Minggu, 11 Oktober 2009

nak...maaafkan bapakmu seorang koruptor

Aku malu, kepadamu anakku, uang sekolahmu, bajumu, semua kebutuhan hidupmu kuberikan kepadamu karena hasil dari korupsi.Sekarang Bapakmu ada di LP cipinang mendekam 4 tahun lamanya. Anakku ...bapakmu ini malu, Bapakmu ini tidak dapat memberikan teladan kepadamu. Dalam doaku anakku, kalau bisa Tuhan menggantikkan aku sebagai bapak biologismu. tetapi apa mungkin ? Bapakmu ini rakus, tidak perna puas, tidak perna bersyukur kepada Tuhan, apalagi pergi ke gereja. Anakku, Bapakkmu berharap kelak engkau tidak meniru Bapakmu yang jahat ini, juga tidak meniru ibumu yang menjerumuskan Bapakmu hingga tergoda melalukan korupsi. Bapakmu tidak tahu sekarang ibumu dimana, mungkin ia pergi dengan laki-laki lain, hancur hati bapakmu, Clara anakku... Maafkan Bapak yah...dua minggu yang lalu bapakmu mau coba bunuh diri, karena malu di ekspose media masa, orang -orang yang dulu dekat dengan kita sudah menjauh, dulu bapakmu dipuja-puja, sekarang mereka berbalik menghujat bapakmu. Bapakmu ini pengecut !aku tahu Clara kamu tertekan bathin, teman-temanmu sering mengejek kamu. Bapak berpesan kamu tabah yah nak...kamu tidak salah, bapak dan ibumu yang salah. Dulu bapak berpikir dengan kekayaan saja kamu bahagia, tetapi kamu butuh bapak, butuh kasih sayang ibumu, butuh belaian orang tuamu. Anakku Clara kemarin ada kebaktian di penjara, yang melayani pendeta dari gereja Oikumene. Ia menyampaikan kotbah menyejukkan hati bapamu ini, ia berkotbah berkobar-kobar supaya banyak orang menerima Yesus, bapakmu heran clara, kenapa pendeta itu bahagia yah, padahal iadatang ke LP ini modal sendiri, bahkan ia tidak perna dibayar dan tidak mau dibayar, dulu aku mengira pendeta itu intel nyatanya hanya seorang hamba yang perduli terhadap orang yang terluka hatinya, orang yang hancur hatinya. Clara anakku , Bapakmu tidak melarang kamu jadi pejabat, tetapi tadi malam bapakmu bernazar kelak kamu bisa jadi pendeta. Merwartakan kabar baik, belajar yang rajin yah anakku...Bapakmu menangis Clara... engkau besar di- didik oleh seorang pembantu...terima kasih Mbok sum, jaga anak saya, didik dia supaya jujur, didik dia supaya dapat mandiri. ( Dari catatan seorang koruptor dibalik terali )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar