Kesia-sian Kekayaan
(Pengkhotbah 5:9-11)
Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya, tetapi kekayaan yang didapatkan harus yang jujur, dan berkenan dihadapan Allah, bila seseorang kaya bisa juga membantu orang-orang susah !
Tidak ada jaminan orang yang kaya harta otomatis ia bahagia. Kekayaan hanya sebagai sarana bukan segala-galanya membuat bahagia.
Saudara/I kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo, dimana tema dari kitan Pengkhotbah adalah : Kesia-sian hidup yang terlepas dari Allah.
Salomo menulis kitab Pengkhotbah ditahun-tahun akhir hidupnya, dan tujuan menulis kitab Pengkhotbah sebagai ungkapan penyesalan sebelum ia wafat. Salomo menyatakan penyesalan bila hanya terfokuskan pada harta duniawi dan ambisi pribadi. Adalah lebih penting kita senantiasa takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya.
Melalui pembacaan ini kita dingatkan kembali bahwa uang (kekayaan) dapat berdampak : sombong, gila dan sebagainya ! Tetapi dalam Matius 6:21-22 kita dingatkan :
- Yang terpenting bagaimana kita mengumpulkan harta disurga (percaya pada Yesus)
- Sikap hati atau tidak diperbudak oleh kekayaan : Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada.
Bagaimana sikap orang Kristen mengenai kekayaan
I. Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya tetapi kekayaan itu sebagai berkat dari Tuhan, dan kekayaan itu harus yang benar dan berkenan kepada Allah (Ulangan 8:18)
(1 Timotius 6:17-19)
a. Dalam kehidupan ini banyak orang mencari kekayaan dengan menghalalkan segala cara seperti korupsi
b. Kekayaan harus didapatkan dari hal yang benar dan jujur Yesaya 32:17
c. Jangan mencari kekayaan dengan menduakan Tuhan
- Menjual iman oleh karena kedudukan dan kekayaan
- Pesugihan atau dunia hitam untuk memperoleh kekayaan
II. Sikap orang percaya terhadap kekayaan adalah agar iman keyakinan kita tidak dikalahkan oleh kekayaan (Matius 6:21)
(Ulangan 6:10-12, 8:17-18, Amsal 30:7-9)
Kekayaan dilukiskan :
a. Kekayaan akan binasa (Yakobus 5:2)
b. Kekayaan dapat dicuri (Matius 6:19)
c. Kekayaan dapat hilang (Yeremia 48:36)
d. Kekayaan fana (Amsal 23:5)
e. Tidak abadi (Amsal 27:24)
f. Cinta uang merupakan akar segala kejahatan (I Timotius 6:10)
g. Cinta uang atau kekayaan sering menjadi penghalang untuk menerima Injil (Markus 10:23-25)
III. Sikap orang percaya terhadap kekayaan, agar orang kaya tidak menjadi
sombong (I Timotius 6:17)
(Tidak tinggi hati, Mazmur 49:17-18, Keluaran 20:17)
a. Kecenderungan orang kaya bila tidak memiliki iman membuat menjadi sombong (Ulangan 8:17)
b. Tidak memegahkan diri (Mazmur 49:7)
c. Melupakan Allah (Ulangan 8:13-14)
d. Meninggalkan Allah (Ulangan 32:15)
IV. Sikap orang percaya kekayaan untuk dapat tolong-menolong (Matius 19:21)
a. Menolong orang miskin – Tidak menutup diri (I Yohanes 3:17)
b. Senantiasa membagi (I Timotius 6:18)
c. Untuk membantu pelayanan (Markus 12:42-44)
V. Banyak hal yang lebih penting dari kekayaan, ada hal yang tidak dapat
dibeli oleh kekayaan
a. Hikmat (Amsal 16:16)
b. Hidup benar (Amsal 28:6)
c. Tidur nyenyak (Pengkhotbah 5:11)
d. Kesehatan (Lukas 8:43)
e. Ketenangan dan damai sejahtera (Pengkhotbah 4:6, Amsal 15:16)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar