh Kudus.

Ketika Elizabet masih merenungkan ayat tersebut, ia mendapat laporan dari pelayanan Penginjilan tentang kegairahan rohani di Irlandia, Ia merasakan suka cita yang mendalam namun elizabet berharap orang Irlandia tidak hanya mendengar dan seperti penonton saja namun senantiasa menjadi pelaku Firman. Dengan mengutip Yeheskiel 34 : 26, kiranya orang Irlandia tercurahkan berkat.

Minggu berikutnya, Elizabet Codner tidak pergi ke gereja karena sakit, tetapi sambil mengingat tentang kegairahan rohani orang-orang Irlandia terilhami Ia menulis syair tersebut ( KJ 235 )

Beberapa waktu kemudian syair itu sampai di tangan William Batchelder Bradbury seorang komponis dan mengarang melodi lagu tersebut , itulah yang sampai ke kita sekarang. William sendiri andal dalam menciptakan lagu rohani, lagu-lagunya yang sangat terkenal yaitu : Indahnya saat yang teduh (KJ 454 ) Tenanglah kini hatiku (KJ 410 ) Yesus sayang padaku ( Kj 184 ) dan lain-lain.

Senin, 19 Oktober 2009

Lebih dekat dengan KJ 392 : KU BERBAHAGIA

KU BERBAHAGIA YAKIN TEGUH, YESUS ABADI KEPUNYAANKU !
AKU WARISNYA KU DITEBUS, CIPTAAN BARU ROHULKUDUS....

Demikian sepenggal bait dari lagu KJ 392 : KU BERBAHAGIA.Lagu- lagu yang disebut Gospel Song tumbuh di amerika serikat menjelang akhir abad 19 . Penggerak lagu-lagu tersebut ada : Moody, Fany Crosby, dan lain-lain. Orang Amerika menganggap adanya lagu tersebut sebagai sumbangan terhadap lagu-lagu Kristen yang bertujuan bagi pertumbuhan Iman.
Fany Crosby pengarang syair lagu ini , telah mengarang lebih dari 8000 lagu, walau matanya buta, Fany Crosby menulis setiap lagu dari mata rohaninya hingga lagu-lagunya saat ini masih menyentuh bagi jemaat, salah satu lagu yang dikarang oleh Fany Crosby adalag lagu yang terdapat juga dalam Kidung Jemaat : Di jalanku Kudiiring, sangat menyentuh bagi kita semua.

Sebenarnya banyak lagu yang dikarang Fany Crosby, tetapi ia sering menggunakan nama samaran dalam menciptakan lagu-lagu rohani yang lainnya. Fany memakai dua ratus nama samaran . Sering juga para pendeta datang kepada Fany untuk meminta syair lagu yang dikarangnya.

Lagu ku berbagia adalah suatu refleks iman ( ziara Iman ) yang dialami fany Crosby, ia merasakan sangat berbahagia memiliki Iman kepada Yesus Kristus, Karya penyelamatan dari Kristus adalah segalanya, tanpa Yesus tidak lah ada artinya. Fany Crosby mengungkapkan rasa nikmat hidu didalam Yesus seperti penggalan lagu ini pada bait ke dua :
PASRAH SEMPURNA NIKMAT PENUH; SUKA SURGAWI MELIMPAHIKU. LAGU MALAIKAT AMAT MERDU, KASIH DAN RAHMAT BESERTAKU.

Lagu ini melodinya dikarang oleh Ny. Joseph Knapp ( 1873 ) sahabat Fany Crosby. Pada suatu hari Ny Knapp memainkan melodinya lalu bertanya kepada Fany Crosby : " Apa kata melodi ini ? " segera Fany menjawab : " Ku berbahagia, yakin teguh ! " fany Crosby hidup sampai berumur 95 tahun, Tuhan memakai Fany Crosby walau matanya buta.

Lebih dekat dengan KJ 392 : KU BERBAHAGIA

KU BERBAHAGIA YAKIN TEGUH, YESUS ABADI KEPUNYAANKU !
AKU WARISNYA KU DITEBUS, CIPTAAN BARU ROHULKUDUS....

Demikian sepenggal bait dari lagu KJ 392 : KU BERBAHAGIA.Lagu- lagu yang disebut Gospel Song tumbuh di amerika serikat menjelang akhir abad 19 . Penggerak lagu-lagu tersebut ada : Moody, Fany Crosby, dan lain-lain. Orang Amerika menganggap adanya lagu tersebut sebagai sumbangan terhadap lagu-lagu Kristen yang bertujuan bagi pertumbuhan Iman.
Fany Crosby pengarang syair lagu ini , telah mengarang lebih dari 8000 lagu, walau matanya buta, Fany Crosby menulis setiap lagu dari mata rohaninya hingga lagu-lagunya saat ini masih menyentuh bagi jemaat, salah satu lagu yang dikarang oleh Fany Crosby adalag lagu yang terdapat juga dalam Kidung Jemaat : Di jalanku Kudiiring, sangat menyentuh bagi kita semua.

Sebenarnya banyak lagu yang dikarang Fany Crosby, tetapi ia sering menggunakan nama samaran dalam menciptakan lagu-lagu rohani yang lainnya. Fany memakai dua ratus nama samaran . Sering juga para pendeta datang kepada Fany untuk meminta syair lagu yang dikarangnya.

Lagu ku berbagia adalah suatu refleks iman ( ziara Iman ) yang dialami fany Crosby, ia merasakan sangat berbahagia memiliki Iman kepada Yesus Kristus, Karya penyelamatan dari Kristus adalah segalanya, tanpa Yesus tidak lah ada artinya. Fany Crosby mengungkapkan rasa nikmat hidu didalam Yesus seperti penggalan lagu ini pada bait ke dua :
PASRAH SEMPURNA NIKMAT PENUH; SUKA SURGAWI MELIMPAHIKU. LAGU MALAIKAT AMAT MERDU, KASIH DAN RAHMAT BESERTAKU.

Lagu ini melodinya dikarang oleh Ny. Joseph Knapp ( 1873 ) sahabat Fany Crosby. Pada suatu hari Ny Knapp memainkan melodinya lalu bertanya kepada Fany Crosby : " Apa kata melodi ini ? " segera Fany menjawab : " Ku berbahagia, yakin teguh ! " fany Crosby hidup sampai berumur 95 tahun, Tuhan memakai Fany Crosby walau matanya buta.

Minggu, 11 Oktober 2009

BUDAYA KERJA DAN TEORI MAX WEBER

Keberhasilan sebuah perusahaan atau yang lain salah satunya terletak pada semangat kerja, atau memiliki ethos kerja. Bekerja adalah hakekat manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, pekerjaan manusia memiliki penyorotan yang istimewa dalam Alkitab ( Yoh 5:17 )Memuliakan Tuhan bukan saja terbatas pada acara ibadah tetapi juga pada semua dimensi kehidupan yang artinya bahwa Tuhan juga berkuasa dalam kehidupan keluarga, pekerjaan dan juga kehidupan sosial. Dalam Tesis Max weber : The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, memperlihatkana bahwa adanya hubungan doktrin agama dengan prilaku ekonomi. Max Weber melihat ada dua dimensi saling terpaut antara satu dengan yang lain dimana dorongan agama dan aktivitas manusia membawa dampak pada ekonomi.Menurut Weber, kapitalis modern timbul karena hasil kumulatif kekuatan sosial,ekonomi, politik dan agama. Pengaruh agama sangat menentukan berbagai kebijakan termasuk ekonomi. kaum Calvinis melakukan semangat kerja yang terinspirasi dari John Calvin yang mengatakan : kerja adalah keharusan demi kelangsungan hidup, bekerja keras menghilangkan kebimbangan religius. Dengan rahmat Tuhan yang menolong dalam kehidupan serta semangat kerja sebagai wujud ke berimanan. Bagi Weber, Ethos kaum Calvinis tidak hidup santai, proaktiv, dan optimis.Terinspirasi dari kaum Calvinis maka lahirlah tesis Max Weber tentang kapitalime dan budaya kerja. Bekerja itu adalah bagian dalam pelayanan,sebab bekerja itu adalah anugrah dari Allah karena Allah sedang membangun kerajaanNya di dunia ini, maka peran manusia dipanggil untuk turut bekerja, sehingga kita disebut sebagai: teman sekerja Allah.Dalam Matius 6: 25-34 dikatakan tentang bunga bakung, burung di udara yang diberikan kehidupan oleh Allah , hal ini tidak membuat kita tidak bekerja, tetapi ayat tersebut meneguhkan kita agar jangan kuatir dalam hidup ini. Dalam perumpamaan tentang Talenta (Matius 25 ) Allah memanggil kita untuk bekerja dengan tanggung jawab dan setia pada pekerjaan sebagai bagian dalam iman kita. Tuhan mengingatkan kita supaya berjaga-jaga dan bekerja sampai Ia datang kelak ( Markus 13 :35, Lukas 12 :17 )Rasul Paulus mengingatkan dan melarang kita untuk mencuri, korupsi. Barang siapa tidak bekerja lambat laun akan menjadi benalu atau parasit( Epesus 4:28 ) Bekerja adalah bagian dalam ibadah apabila jujur, bekerja keras, ORAET LABORA.ayo bekerja...!

nak...maaafkan bapakmu seorang koruptor

Aku malu, kepadamu anakku, uang sekolahmu, bajumu, semua kebutuhan hidupmu kuberikan kepadamu karena hasil dari korupsi.Sekarang Bapakmu ada di LP cipinang mendekam 4 tahun lamanya. Anakku ...bapakmu ini malu, Bapakmu ini tidak dapat memberikan teladan kepadamu. Dalam doaku anakku, kalau bisa Tuhan menggantikkan aku sebagai bapak biologismu. tetapi apa mungkin ? Bapakmu ini rakus, tidak perna puas, tidak perna bersyukur kepada Tuhan, apalagi pergi ke gereja. Anakku, Bapakkmu berharap kelak engkau tidak meniru Bapakmu yang jahat ini, juga tidak meniru ibumu yang menjerumuskan Bapakmu hingga tergoda melalukan korupsi. Bapakmu tidak tahu sekarang ibumu dimana, mungkin ia pergi dengan laki-laki lain, hancur hati bapakmu, Clara anakku... Maafkan Bapak yah...dua minggu yang lalu bapakmu mau coba bunuh diri, karena malu di ekspose media masa, orang -orang yang dulu dekat dengan kita sudah menjauh, dulu bapakmu dipuja-puja, sekarang mereka berbalik menghujat bapakmu. Bapakmu ini pengecut !aku tahu Clara kamu tertekan bathin, teman-temanmu sering mengejek kamu. Bapak berpesan kamu tabah yah nak...kamu tidak salah, bapak dan ibumu yang salah. Dulu bapak berpikir dengan kekayaan saja kamu bahagia, tetapi kamu butuh bapak, butuh kasih sayang ibumu, butuh belaian orang tuamu. Anakku Clara kemarin ada kebaktian di penjara, yang melayani pendeta dari gereja Oikumene. Ia menyampaikan kotbah menyejukkan hati bapamu ini, ia berkotbah berkobar-kobar supaya banyak orang menerima Yesus, bapakmu heran clara, kenapa pendeta itu bahagia yah, padahal iadatang ke LP ini modal sendiri, bahkan ia tidak perna dibayar dan tidak mau dibayar, dulu aku mengira pendeta itu intel nyatanya hanya seorang hamba yang perduli terhadap orang yang terluka hatinya, orang yang hancur hatinya. Clara anakku , Bapakmu tidak melarang kamu jadi pejabat, tetapi tadi malam bapakmu bernazar kelak kamu bisa jadi pendeta. Merwartakan kabar baik, belajar yang rajin yah anakku...Bapakmu menangis Clara... engkau besar di- didik oleh seorang pembantu...terima kasih Mbok sum, jaga anak saya, didik dia supaya jujur, didik dia supaya dapat mandiri. ( Dari catatan seorang koruptor dibalik terali )

ketika harga diri bangsa ini diinjak-injak!

udah yang kesekian kalinya Malaysia menginjak-injak harga diri bangsa ini, tetapi mengapa pemerintah Indonesia terkesan lemah dan hati-hati. Orang bijak perna berkata, apa arti manusia hidup kalau tidak memiliki harga diri, apalagi sebuah bangsa. Upaya malaysia yang dilakukan saat ini bukan kehilafan, tetapi sudah sistematis, pongah, sombong, mengangap Indonesia rendah. Indonesia bagi mereka adalah bangsa Indon ( budak, penjahat, warga kelas dua ) Tatapi bangsa indonesia bangsa yang lupa, pasrah, atau masa bodoh. Mari kita perhatikan lima tahun belakangan ini. seakan-akan malaysia bangsa yang lebih hebat, mereka sewenag-wenang terlebih-lebih kepada orang Indonesia, Dalam hubungan bilateral , malaysia selalu terlihat mesra dengan argumen Indonesia dan malaysia adalah bangsa serumpun.Tetapi nyatanya ?... Mari kita lihat apa yang dilakukan malaysia terhadap Indonesia. Seorang wasit karate Indonesia perna dipukuli oleh polisi malaysia. Harga diri kita terinjak -injak karena wasit karate kita hanjur lebam oleh tindakan brutal polisi malaysia. Mereka lalu minta maaf dengan alasan salah tangkap. Sepertinya suatu hal yang tidak masuk akal. Apakah salah tangkap ketika wasit kita yang mengemban dan membawa nama bangsa ini bertugas digebuki di sekitar arena kejuaraan karate Asia ? Apakah salah tangkap bila wasit kita menggunakan atribut indonesia. Apakah salah tangkap, bila ada niatan baik dari polisi malaysia menanyakan dulu sesuai prosedur kepolisian international tanpa harus menganiaya. Langka tepat yang diambil kepala kontingen Indonesia untuk menarik dir dari kejuaraan Asia oleh karena tindakan sewenang -wenang yang dilakukan oleh malaysia sebagai Tuan Rumah.
Bangsa kita juga tersentak oleh sikap malaysia yang tidak tahu malu, ketika mereka mengklaim tentang lagu " rasa sayange " mereka anggap sebagai lagu malaysia dan menjadi lagu Visit pariwisata malaysia. Memang malaysia bangasa yang tidak kraetif, bangsa yang merasa hebat tetapi kurang peka akan perasaan negara tetangga, apalah artinya bangsa yang kaya bila selalu mengakui dan mengakui. Secara beruntun Malaysia kembali membuat Indonesia marah ketika mereka seenak-enaknya menganggap Reog ponorogo adalah kebudayaan mereka. Logika yang tidak masuk akal, Reog Ponorogo adalah karya budaya Bangsa Indonesia yang Adi Luhung, mereka mengakui itu tanpa salah dan dosa, Wayang kulit juga diakui mereka, Batik juga diakuinya sebagi hasil produk malaysia.Angklung dari jawa-barat diakuinya. Saat ini malaysia melakukan upaya sistematis, teroris Nurdin M. Top yang telah meresahkan Indonesia,mengobok-obok negeri ini , atas nama perjuangannya mengawini belasan wanita Indonesia. Selain itu tanpa rasa malu dan sesal malaysia kembali mengusik Indonesia ketika angkatan perang nya memasuki wilayah perairan Indonesia, satu tujuan yang akan mereka lakukan mengambil Ambalat menjadi milik Malaysia, karena Sipadan dan Ligitan sudah mereka kuasai dan miliki. Tari Pendet yang merupakan tari ritual keagamaan masyarakat Hindu Bali dianggap sebagai tari dari Malaysia. Padahal dunia internasional tahu Malaysia bukan mayoritas beragama Hindu, dan Malaysia juga bukan bali. lagi-lagi TV Swasta (metro TV )menayangkan ke angkuhan Malaysia , ketika TKI Indonesia dihajar, dipukuli hingga babak belur. Hati kita miris dan sedih, terlebih -lebih mereka memelesetkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dari sekian tindakan malaysia, tidak ada upaya Political Wiill Pemerintah Indonesia terhadap Malaysia. Saya bertanya saat ini , apakah bangsa ini sudah tidak punya harga diri lagi ?
Seharusnya SBY berani bertindak tegas terhadap malaysia, agar hal serupa tidak terulang kembali, teladani keberanian Presiden Sukarno yang secara tegas mengatakan : ganyang malaysia ! Bukan kah Indonesia bangsa yang beradap, bangsa yang besar, bangsa yang tidak mau diinjak-injak. Bentuk perlawanan yang harus kita lakukan : Lawan ! Bukan kah ditahun 1960-1970 guru-guru kita mendidik orang malaysia menjadi pintar, tetapi air susu dibalas air tuba. Bila kita diam maka akan lahir manohara-manohara yang teraniaya, TKI yg diperkosa dan disiksa. Bersikaplah dan bertindaklah pemerintahku untuk sebuah harga diri dan kedaulatan NKRI.

MENGENAL LEBIH DEKAT LAGU KIDUNG JEMAAT 64

Bila kulihat bintang gemerlapan,dan bunyi guruh kudengar


Lagu KJ 64 sering kita nyanyikan. Tahukah anda... Lagu ini terkenal di abad ke20 dan sangat disukai orang diseluruh dunia. Penyanyi George Beverly Shea ikut membuat lagu ini sangat populer karena dinyanyikan pada acara kebaktian kebangunan rohani. Syair aslinya berasal dari Swedia yang dikarang oleh seorang Pendeta Carl Boberg pada tahun 1886 dan lagu ini berasal dari pengalamannya sendiri. Pada suatu kali ia mengalami badai yang sangat menakutkan dan kilat yang menyambar bertubi-tubi.

Tetapi tak lama kemudian udara tenang kembali, dan matahari bersinar terang, hati pendeta Carl Borbeg sangat bersyukur, Ia berlutut dan memuji kebesaran Tuhan. Melalui peristiwa tersebut Ia menulis syair yang sampai kepada kita sekarang.

Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam penebus
Ku tertegun bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.