Minggu, 11 Oktober 2009

ketika harga diri bangsa ini diinjak-injak!

udah yang kesekian kalinya Malaysia menginjak-injak harga diri bangsa ini, tetapi mengapa pemerintah Indonesia terkesan lemah dan hati-hati. Orang bijak perna berkata, apa arti manusia hidup kalau tidak memiliki harga diri, apalagi sebuah bangsa. Upaya malaysia yang dilakukan saat ini bukan kehilafan, tetapi sudah sistematis, pongah, sombong, mengangap Indonesia rendah. Indonesia bagi mereka adalah bangsa Indon ( budak, penjahat, warga kelas dua ) Tatapi bangsa indonesia bangsa yang lupa, pasrah, atau masa bodoh. Mari kita perhatikan lima tahun belakangan ini. seakan-akan malaysia bangsa yang lebih hebat, mereka sewenag-wenang terlebih-lebih kepada orang Indonesia, Dalam hubungan bilateral , malaysia selalu terlihat mesra dengan argumen Indonesia dan malaysia adalah bangsa serumpun.Tetapi nyatanya ?... Mari kita lihat apa yang dilakukan malaysia terhadap Indonesia. Seorang wasit karate Indonesia perna dipukuli oleh polisi malaysia. Harga diri kita terinjak -injak karena wasit karate kita hanjur lebam oleh tindakan brutal polisi malaysia. Mereka lalu minta maaf dengan alasan salah tangkap. Sepertinya suatu hal yang tidak masuk akal. Apakah salah tangkap ketika wasit kita yang mengemban dan membawa nama bangsa ini bertugas digebuki di sekitar arena kejuaraan karate Asia ? Apakah salah tangkap bila wasit kita menggunakan atribut indonesia. Apakah salah tangkap, bila ada niatan baik dari polisi malaysia menanyakan dulu sesuai prosedur kepolisian international tanpa harus menganiaya. Langka tepat yang diambil kepala kontingen Indonesia untuk menarik dir dari kejuaraan Asia oleh karena tindakan sewenang -wenang yang dilakukan oleh malaysia sebagai Tuan Rumah.
Bangsa kita juga tersentak oleh sikap malaysia yang tidak tahu malu, ketika mereka mengklaim tentang lagu " rasa sayange " mereka anggap sebagai lagu malaysia dan menjadi lagu Visit pariwisata malaysia. Memang malaysia bangasa yang tidak kraetif, bangsa yang merasa hebat tetapi kurang peka akan perasaan negara tetangga, apalah artinya bangsa yang kaya bila selalu mengakui dan mengakui. Secara beruntun Malaysia kembali membuat Indonesia marah ketika mereka seenak-enaknya menganggap Reog ponorogo adalah kebudayaan mereka. Logika yang tidak masuk akal, Reog Ponorogo adalah karya budaya Bangsa Indonesia yang Adi Luhung, mereka mengakui itu tanpa salah dan dosa, Wayang kulit juga diakui mereka, Batik juga diakuinya sebagi hasil produk malaysia.Angklung dari jawa-barat diakuinya. Saat ini malaysia melakukan upaya sistematis, teroris Nurdin M. Top yang telah meresahkan Indonesia,mengobok-obok negeri ini , atas nama perjuangannya mengawini belasan wanita Indonesia. Selain itu tanpa rasa malu dan sesal malaysia kembali mengusik Indonesia ketika angkatan perang nya memasuki wilayah perairan Indonesia, satu tujuan yang akan mereka lakukan mengambil Ambalat menjadi milik Malaysia, karena Sipadan dan Ligitan sudah mereka kuasai dan miliki. Tari Pendet yang merupakan tari ritual keagamaan masyarakat Hindu Bali dianggap sebagai tari dari Malaysia. Padahal dunia internasional tahu Malaysia bukan mayoritas beragama Hindu, dan Malaysia juga bukan bali. lagi-lagi TV Swasta (metro TV )menayangkan ke angkuhan Malaysia , ketika TKI Indonesia dihajar, dipukuli hingga babak belur. Hati kita miris dan sedih, terlebih -lebih mereka memelesetkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dari sekian tindakan malaysia, tidak ada upaya Political Wiill Pemerintah Indonesia terhadap Malaysia. Saya bertanya saat ini , apakah bangsa ini sudah tidak punya harga diri lagi ?
Seharusnya SBY berani bertindak tegas terhadap malaysia, agar hal serupa tidak terulang kembali, teladani keberanian Presiden Sukarno yang secara tegas mengatakan : ganyang malaysia ! Bukan kah Indonesia bangsa yang beradap, bangsa yang besar, bangsa yang tidak mau diinjak-injak. Bentuk perlawanan yang harus kita lakukan : Lawan ! Bukan kah ditahun 1960-1970 guru-guru kita mendidik orang malaysia menjadi pintar, tetapi air susu dibalas air tuba. Bila kita diam maka akan lahir manohara-manohara yang teraniaya, TKI yg diperkosa dan disiksa. Bersikaplah dan bertindaklah pemerintahku untuk sebuah harga diri dan kedaulatan NKRI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar