Kamis, 17 Desember 2009

SAMBUTLAH NATAL !

"Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di atas palungun, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." (Lukas 2:6-7).

Hari Natal yang di kenang di seluruh dunia dipenghujung tahun sudah makin jauh dari Natal pertama yang syahdu dan sederhana seperti gambaran dalam ayat di atas. Hari Natal pertama diisi dengan kesederhanaan dimana di samping orang-orang Majus yang kaya hadir juga para gembala yang sederhana untuk menyambut kelahiran bayi Yesus, kelahiran-Nya yang tidak dirayakan di penginapan atau di istana, tetapi di sebuah palungan di kota Betlehem. Inilah makna Natal sebenarnya dimana damai Allah menyertai semua manusia, damai di hati tanpa dekorasi yang berarti.
Masakini, di bulan Desember, kita dapat menyaksikan di mana-mana, terutama restoran, mal dan hotel, dan di siaran TV, banyak dikumandangkan persiapan menyambut hari Natal dengan belanja akhir tahunnya, apakah masih ada yang tersisa dari Natal Betlehem di balik hiruk-pikuk perayaan Natal di masa kini?
Pohon Natal adalah gambaran yang indah di Eropah di musim salju ketika salju memenuhi permukaan bumi dan pohon-pohon berguguran daunnya, di situ kita melihat pohon-pohon den yang tegap berdiri dengan kehijauan daunnya yang tetap memberikan harapan segar. Di malam hari, di balik pohon ini kita dapat melihat kerlap-kerlip lampu-lampu rumah di sela-sela daun-daunnya. Apalagi kesan indah ini diiringi lagu ´Malam Kudus´ memberi rasa syahdu dan damai bagi mereka yang melihat pohon itu dan mendengar lagu itu. Pohon yang kemudian dijadikan lambang pohon terang itu sekarang sudah meluas menjadi hiasan di toko-toko serba ada di seluruh dunia, namun apakah makna sebenarnya Natal yaitu ´kelahiran Juruselamat manusia´ itu masih bisa dilihat di balik kemeriahan belanja akhir tahun itu?
Sebenarnya Franciscus dari Assisilah yang pertama kali memperkenalkan replika kandang dengan ternak dengan patung-patung kecil Yusuf, Maria dan bayi dalam alungan dan para majus dan gembala disekitarnya, yang sering kita lihat sebagai hiasan Natal baik di gereja maupun di rumah. Replika inilah yang menjadi hiasan sejak abad-13 sebelum pohon Natal diperkenalkan, dan diiringi Christmas Carol yang dinyanyikan sekelompok orang dari rumah ke rumah. Pohon Den dengan kerlap-kerlip kemudian dijadikan ambang kekekalan dan dijadikan pohon Natal seperti yang kita kenal sekarang.
Pohon Natal yang sederhana itu kemudian di abad-18 berkembang dengan adanya penambahan dekorasi hiasan-hiasan Natal, dan lama kelamaan dekorasi itu begitu lebatnya sehingga lambang pohon dan sinarnya yang menjadi simbol kekekalan dan kesyahduan menjadi terkubur oleh hiruk pikuk dan kemeriahan hiasannya. Suasana Natal untuk mengenang kesederhanaan kelahiran Tuhan Yesus yang menyelamatkan manusia kini banyak tertutup oleh pesta pora dengan segala hiasan yang mewah dan bukan lagi dirayakan oleh umat Kristiani saja tetapi meluas oleh umum. Perayaan Natal perlu kembali mengalami ´de-sekularisasi´.
Pada abad-11, Nicholas seorang uskup yang baik hati yang suka membagi-bagikan hadiah pada anak-anak dirayakan pada tengah malam tanggal 5 Desember, namun lama-lama legenda ´Santo´ Nicholas ini di adopsi di negeri Belanda dan dirayakan sebagai ´Sinter-Klaas´ dan kemudian di Amerika dirayakan sebagai ´Santa Calus´ yang sekarang dimasukkan ke dalam rangkaian perayaan Natal dan sambil menaiki kereta salju ditarik rusa kutup terbang di atas rumah-rumah penduduk sambil membagi-bagikan hadiah di rayakan di malam Natal.
Figur Santa Claus ini merupakan campuran figur Santo Nicholas dan Odin, dewa yang disembah orang Norwegia. Gambaran mitologi Odin ini lebih-lagi pada masakini diisi dengan berbagai pertunjukan gaib dengan peri-peri yang membawa tongkat berujung bintang mendatangkan mujizat-mujizat. Masa kini beberapa supermal menghadirkan ´magic´ Christmas dengan gambaran peri bertongkat-bintang gaib ini. Gambaran Natal yang serba wah ini kemudian makin rusak karena sudah menjadi hiasan umum baik di daerah lampu merah di New York, London maupun Paris, dan di Ginza di Tokyo yang mayoritas penduduknya bukan Kristen suasana Natal juga di rayakan dengan meriah. Natal bukanlagi merupakan moral-force yang menobatkan tetapi sekedar perayaan.
Benar-benar kemeriahan perayaan Natal masakini perlu di de-mitologisasikan, agar kita dapat mengenal benar-benar berita kesukaan akan kelahiran juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera bagi semua manusia di dunia. Perayaan yang meriah di gedung gereja yang tertutup, dan lebih lagi di ballroom hotel yang eksklusif sudah jauh berbeda dengan kondisi palungan di malam Natal pertama yang dihadiri para gembala yang sederhana.
Umat Kristen sedang menyiapkan hari Natal di akhir tahun ini, dan sudah tiba saatnya umat Kristen mengembalikan hakekat Natal kepada artinya semula dan tidak terkecoh oleh gemerlapannya kerlap-kerlip lampu listrik dan dekorasi yang wah. Umat Kristen perlu men de-sekularisasi-kan dan de-mitologisasi-kan perayaan-perayaan natal yang sudah melenceng jauh dari makna asalinya.
Di tengah kepedihan yang dialami ribuah keluarga yang menghadapi PHK di PT-DI, dan begitu banyaknya keluarga digusur dari rumah kumuh mereka atau tempat jualan mereka di kaki lima dan tidak memperoleh tempat membaringkan kepala, dan palunganpun tidak, umat Kristiani dipanggil untuk menghadirkan Natal terutama bagi mereka yang tersingkir, yang terpinggirkan, dan yang dilupakan. Setidaknya dengan menjalankan upacara dengan sederhana, apalagi kalau disertai dengan kasih yang meluap keluar ke jalan-jalan yang dingin, setidaknya umat manusia benar-benar lebih bisa merasakan bahwa Natal itu memang mendatangkan damai sejahtera bagi manusia di bumi dan bukan sebaliknya.
Selamat mempersiapkan Natal mendatang dan menyatakan kasih dan damai sejahtera Allah bagi umat di sekeliling kita. Amin!

Kamis, 10 Desember 2009

REFLEKSI HARI HAM SEDUNIA

Peringatan OLEH WIDJI TUKUL

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

Rabu, 09 Desember 2009

“Negeri para bedebah” oleh Adhie M Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !

Minggu, 29 November 2009

AMIR SYARIFUDIN HARAHAP

Sejarah kerap mencatat bahwa revolusi telah memakan anaknya sendiri. Amir Syarifuddin Harahap (1907-1948), mantan Perdana Menteri ke-2 Indonesia ini menjadi korban revolusi yang turut dia lahirkan. Amir meninggal dengan tragis pada 19 Desember 1948, saat dieksekusi oleh regu tembak bersama sembilan orang tanpa nama.

Tak banyak literatur dan informasi tentang putra Mandailing ini. Itu sebabnya sosoknya tidak banyak yang tahu. Jarang diangkat media. Informasi tentang pejuang ini selalu diberangus.
satu fakta, tahun 1984 Penerbit Sinar Harapan menerbitkan tesis Frederiek Djara Wellem yang diluncurkan di Gedung STT Jakarta, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Buku biografi diberi judul “Amir Syarifuddin; Pergumulan Iman dan Perjuangan Kemerdekaan”.
Namun, tidak berapa lama buku itu di-sweeping, dilarang beredar, di masa pemerintahan Soeharto karena dianggap merusak sejarah Indonesia.

Buku itu dianggap sesat. Padahal, dialah salah seorang bapak pendiri bangsa dalam
memperjuangkan eksistensi NKRI. Perjuangannya tidak pernah dihargai negara. Pusara, gundukan makamnya, tertulis nisan tanpa nama, di Desa Ngaliyan, Karanganyar, Jawa Tengah. Makam untuk mantan perdana menteri ini tidak seperti sejawatnya, Soekarno, Hatta dan Syharier menerima penghargaan berupa bintang jasa.

Digelari sebagai pahlawan, dan dikubur di makam yang terhormat. Pada 27 Mei 2008 lalu, untuk mengenang jasa-jasanya, STT Jakarta mempelopori seminar bertajuk “Amir Syarifuddin Nasionalis Pejuang Kemerdekaan dan Pembebasan Rakyat”. Tampil sebagai pembicara: Setiadi Reksoprodjo mantan menteri pada kabinet Amir Syarifuddin, Ketua STT Jakarta Dr. Jan .S Aritonang, Aswi Warman Adam dosen sejarah dan peneliti. Seminar dimoderatori Fadjroel Rahman.

Pengkotbah
Amir belia lahir di Tapanuli Selatan 27 April 1907. Ayahnya keturunan kepala adat dari Pasar Matanggor, Padang Lawas, bernama Djamin Baginda Soripada Harahap (1885-1949), mantan jaksa di Medan. Sementara ibunya, Basunu Siregar (1890-1931), lahir dari keluarga Batak-Melayu.

Keluarga ibunya telah berbaur dengan masyarakat Melayu di Deli. Maka, kalau itu ada istilah “Kampak bukan sembarang kampak. Kampak pembela kayu. Batak bukan sembarang Batak. Batak masuk Melayu”. Zaman itu, besar-besaran orang Batak eksodus ke Deli, sebagai pusat perkebunan.

Masa remaja, Amir menimba pendidikan Belanda di ELS setara Sekolah Dasar di Medan sejak tahun 1914 hingga tahun 1921. Tahun 1926 atas undangan sepupunya, T.S.G. Mulia pendiri penerbit Kristen BPK Gunung Mulia yang baru saja diangkat sebagai anggota Volksraad (dewan) belajar di kota Leiden, Belanda mengajak Amir untuk juga sekolah disana.

Di Belanda, Amir aktif berorganisasi pada Perhimpunan Siswa Gymnasium, Haarlem. Selama masa itu pula dia aktif mengelar diskusi-diskusi Kelompok Kristen, di kemudian hari Kelompok Kristen menjadi embrio Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Di Belanda, dua sepupu itu menumpang di rumah seorang guru penganut Kristen Calvinis bernama Dirk Smink. Kristen Calvinisme adalah aliran gereja yang ketat soal doktrin, dari spirit bapak Gereja, John Calvin (1509-1564). Sebenarnya Amir Syarifuddin seorang muslim dan keluarga Muslim. Berpindah agama Kristen saat di Belanda. Dia tidak saja hanya berpindah iman tetapi mendalami agama Kristen sungguh-sungguh.

Tiap hari Minggu turut berkotbah. Kotbahnya selalu menyetuh, dan meneguhkan banyak orang. Paparannya tentang Injil sangat mendalam. Dia adalah penganut agama Kristen yang taat. Terbukti, detik-detik terkhir hidupnya, dia menggengam Alkitab saat ditembak.

Pejuang Pembebasan
Sebuah dokumen Netherlands Expeditionary Forces Intelligence Service (NEFIS), menyebutkan, instansi rahasia yang dipimpin Van Mook, 9 Juni 1947 menulis tentang Amir; “ia mempunyai pengaruh besar di kalangan massa dan orang yang tak mengenal kata takut”.

Pada September 1927, sekembalinya dari Belanda, Amir masuk Sekolah Hukum di Batavia dan tinggal di asrama pelajar Indonesisch Clubgebouw, Kramat nomor 106. Dalam memperjuangkan kemerdekan Indonesia, dia terlibat berbagai pergerakan bahwa tanah.

Tahun 1931, Amir mendirikan Partai Indonesia (Partindo). Lalu, mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) sembari menulis dan menjadi redaktur “Poedjangga Baroe”. Berjuang untuk pembebasan dari belenggu penjajah, benih-benih perjuang itu pun makin mekar saat Amir bertemu para tokoh pejuang seperti Mr. Muhammad Yamin, Muhammad Husni Thamrin. Dari sana Amir aktif diskusi Politik Indonesia bersama para tokoh kala itu.

Pada bulan Januari 1943 dia tertangkap oleh fasis Jepang, karena dianggap pemberontak. Kejadian itu membongkar jaringan, organisasi anti fasisme Jepang yang dimotori Amir. Kelak ketika menjadi Menteri Pertahanan, mengangkat para pembantunya yang terdekat, teman-teman satu pergerakan.

Saat menjabat Menteri Pertahanan, Amir tidak sependapat terhadap kebijakan Hatta karena pengurangan jumlah tentara, dari 400 ribu menjadi 60 ribu tentara. Menurutnya, layaknya tentara, satu banding tiga, satu tentara untuk menjaga tiga orang penduduk. Lalu, di Kabinet Sjahrier pada tanggal 12 Maret 1946, Amir Sjarifuddin diangkat menjadi Menteri Pertahanan dari Partai Sosialis, dikemudian hari berafiliasi dengan Komunis.

Tan Malaka dan Kelompok Persatuan Perjuangan menculik Perdana Menteri Sjahrier. Dari Amir menjadi Perdana Menteri. Kala itu, perdana menteri bisa jatuh kapan saja jika tidak didukung parlemen dan partai. Sesudah Amir mangkat, tahun 1950-an, zaman demokrasi parlementer, tujuh kali pengantian perdana menteri terjadi.

Dalam Persetujuan Renville, Amir sebagai negosiator utama dari Republik Indonesia, dianggap gagal. Kabinet Amir Sjarifuddin bubar. Amir mengundurkan diri dengan sukarela dan tanpa perlawanan samasekali, ketika disalahkan atas persetujuan Renville oleh golongan Masyumi dan Nasionalis. Kageriaan itu. Peristiwa pemberontakan Madium tahun 1948 yang memilukan, disebut dilakukan PKI atas restu Amir Syarifuddin, tidak pernah terbukti.

Sepeninggalnya; keluarganya mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya. Anak-anaknya mendapat diskriminasi. Untuk makan saja waktu itu keluarga ini harus terlunta-luntah. Salah satu anaknya, Helena, saat ini bekerja di Sekolah Johnny Andrean, mengatakan, masa sepeninggalan sang ayah, hidup mereka terlantar.

Kini, atas bantuan lembaga swadaya masyarakat, Omnes Unum Sint Institut, dan Komisi Hak Asazi Manusia membantu perizinan pembangunan makam tanpa nama itu, kini sudah diperbaiki. Inilah sejarah. Indikasi keterlibatanya pada pemberontakan PKI di Madiun masih samar. Amir dieksekusi tanpa pernah diadili. Divonis tanpa terbukti salahnya di mana. Aswi Warman Adam pengurus Masyarakta Sejarahwan Indonesia menulis, sepanjang hidupnya, dia hidup dari kamp ke kamp. Perjuanganya tidak pernah dihitung.
<

Sabtu, 21 November 2009

KAHLIL GIBRAN

Biografi Kahlil Gibran (1883-1931)
Sumber : 10 Kisah Hidup Penulis Dunia

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."

Kamis, 19 November 2009

MAKELAR KASUS (MARKUS )

Perseteruan antara KPK, POLRI, dan KEJAGUNG sudah berlangsung kurang lebih 2 bulan lamanya. Hampir setiap hari TV, maupun media cetak dan radio membahas masalah perseteruan yang hari demi hari semakin menajam.

Sebagai warga Negara, melihat pertikaian ini ada rasa keprihatinan yang sangat mendalam tentang penegakkan Hukum di negeri ini, namun saya bukan pakar hukum dan hanya mampu berdoa kiranya kebenaran dan keadilan dapat diungkapkan dengan seadil-adilnya.

Ketika Media Massa mengekspose peristiwa ini , saya pun mencermati hari demi hari, dan ada keprihatinan yang mendalam ketika : Media, Praktisi Hukum, menggunakan istilah baru yaitu : MARKUS ( Makelar Kasus ) yang menjadi keberataan saya adalah dengan menyingkat Makelar kasus menjadi MARKUS, kenapa tidak Makus, Calo Kasus ( Cakus ) yang dipopulerkan dibanding MARKUS.

MARKUS Dalam Injil ( Kitab umat Kristiani ) adalah murid Yesus Kristus, dan MARKUS adalah seorang Rasul , Santo ( orang suci ) yang hidupnya menjadi teladan dalam kebenaran. Dan banyak orangtua Kriten memberikan nama anaknya MARKUS dengan berharap anak-anaknya dapat mengikuti teladan Rasul MARKUS.

Makelar Kasus disingkat MARKUS telah menjadi nama MARKUS memiliki tendensi negative. Sebagai Rohaniawan saya menghimbau kepada Media Massa, praktisi hukum untuk tidak menggunakan istilah Markus dalam pengertian Makelar kasus, sama seperti Presiden SBY menyerukan untuk tidak menggunakan istilah Buaya ( polisi ) Cicak (KPK )

Rabu, 18 November 2009

teologi john wesley

John Wesley secara teologis adalah anak Protestan karena ia penganut yang setia dari semboyan M. Luther: Sola Fide, Sola Graca, Sola Scriptura.

J. Wesley juga menerima Calvin dalam banyak hal, kecuali ia penentang keras dari ajaran predestinasi.

J. Wesley banyak dipengaruhi Peter Bohler (Moravian) yang menekankan keyakinan akan kepastian akan keselamatan dan hidup dalam kekudusan. Demikian juga Thomas A. Kempis mempengaruhi dia tengan inner religion.

J. Wesley pada zamannya tidak diakui sebagai teolog karena ia tidak menulis buku yang secara sistematis memuat pandangan-pandangan secara teologis. Ia tidak seperti Thomas Aquinas yang menulis Summa Theologiae, ataupun seperti J. Calvin yang menulis Institutio Christianae Religionis. Padahal ia juga menulis banyak karangan-karangan agama bahkan ilmu, Ia menulis buku tebal Explanatory Notes Upon The New Testament; dalam Journal-nya kita dapat menemukan teologinya; demikian juga dalam Sermon-nya yakni kumpulan khotbah-khotbah tentang berbagai topik yang memuat hal-hal yang dianggap sebagai dasar agama Kristen yang benar. Demikian juga dalam surat-suratnya ditemukan teologinya. Walau ia tidak dapat disebut teolog yang sistmatis (yang pada dasarnya melahirkan pikiran-pikiran melalui perenungan atau kontemplatif) namun ia adalah kampium experiencial theology, yakni yang teologinya lahir dan dibentuk dalam pengalaman rohaninya secara pribadi di tengah-tengah persekutuan gerejawi.

Bagi Wesley, Alkitab adalah dasar untuk iman dan hidup Kristen. Namun berkaitan dengan itu, ada tiga dasar lagi yang pokok yakni pikiran (reason), tradisi gereja dan pengalaman (experience).

Keempat dasar ini, Alkitab, akal, tradisi dan pengalaman (penghayatan) disebut "The Wesleyan Quadrilateral". Hal ini perlu kita ingat untuk dapat memahami dogma Wesley tentang Alkitab. Keempat unsur itu saling berpautan, tetapi Alkitablah sumber kebenaran, menyusul kemudian penghayatan konkret menjadi bukti kebenaran Alkitab itu sendiri.

Sebelum kita membahas tentang otoritas Alkitab yang menjadi topik kita maka kita akan coba membahas ketiga unsur tadi secara ringkas.
Pikiran (Reason)

J. Wesley mengatakan, "Adalah sangat pokok bagi kita bahwa membuang pikiran adalah sama dengan membuang agama, karena agama dan akal saling bertaut. Karena itu setiap agama yang tidak masuk akal adalah agama palsu.1) Hendaknya orang sadar dan paham (dengan pikiran) akan kebenaran Alkitab. Hendaknya orang-orang percaya sepanjang ia memahaminya. Namun demikian biarlah yang tidak dapat dipahami (dengan pikiran) itu menjadi bagian dari Roh menjelaskan kepada hati atau intuisi manusia.2)

Biarlah akal atau pikiran menjalankan tugasnya sepanjang akal mampu menjelaskannya. Namun ia juga memperingatkan bahwa akal tidak selalu menimbulkan kasih.

Pengalaman (Experience)

Agama yang diajarkan Alkitab haruslah agama yang dialami, dirasakan dalam hati kita. Firman Tuhan dalam Alkitab baru dapat dikatakan Firman yang hidup apabila ia "terasa" di hati. Firman yang berbicara ke hati, mengubah rasa dan karsa manusia.

Dogma Wesley selalu menekankan tiga hal: 1. Agama Kristen adalah agama yang lahir dari wahyu surgawi; 2. Agama Kristen adalah juga yang sungguh dirasakan; dan 3. Agama Kristen adalah agama yang memberikan etika pada manusia (Ethical religion) yang berdasar pada kasih kepada sesama manusia dan kasih kepada Allah. Agama yang memberikan etika dinyatakan dalam tindakan yang bertanggung jawab dalam masyarakat.

Tradisi

Wesley menghargai tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh Bapa-bapa Gereja. Yang dirasakan memberikan kekuatan bagi agama Kristen melintasi sejarah. Ia mengatakan, "Apa yang dijanjikan Alkitab saya sukai. Datang dan lihatlah apa yang kekristenan telah lakukan, dan terimalah itu sebagai yang berasal dari Allah."3)

Walau demikian ia menolak ajaran Roma Katolik yang mengajarkan tradisi mendapat tempat sejajar dengan Alkitab.4) Dia juga menolak Apocrypha dengan alasan bahwa buku-buku tersebut tidak diterima jemaat Yahudi (mula-mula) yang adalah sarana pilihan Allah (bnd. Rm. 3:2).

Otoritas Alkitab Dalam Teologi Wesley

Semua agama atau sekte-sekte agama memiliki kitab suci yang dianggap memiliki nilai adi kodrati, bahkan ada yang menganggap kitab mereka adalah duplikat atau photo copy dari buku yang di surga. Sebagian agama atau sekte yang menyebut diri Kristen, menerima Alkitab sebagai buku suci mereka, namun masih ada buku lain yang dianggap sejajar dengan Alkitab. Bagi The Christian Science maka Alkitab karangan Mary Baker Eddy Science and Health with Key to the Scriptures dianggap sejajar dengan Alkitab. Demikian juga The Book of Mormon disejajarkan dengan Alkitab oleh pengikut The Cuurch of Jesus Christ of Latter day Saint.

Bagi John Wesley Alkitab adalah satu-satunya sumber apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah. Ia mengikutinya dalam hal besar dan kecil. Ia mengatakan, Homo Unius Libri saya adalah manusia dengan satu buku. Tentu ia membaca banyak buku, baik buku-buku dari pada Bapa-bapa gereja sampai ahli-ahli teologi pada zamannya. Namun bila menyangkut otoritas penentu tentang kepercayaan dan hidup orang percaya maka Alkitab menjadi ukuran satu-satunya, karena hanya Alkitab yang menunjukkan bagaimana untuk hidup di dunia demikian juga bagaimana jalan ke surga.

Bagi Wesley Alkitab adalah buku petunjuk praktis, karena Allah memberikan Alkitab dengan fungsi praktis. Alkitab bukan tujuan akhir. Alkitab adalah firman Allah untuk membimbing hidup sehari-hari, memberikan dorongan pertumbuhan rohani dan berjalan di jalan Yesus menuju keselamatan yang sudah disediakan itu. Tujuan pokok Allah dengan Alkitab ialah memberi manusia petunjuk bagaimana hidup di dunia ini dan bagaimana menuju ke surga. Dengan demikian tujuan utama Wesley menyelidiki Alkitab ialah membuat doktrin keselamatan itu menjadi jelas.

Dalam hal inilah Wesley tidak dapat menerima apapun yang dapat disejajarkan dengan Alkitab.

Bukan berarti Wesley mengabaikan penyelidikan Alkitab. Namun ia memberi batasan dengan mengutip ucapan Clement dari Alexandria, "Cara memahami Alkitab ialah membiarkan Alkitab bicara tentang diri (Alkitab) sendiri."

Menurut Wesley beberapa cara untuk memahami Alkitab ialah dengan membandingkan ayat-ayat dan perikop yang sejajar dan menerima makna yang paling jelas dimengerti. Juga dengan menanyakan kepada orang-orang yang hidup kekristenannya nyata. Wesley juga mengakui adanya ketidakcocokan dalam Alkitab. 5)

Juga ditekankan, sebagaimana Alkitab diwahyukan melalui Roh Kudus demikian juga para pembaca akan dapat mengerti Alkitab bila pembaca tekun dan terus berdoa agar Roh Kudus juga mengilhaminya untuk memahami makna yang terdalam dari Alkitab. Dengan kata lain, Alkitab tidak dapat digali dengan mengandalkan ilmu pengetahuan maupun akal pikiran.

Alkitab adalah wahyu yang melukiskan kuasa pengertian, kebaikan dan kekudusan Allah. Kuasa Allah adalah sumber segala mujizat; pengertian diberikan Allah sehingga pembaca dapat memahami rahasia kehendak Allah yang tersembunyi bagi banyak orang. Rahasia itu dibukakan hanya bagi mereka-mereka yang diberikan pengertian oleh Roh Kudus.

Alkitab ialah Allah yang berbicara pada kita dengan berharap jawaban dari pihak manusia. Alkitab adalah untuk kepentingan kita, bukan untuk memberikan infromasi tetapi agar kita bertobat, percaya dan setia.

Alkitab berisi hal-hal yang secara abadi dapat diterima sebagai yang baik buat hidup manusia tidak berubah dengan cepat, bahkan inti dari apa yang Alkitab tekankan bertahan berabad-abad.

Kalaupun ada sanggahan terhadap mujizat yang ada dalam Alkitab itu adalah sikap prasangka (prejudise) dari ilmu modern tentang apa yang Alkitab dengan jelas nyatakan; sikap penolakan bukan hanya sikap zaman modern, tapi juga pada zaman Kristus sendiri (Mrk. 16:11-14).

Memang Alkitab, ilham ilahi bukanlah untuk semua orang tapi hanya bagi "Barang siapa yang percaya kepada Yesus" (Yoh. 3:16).

Dalam Alkitab Allah menuntut kekudusan dari umat, yaitu kekudusan yang berguna dan benar. Demikian juga mereka-mereka, tokoh-tokoh yang disebut sebagai orang-orang pilihan Allah walau mereka juga berbuat salah atau dosa mereka adalah gambaran dari tipe manusia yang ideal yakni yang memiliki kesetiaan, kejujuran dan kebijaksanaan. Hal-hal tersebut diangkat oleh Wesley sebagai tanda atau bukti bahwa Alkitab adalah wahyu surgawi, yang ditulis oleh manusia dengan ilham Roh Kudus pada waktu tertentu dengan memakai bahasa dan konteks tertentu pada zamannya.

Penutup

Dari uraian-uraian di atas kita dapat melihat beberapa kesimpulan pokok yang di atas menopang tentang wibawa Alkitab, sebagai otoritas utama dalam teologi Wesley. Untuk menyimpulkannya dapat kita sebut kembali sebagai dasar wibawa itu antara lain:

1. Alkitab adalah wahyu Allah kepada manusia. Seseorang atau sesuatu dapat membukakan identitas atau kehendaknya dengan berkata-kata, dengan tulisan atau dengan tindakan-tindakan. Allah memakai cara ini untuk berbicara kepada manusia. Karena itu sarana, bahasa pencatatan manusia bisa saja salah, namun perjumpaan dengan Allah, firman Allah yang disampaikan kepada manusia itu tidak salah.
2. Alkitab adalah buku petunjuk praktis. Ia adalah Firman Allah, yang memang harus diteliti, diselidiki untuk dimengerti dengan ilham Roh Kudus, untuk dapat memahami petunjuk Allah tentang hidup di dunia dan jalan menuju ke surga. Orang-orang Methodist percaya bahwa Alkitab abadi karena ia memberi jawaban atas kebutuhan spiritual manusia selagi hidup bahkan sesudah mati. Ketika manusia menjalani penderitaan, Alkitab akan meneguhkan, kita tahu bahwa kita tidak sendiri. Jika kita membutuhkan kesabaran, kita perlu belajar dari Ayub. Jika hati nurani kita sudah hampir beku, Hosea dan Amos akan membangkitkannya lagi. Jika kita tertekan oleh lingkungan karena iman kita, Stefanus menjadi teladan bagi kita untuk mau menjadi saksi bagi Yesus. Ketika kita memikirkan ajal kita, maka kita tidak menjadi gentar karena kita percaya janji Tuhan "Di rumah Bapak-Ku banyak tempat kediaman" (Yoh. 14:2).
3. Biarlah Alkitab berbicara tentang dirinya sendiri kendati demikian mempelajari Alkitab dengan seksama adalah perlu. Kita perlu yakin dengan akal dan pikiran. Namun demikian kita harus sadar akan keterbatasan akal (reason). Biarlah akal bekerja sepanjang ia dapat bekerja. Karena akal pikiran bukan segalanya. Alkitab adalah sarana Allah membukakan diri-Nya kepada manusia. Rahasia itu bukan untuk semua orang tapi hanya bagi yang mau mencari "Carilah... maka kamu akan mendapat" (Mat. 7:7) dan bagi, "Barangsiapa yang percaya" (Yoh. 3:16).



Bahan Bacaan

1. Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, 1988.
2. Abraham, W.J. Divine Revelation and The Limits of Historical Criticism, Oxford University Press, New York, 1982.
3. Burtner, R.W. & Chiles, R.E. Ed. John Wesley's Theology Abingdon Press, Nashville, USA, 1982.
4. Hause, H. Wayne, Charts of Christian Theology and Doctrine, Zondervan Publishing House, Michigan, 1979.
5. Soteks Mack B., The Bible in the Wesleyan Heritage, Abingdon, Nashville, 1983.
6. Sugden E.H.Ed. John Wesley's Fifth Three Sermons, Abingdon, Nashville, 1983.
7. Wesley, J., Explanatory Notes Upon The New Testament, Volume I & II, Baker Book House, Michigan, Reprinted, 1983

1) Letters: to Dr. Rutherforth.

2) Sermon: The End of Christ Coming

Rabu, 11 November 2009

konspirasi

Di tangkapnya dan disalibnya Yesus Kristus salah satu akibat dari konspirasi. Konspirasi dilakukan oleh Para Imam-Imam, ahli taurat, orang-orang Farisi, orang -orang Saduki dan juga Yudas Iskariot. Yudas Iskariot menjual Yesus.

Para Agamawan dan lain-lain mengetahui kelemahan Yudas Iskariot, dengan menawarkan iming-iming agar membantu dalam penangkapan dan penyergapan target yaitu Yesus.
Mengapa Yesus harus ditangkap ?

Bila Yesus tidak ditangkap maka para Imam, Orang Farisi, Saduki, Ahli Taurat akan kehilangan pamor, mereka akan kehilangan gengsi, sebab Yesus adalah ancaman ! Yesus punya kuasa dengan menyatakan muzijat khususnya kepada orang papa.

Para Agamawan harus membendung Yesus , kalau tidak di bendung mereka takut Yesus akan membongkar tabiat mereka, Tidak dibongkar saja Yesus sering menegur mereka.

Dengan memakai orang dalam dilakukan lah konspirasi, mereka mengepung Yesus di taman dan bila Yudas Iskariot memberikan tanda mencium Yesus maka upaya penangkapan harus dilakukan.

Dengan berbagai cara untuk mengkerdilkan Yesus diberlakukan , bahkan mereka membawa Yesus ke pengadilan dan diserahkan kepada pontius pilatus.
Pilatus tidak menemukan kesalahan apa yang dilakukan Yesus, Tetapi para agamawan, tua-tua ingin Yesus di hakimi mereka menggunakan dalih Penghinaaan agama, stabilitas nasional, dan dalil -dalil yang lain yang tidak masuk akal.

Dan...akhirnya Yesus ditangkap, di salibkan.
Apa makna cerita ini di balik kisruhnya pemberitaan tentang KPK, POLRI dan KEJAGUNG?

Bila kita melihat benang merahnya peristiwa Yesus di salib serta sempat ditangkapnya Bibit dan candra, serta ditangkapnya Antasari adalah Konsipirasi.

Tidak bermaksud untuk menghakimi, Kombes Wilardi W, mantan Kapolres Jaksel dalam persidangan mengakui bahwa upaya penagkapan Antasari adalah sebuah konspirasi !

Begitu juga Bibit dan Chandra perna di tangkap karena konspirasi,tetapi mereka dilepaskan karena suara rakyat terus menguat hingga mereka dapat dilepaskan.Pembendungan akan kinerja KPK yang diacungkan jempol masyarakat membuat gusar para koruptor dan oknum aparat yang berpikiran kotor dengan konspirasi menangkap pimpinan KPK agar KPK tak bernyali !

Saudaraku... KPK bukanlah lembaga yang tidak perna salah, orang di KPK juga bukan para malaikat, tetapi kita simpati kepada KPK karena mereka punya taring dalam upaya penumpasan Korupsi, kita tidak berupaya mengkerdilkan Polisi maupun kejaksaan, tetapi didalam lembaga ini banyak sekali Mafia kasus atau disebut Markus.

Bahkan mental-mental seperti Orang Farisi, Saduki, Ahli Taurat banyak ditemukan dalam lembaga ini.Hingga upaya konspirasi juga dijalankan.

Marilah kita Doakan agar KPK terus berjuang untuk penumpasan Korupsi, mari juga kita doakan kepolisian untuk berbenah, begitu juga kejaksaan.

Tulisan ini dibuat karena kecintaan kami kepada KPK, POLRI dan Kejagung, dan kiranya kedepan tidak ada politik konspirasi.

HIDUP DALAM KEBENARAN

Teladan dalam kebenaran
(I Yohanes 2:6)


“Barangsiapa menyatakan bahwa Ia ada didalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6)

Kata wajib hidup sama seperti Kristus yang dimaksud adalah menjadi teladan seperti Kristus.
Tema pekan keluaraga kali ini berbicara tentang menjadi teladan dalam keluarga adalah tema yang sangat tepat.

Mengapa tepat ?
Tepat karena banyak hal-hal yang tidak menjadi teladan. Seperti kisruh kepolisian dengan KPK di ibaratkan seperti buaya dengan cicak berseteru! karena mempertahankan kebenaran, bersitegang karena sama-sama merasa paling benar. Bukan pesimis, tetapi menjadi keprihatinan bersama bahwa dinegeri ini belum banyak memberikan keteladanan seperti teladan dan dalam kebenaran.
Peran keluarga sangat menentukan bagi setiap warga masyarakat, sebab keluarga adalah lembaga masyarakat dalam skala terkecil. Rumah tangga atau keluarga adalah tempat mendidik anak-anak untuk menjadi teladan dan keluarga memerankan peranan yang sangat penting, yang juga harus ditekankankan peranan orang tua untuk menjadi teladan dalam kebenaran terhadap anak-anaknya.
Sudahkah kita hidup dalam kebenaran ? mari pertanyaan ini menggugah hati kita untuk senantiasa hidup dalam kebenaran, sama seperti Kristus yang empunya kebenaran itu.

Kebenaran dapat kita lakukan apabila didasari dengan takut akan Tuhan, takut akan Tuhan berakibat hidup dalam kebenaran atau teladan didalam kebenaran.
Apa dampak hidup dalam kebenaran ? dampak hidup dalam yaitu : “Damai sejahtera, ketenangan, ketentraman (Yesaya 32:17)
Pada Pekan keluarga kali ini mengajak kita baik bapak-bapak, ibu-ibu (orang tua) dan anak-anak untuk menjadi teladan dalam kebenaran.

Bagi orang tua didiklah anak-anak dalam kebenaran, sebab kebenaran itu adalah harga yang tak ternilai. Dalam Amsal 23:23-24 dikatakan : “Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat didikan dan pengertian. Seorang ayah yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersuka karena Dia.”

Orang tua dan anak-anak senantiasa hidup dalam kejujuran dengan perkataan dan tindakan. Dalam Efesus 4:25 dinyakatan : “Karena itu buanglah dusta, berkatalah benar seorang kepada yang lain…,”


Jadilah teladan dalam kebenaran..!!!

KEMURAHAAN HATI

Teladan dalam kemurahan hati
(2 Korintus 8:7)


“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhanuntuk membantu dan dalam kasihmu terhadap kami, demikian juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini” 2 Korintus 8:7)

Salah satu ciri orang yang telah lahir baru adalah orang itu murah hati (berbuat baik) dalam Galatia 5:22 dinyatakan Tetapi buah roh adalah : Kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, dan kemurahan, dan lain-lain.

Murah hati adalah sikap iman orang percaya, kita berbuat baik karena Allah terlebih dulu berbuat baik bagi kita, semuanya itu karena kasih-Nya kepada kita.
Yesus Kristus memberikan teladan bagi kita dalan hal kemurahan hati. Yesus Kristus menyatakan mujizatNya orang buta dapat melihat, orang lumpuh dapat berjalan dan yang lain itu semua karena kemurahan hati atau karena kasih yang telah Ia nyatakan.

Yesus juga disebut Gembala yang Agung, Ia mengetahui kawanan domba-dombaNya. Ia mencari domba-domba yang tersesat. Yesus datang kedunia ini oleh karena kemurahanNya untuk menebus dosa-dosa kita, Ia datang untuk mencari kita yang terhilang.

Sudahkah para orang tua telah memberikan teladan dalam hal kemurahan hati kepada anak-anaknya ?

Mari kita tanamkan sikap untuk saling berbagi terhadap sesama. Bermurah hati dengan senantiasa memiliki hati untuk menolong sesama. Dengan demikian apa yang diperintahkan Tuhan untuk mengasihi Tuhan Allah dan sesama dapat terwujud.

Kemurahan hati dengan menolong orang lain jangan kita mengharapkan pujian, tetapi ketika kita membantu orang lain hendaklah tergerak dari hati yang paling dalam. Menolong orang lain ! itulah yang harus kita lakukan tanpa harus melihat apa sukunya, apa rasnya, apa agamanya. Mari kita menolong orang lain dengan ketulusan hati.

Bencana alam yang dialami saudara-saudari kita hendaklah kita bantu sebab : Iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati.

Sikap empati harus kita miliki,
Apa itu empati ?
Empati adalah merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Mari kita menolong sesama ! Mari kita berbagi terhadap sesama.

Bertolong-tolonglah menanggung beban, saling berbagi..

TELADAN DALAM KETAATAN

eladan dalan ketaatan
(Yohanes 15:10)

“Jikalau kamu menuruti perintah-perintah-Ku, kamu akan tinggal didalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal didalam kasih-Nya

Ketika Yesus dalam pelayanannya didunia ini Ia telah memberikan teladan kepada kita, Yesus begitu taat kepada Bapa-Nya yang disurga, sebagai wujud ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya Ia berkata dengan suara nyaring: “Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan hidup-Ku..” (Lukas 23:46)

Apakah kita sudah menjadi orang-orang yang taat ?
Taat kepada Allah, taat kepada hukum, taat kepada pimpinan, Yesus telah membuktikan itu..! Seperti apa taat kepada Allah itu ?

Taat kepada Allah dinyatakan dengan kita menuruti sabda-Nya. Dalam Keluaran 19:5 “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.”

Selain itu wujud ketaatan kita kepada Allah yaitu apabila mendengar perintah-Nya “Berkat apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu yang kusampaikan kepadamu pada hari ini (Ulangan 11:28)
Selain itu wujud ketaatan kita kepada Allah bila senantiasa kita memegang perintah-perintah-Nya. (Pengkhotbah 12:13)

Melalui renungan ini hendaklah kita hidup dalam ketaatan pada hukum-hukum Tuhan dengan tidak menuruti hawa nafsu duniawi.
Bila senantiasa hidup dalam ketaatan maka kita akan memperoleh kebahagiaan., taat mendengar firman Tuhan serta memeliharanya membawa kebahagiaan (Lukas11:28)

Selain itu melalui ketaatan maka ada janji yang diberikan, Tuhan melindungi kita dari musuh-musuh dan lawan kita (Keluaran 23:22) selain itu berkat-berkat Tuhan mengalir apabila kita taat akan perintah-perintah Tuhan (Yesaya 1:19).

Tetapi bila kita tidak taat akan firman Tuhan maka Allah juga akan menyatakan keadilan-Nya dengan menyatakan murka-nya (Mazmur 78:10) dan hukum yang dinyatakanNya apabila kita tidak taat (Yesaya 42:24-25, Ibrani 2:2)

CENTURY GATE

SKANDAL Bank Century (Century-gate) merupakan “pusat segala kebobrokan nasional” yang sesungguhnya. Kriminalisasi pimpinan KPK Bibit dan Chandra, yang melibatkan pimpinan dan institusi penegak hukum (Polri dan Kejaksaan), kemudian menyeret lembaga DPR dalam kubangan ketidakpercayaan publik, patut diduga bagian dari upaya mengubur Century-Gate.

Oleh sebab itu, untuk meredam gejolak sosial politik yang telah mengguncang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang ini, harus menukik langsung ke “pusat bencana kebobrokan nasional” itu. Inilah yang harus dilakukan KPK. Sekarang juga!

Sebagai bekal langkah awal KPK menuju “pusat segala kebobrokan nasional” itu, telah disampaikan kronologi dan kejanggalan ketika pemerintah menggelontorkan Rp 6,7 T ke Bank Century. Sehingga bisa disimpulkan Century-gate muncul karena para pemangku amanat rakyat, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan, telah bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan rasa keadilan masyarakat.

Kejanggalan Century-gate dimulai dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dipimpin Gubernur BI (ketika itu) Boediono, pada 20 November 2008 pukul 19.44 WIB. Rapat RDG itu memutuskan: Bank Century “diskenariokan” sebagai bank gagal berdampak sistemik sehingga bisa dijadikan pintu masuk BI menggelontorkan uang negara yang jumlahnya tidak masuk akal untuk bank sekelas Bank Century.

Agar tampak seolah sangat serius, “skenario Dewan Gubernur BI” dibawa dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dihadiri petinggi Departemen Keuangan, BI, dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) pada 21 November 2008. Dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 04.25 sampai 06.00 WIB itu, BI ngotot agar Bank Century dinyatakan sebagai BANK GAGAL. Peserta rapat yang menolak penilaian itu, terus diyakinkan akan menerima skenario “bank gagal berisiko sistemik”.

Fragmen di atas hanya awal dari malapetaka Rp 6,7 T itu, satu potongan puzzle misteri Century-gate yang harus kita bongkar. Berbagai bukti yang memperlihatkan indikasi kesalahan serius dalam “menyelamatkan” Bank Century semakin nyata di depan mata kita. Bukti-bukti itu telah kami sampaikan ke KPK, lembaga penegak hukum yang kita harapkan menjadi garda utama penggebuk koruptor.

Kami percaya, KPK yang terbukti mendapat dukungan seluruh rakyat Indonesia, tak akan gentar membuka Century-gate untuk masuk ke “pusat segala kebobrokan nasional” ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan perlindungan kepada KPK untuk membongkar skandal keuangan terbesar sejak tumbangnya Orde Baru ini. Amin.
Jakarta, 11 November 2009

Ttd

Adhie M Massardi
Marwan Batubara
Teguh Santosa
Tom Pasaribu

wanita beruntung

Dua orang wanita paruh baya sedang berkelit dengan sangat hebatnya. Wanita yang satu menganggap dirinya seorang teolog Kristen, yang lainnya seorang feminis yang liberal. Keduanya belum menikah dan sama-sama merasa paling benar. Feminis itu menanyakan kepada teolog, sekaligus untuk menguji seberapa alkitabiahnya seorang teolog wanita tadi. Dia menanyakan, ”Siapa sebenarnya wanita yang paling beruntung di muka bumi ini ?.”

Singkat saja si lawan bicaranya menjawab secepat kilat, ”Tentu saja Maria, yang jadi ibundanya Yesus. Pasti semua wanita mengharapkan posisi seperti dia.” Feminis tadi dengan cepat langsung menyambar, ”Jawabanmu salah, sangat salah.” Terbelalak mata teolog wanita tadi, jawabannya langsung dipatahkan. Tak ayal dia pun mencari jawaban yang lain, ”Sarah, istri dari Abraham. Karena dia istri dari orang yang disebut sebagai bapak dari segala orang-orang percaya. Dari dialah semua keturunan Abraham memenuhi segala penjuru bumi ini, seperti pasir-pasir di tepi laut dan bintang-bintang di jagat raya.”

Feminis itu malah tertawa terbahak-bahak, ”Kalau anak-anak yang masih ikut sekolah minggu, yang memberikan jawaban itu, bisa saya benarkan. Namun ternyata ada perempuan lagi yang paling berbahagia lagi di muka bumi ini, melebihi Maria yang merupakan ibu dari Yesus dan Sarah istri dari Abraham.” Lawan bicaranya itu mulai gerah, dia pun mulai mengingat kembali pelajaran teologinya, yang studinya sekitar 8 tahun itu. Dia tak kurang akal, ”Bisa jadi Maria Magdalena. Meskipun aku tak sependapat dengan apa yang tertulis di buku Da Vinci Code. Namun Maria Magdalena, perempuan yang beruntung. Dia yang pertama kali melihat Yesus bangkit dari hitamnya alam maut. Bahkan seharusnya dia disebut sebagai salah satu rasul dan murid Yesus. Jadi murid Yesus seharusnya ada 13, bukan 12. Tapi karena budaya di Yahudi, terlalu patriarki, maka perempuan tak dianggap. Maria Magdalena pun juga bisa dianggap sebagai salah satu feminis di masa itu.” Teolog itu mengira ini akan menjadi jawaban pamungkasnya.

Lantas apa kata feminis itu, ”Ya, aku suka sama Maria Magdalena. Setuju dengan pendapatmu. Namun tetap saja ada perempuan yang lebih beruntung lagi, yang pernah dicatat oleh sejarah ini.” Teolog itu pun sudah malas memberikan jawabannya, ”Aku udah tak tau lagi. Sudahlah kau berikan saja jawabannya.” Feminis itu menjawab, ”Jadi benar kau sudah menyerah. Oke. Jadi perempuan yang paling beruntung di dunia ini adalah Hawa, istri dari Adam yang ditempatkan di Firdaus.” Gantian teolog itu keheranan, ”Apa istimewanya Hawa dari semua perempuan yang telah kusebut tadi ?.” Secepat kilat pun feminis itu menambahkan jawabannya, ”Karena Hawa tak punya mertua.” Kali ini teolog itu yang tertawa terbahak-bahak.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Parakletos (Roh Kebenaran)
Yohanes 15:26-27, 16:b-15


Apa itu Pentakosta ?
Perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen gandum. Pentakosta = Kelima Puluh setelah hari paskah.
Dalam PB dihubungkan dengan turunnya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1) Demikian hari Pentakosta melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam dunia. Ketika Yeusu naik ke sorga Ia menjanjikan penolong, yaitu Roh Kebenaran, Ia menyertai dan diam didalam kita (Yohanes 14:16-18). Roh kudus adalah Roh Allah, Allah yang tidak terlihat namun ada.
Roh Kudus nyata dalam kehidupan, hal itu dinyatakan :

• Kita percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui Alkitab berkat tuntunan Roh Kudus. Roh kuduslah yang membuat kita percaya.

• Ketika orang bertobat (insaf) mengaku dosa berkat karya Roh Kudus (Yohanes 16:8-11)
Roh Kudus adalah Roh penghiburan, sebab didalam dunia kita diperhadapkan oleh banyak sekali problem kehidupan. Problem tersebut terkadang membuat manusia berduka (termasuk orang percaya) tetapi Roh Kudus berikan penghiburan dan pengharapan bagi kita.

Roh Kudus adalah :
I. Roh Penghiburan = Parakletos (Yohanes 15:26)

1. Roh Kudus memberikan sukacita
a. Roma 14:17 – Memberikan sukacita
b. Galatia 5:22 – Sukacita
c. I Tesalonika – Membawa sukacita

2. Roh Kudus memberikan pengharapan
a. Roma 15:13 – Memberikan berlimpah-limpah pengharapan
b. Pengharapan membuat kita kuat, tidak frustasi
c. Pengharapan : Imanuel, Ia menyertai kita

3. Parakletos, berarti menyertai orang-orang kudus

4. Yohanes 14:16 – Menyertai kita selama-lamanya

II. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yohanes 16:13)

a. Roh Kudus yang menuntun kepada kebenaran
b. Orang percaya diberikan kepekaan oleh kuasa Roh Kudus tentang kebenaran
c. Oleh tuntunan Roh Kudus kita tidak sama dengan dunia
d. Hendaklah kita hidup dalam kebenaran (Yesaya 32:17)
- Tumbuh damai sejahtera
- Ketenangan
- Ketentraman untuk selama-lamanya

III. Ciri-ciri orang dipenuhi Roh kudus

1. Taat pada Roh Kudus
- Orang yang taat kepada Roh Kudus taat kepada Tuhan dengan sepenuh hati.
- Salah satu sifat orang kudus (I Petrus 1:14) tidak mengikuti hawa nafsu
- Hidup kudus atau manusia baru, senantiasa diperbaharui oleh kuasa Ro Kudus.

2. Membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan
- Senantiasa melakukan Firman Tuhan
- Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang hatinya dipenuhi dengan Firman Tuhan.
- Orang yang dipenuhi roh kudus

Senantiasa firman Tuhan sangat berguna :

• Membaharui hati manusia (Yohanes 1:18)
• Memberi pengertian (Mazmur 119:130)
• Menyenangkan jiwa (Mazmur 19:8)
• Menjaga kelakuan Mazmur 119:19)
• Menghiburkan (Mazmur 119:82)

3. Ciri-ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah memberitakan Injil (Yohanes 16:13-14)
• Tugas memberitakan Injil tugas orang percaya
• Murid-murid Yesus memberitakan Injil, dianiaya dan mati, berani oleh karena kuasa Roh Kudus (Contoh : Nomensen)

4. Ciri-ciri orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah mengasihi atau Buah Roh (Galatia 5:22-23)

Buah-buah Roh yaitu :
Kasih
Sukacita
Damai Sejahtera
Sabar
Kemurahan
Kebaikan
Kesetiaan
Kelemah lembutan
Penguasaan diri

Kamis, 29 Oktober 2009

Kesia-sian Kekayaan

(Pengkhotbah 5:9-11)


Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya, tetapi kekayaan yang didapatkan harus yang jujur, dan berkenan dihadapan Allah, bila seseorang kaya bisa juga membantu orang-orang susah !

Tidak ada jaminan orang yang kaya harta otomatis ia bahagia. Kekayaan hanya sebagai sarana bukan segala-galanya membuat bahagia.

Saudara/I kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo, dimana tema dari kitan Pengkhotbah adalah : Kesia-sian hidup yang terlepas dari Allah.

Salomo menulis kitab Pengkhotbah ditahun-tahun akhir hidupnya, dan tujuan menulis kitab Pengkhotbah sebagai ungkapan penyesalan sebelum ia wafat. Salomo menyatakan penyesalan bila hanya terfokuskan pada harta duniawi dan ambisi pribadi. Adalah lebih penting kita senantiasa takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya.



Melalui pembacaan ini kita dingatkan kembali bahwa uang (kekayaan) dapat berdampak : sombong, gila dan sebagainya ! Tetapi dalam Matius 6:21-22 kita dingatkan :
- Yang terpenting bagaimana kita mengumpulkan harta disurga (percaya pada Yesus)
- Sikap hati atau tidak diperbudak oleh kekayaan : Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada.

Bagaimana sikap orang Kristen mengenai kekayaan



I. Orang Kristen tidak dilarang untuk kaya tetapi kekayaan itu sebagai berkat dari Tuhan, dan kekayaan itu harus yang benar dan berkenan kepada Allah (Ulangan 8:18)
(1 Timotius 6:17-19)


a. Dalam kehidupan ini banyak orang mencari kekayaan dengan menghalalkan segala cara seperti korupsi


b. Kekayaan harus didapatkan dari hal yang benar dan jujur Yesaya 32:17


c. Jangan mencari kekayaan dengan menduakan Tuhan


- Menjual iman oleh karena kedudukan dan kekayaan


- Pesugihan atau dunia hitam untuk memperoleh kekayaan













II. Sikap orang percaya terhadap kekayaan adalah agar iman keyakinan kita tidak dikalahkan oleh kekayaan (Matius 6:21)

(Ulangan 6:10-12, 8:17-18, Amsal 30:7-9)

Kekayaan dilukiskan :

a. Kekayaan akan binasa (Yakobus 5:2)
b. Kekayaan dapat dicuri (Matius 6:19)
c. Kekayaan dapat hilang (Yeremia 48:36)
d. Kekayaan fana (Amsal 23:5)
e. Tidak abadi (Amsal 27:24)
f. Cinta uang merupakan akar segala kejahatan (I Timotius 6:10)
g. Cinta uang atau kekayaan sering menjadi penghalang untuk menerima Injil (Markus 10:23-25)

III. Sikap orang percaya terhadap kekayaan, agar orang kaya tidak menjadi
sombong (I Timotius 6:17)

(Tidak tinggi hati, Mazmur 49:17-18, Keluaran 20:17)
a. Kecenderungan orang kaya bila tidak memiliki iman membuat menjadi sombong (Ulangan 8:17)
b. Tidak memegahkan diri (Mazmur 49:7)
c. Melupakan Allah (Ulangan 8:13-14)
d. Meninggalkan Allah (Ulangan 32:15)

IV. Sikap orang percaya kekayaan untuk dapat tolong-menolong (Matius 19:21)
a. Menolong orang miskin – Tidak menutup diri (I Yohanes 3:17)
b. Senantiasa membagi (I Timotius 6:18)
c. Untuk membantu pelayanan (Markus 12:42-44)

V. Banyak hal yang lebih penting dari kekayaan, ada hal yang tidak dapat
dibeli oleh kekayaan
a. Hikmat (Amsal 16:16)
b. Hidup benar (Amsal 28:6)
c. Tidur nyenyak (Pengkhotbah 5:11)
d. Kesehatan (Lukas 8:43)
e. Ketenangan dan damai sejahtera (Pengkhotbah 4:6, Amsal 15:16)

Rabu, 28 Oktober 2009

perlengkapan rohaniorang percaya Efesus 6 :10-18

saat ini kita ada dalam Ibadah ucapan syukur, .

Mengapa kita mengucap sykur ?
a. Mengucap syukur karena kebaikan Tuhan
b. Mengucap syukur karena Ia setia
c. Mengucap syukur karena tuntunan Tuhan (Mazmur 118:1-2)
d. Orang yang mengucap syukur menjauhi diri dari kesombongan
e. Orang yang mengucap syukur adalah ciri orang beriman.

Saudara/I, hidup ini yang kita jalani diperhadapkan oleh pergumulan. Seperti tentara ia dapat memenangi peperangan karena ia memiliki perlengakapan senjata yang baik. Tuhan telah memberikan perlengkapan untuk melawan sijahat (iblis) perlengkaqpan rohani itu yaitu :
I. Ikat pinggang = Kebenaran (14)
a. Hiduplah senantiasa dalam kebenaran
b. Yesaya 32:17 Hidup dalam kebenaran
• Tumbuh damai sejahtera
• Ketenangan
• Ketentraman untuk selama-lamanya

II. Baju Jirah = Keadilan (14)
• Senantiasa berbuat adil dalam kehidupan sehari-hari
• Diperintahkan Tuhan taati hokum dan tegakkan keadilan
(Yesaya56:1)

III. Rela memberitakan Injil (15)
Tugas orang percaya adalah memberitakan Injil (berita kesukaan)
memberitakan Injil yang efektif adalah menjadi telada bagi orang lain.
- Tutur kata
- Tindakan kita
- Sikap kita menjadi surat yang terbuka bagi orang lain.

IV. Hidup beriman (16)
- Apakah Iman ? (Ibrani 11:1) suatu kepercayaan, keyakinan.
- Beriman harus dinyatakan dengan perbuatan
- Buah-buah roh (Galatia 5:22)
• Kasih
• Sukacita
• Damai sejahtera
• Sabar
• Murah hati
• Setia
• Baik
• Penguasaan diri, dan lain sebagainya.

V. Hidup dalam Firman Allah (17)
- Berbahagialah yang mendengar, merenungkan dan melakukan Firman
Allah
- Firman Allah berguna :
• Menyegarkan jiwa
• Menjaga kelakuan
• Menuntun untuk hidup dalam kebenaran
• Firman Tuhan – Pelita bagi kaki kita, terang bagi kaki kita

VI. Senantiasa berdoa
- Jadikan aku rumah doa-Mu
- Senantiasa berhaga dan berdoa supaya tidak jatuh dalam pencobaan
- Definisi doa

hidup kekal

Perikop : Roti Hidup

Banyak gelar dan nama yang diberikan kepda Yesus Kristus :
- Alfa dan Omega – Gembala Agung – Firman Yang Hidup – Imanuel – Roti Hidup


Apakah yang dimaksud Roti Hidup itu ?

* Roti Hidup : Roti yang memberi hidup
* Roti Hidup : Kepuasan kekal
* Roti Hidup : Sumber Hidup
* Roti Hidup : Sumber kekuatan
* Roti Hidup : Sumber Pengharapan
* Roti Hidup : Sumber Penghiduran


I. Hidup kekal kita dapatkan oleh anugerah Tuhan (Yohanes 3:16)
* Hidup kekal Keselamatan
* Bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah dari Tuhan (Contoh)
* Tindakan Allah (Inisiatif) Allah untuk menyelamatkan kita
* Karena kasihnya yang besar (Yohanes 3:16)

II. Hidup kekal oleh karena pengorbanan-Nya bagi kita (Yohanes 6:54-56)
a. Kristus telah mendamaikan kita melalui kematian_nya dikayu salib (Yohanes 3:24)
b. Melalui kematian-Nya kita telah ditebus (Yohanes 3:24-25)
c. Darah-Nya yang tercurah dikayu salib untuk memerdekakan kita dari dosa
d. Tubuh-Nya yang disalibkan untuk menebus kita
e. Setiap memakan roti dan meminum anggur dalam perjamuan kudus kita mengingat akan kematian Yesus bagi kita (Roma 5:5-10)

III. Hidup kekal hanya ada didalam Yesus Kristus (Yohanes 14:6)
a. Orang-orang Yahudi bersungut-sungut ketika Yesus menyatakan Ia turun dari sorga.
b. Mereka menolak Yesus karena mereka ia tahu asal-usul Yesus (42)
c. Yesus adalah keselamatan, Ia adalah Allah
d. Yohanes 14:6 menyatakan :
• Kristus adalah jalan keselamatan
• Kristus adalah kebenaran
• Kristus adalah kehidupan yang kekal/hidup
IV. Yesus hidup dalam aku (Yohanes 15:4)
a. Tinggal didalam-Nya
b. Maka Ia tinggal didalam kita (Yesus)
c. Artinya : Iman kepada Yesus hidup didalam hati kita
d. Kehidupan orang percaya menghasilkan buah (Galatia 5:22)

1. Hidup dalam kasih
a. Kasih terhadap Allah (contoh)
b. Kasi terhadap sesama (Contoh)
c. Kasih berarti mengampuni
d. Kasih yang sungguh-sungguh bukan yang pura-pura

2. Hidup dalam kebenaran
Sebab Kristus adalah kebenaran
Hidup dalam kebenaran : - Tumbuh damai sejahtera
- Ketenangan
- Ketentraman (Yesaya 32:17)
3. Rendah hati (Lukas 22:27)
4. Tidak sombong
5. Murah hati
6. Setia
7. Penguasaan diri

Minggu, 25 Oktober 2009

AKU HANYA SEORANG PELACUR

Sudah enam hari warung ini ku tutup, Sejak pasukan Israel mengepung kota kami. Warung yang terletak di depan dan menyatu dengan rumah kami ini adalah tempat kami menggantungkan kehidupan kami. Ke dua orang tuaku dan saudara-sauadaraku berkumpul di rumahku, menunggu dan berdoa supaya perang segera berakhir.

Warung remang-remang. Demikian warga kota Yeriko menyebut warungku, karena banyak lelaki hidung belang yang mampir ke warungku ini. Dan aku melayani mereka dengan sangat baik karena dari uang merekalah kami sekeluarga bisa menyambung hidup.

Warga kota ini secara bisik-bisik memberi gelar pelacur kepadaku. Rahab si pelacur. Aku tak perduli terhadap semua sebutan mereka. Yang penting aku dan seisi rumahku bisa makan. Bisa menyambung hidup di kota yang keras ini.

Aku sangat mencintai sekaligus membenci kota ini. Aku mencintainya karena banyak sekali kenangan manis masa remaja yang ku rasakan di kota ini bersama teman- teman. Namun aku juga membencinya karena sekarang teman-temanku itu bersikap seakan-akan tidak mengenal aku. Bahkan saat berpapasan di tengah jalan, mereka pura pura tidak melihat aku. Hmm.. Namun aku dapat memahaminya. Mungkin mereka tidak ingin jadi bahan pergunjingan seisi kota bahwa mereka berteman dengan Rahab si pelacur.

Tapi inilah keberadaanku sekarang. Kehidupan yang harus aku jalani. Aku harus menanggung semua kebutuhan keluargaku. Ayah dan ibuku yang sudah lanjut usia harus makan, dan adik-adikku harus melanjutkan sekolah. Mereka harus mendapatkan masa depan yang lebih baik daripada yang kini aku jalani. Itulah yang menjadi sangat penting sekarang. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur. Kalau saja aku bisa meminta untuk dilahirkan kembali, aku tidak akan memilih kehidupan seperti ini.

Dua minggu yang lalu dua orang pemuda gagah yang mampir ke warungku. Dari perawakan dan logatnya aku tahu bahwa mereka adalah orang asing. Aku melayani mereka dengan sangat ramah sama seperti kepada tamu-tamuku yang lain. Mereka adalah mata-mata Israel yang berusaha menyelidiki keadan kota kami. Sungguh sangat mengherankan bagiku, karena dari tampang mereka yang rupawan tersimpan nafsu untuk berperang dan nafsu membunuh yang sangat kejam seperti yang pernah aku dengar tentang apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Amori di seberang sungai yordan.

Aku menyembunyikan mereka di atap rumah. Sebelum pasukan keamanan datang untuk menangkap mereka. Aku membohongi pasukan keamanan dengan mengatakan bahwa kedua pemuda rupawan itu telah pergi ke luar kota sebelum pintu gerbang kota di tutup. Mereka percaya kepadaku dan bergegas mengejar ke dua mata-mata itu ke arah gerbang kota.

Aku mengenal beberapa pasukan keamanan kota ini. Mereka sering datang ke warungku untuk meminta uang jasa keamanan. Beberapa di antara mereka sering tidur denganku. mulut-mulut yang sering memaki-maki orang itu sering menciumi tubuhku. Tangan-tangan yang sering mereka pakai untuk membunuh orang sering menjelajah seluruh bagian tubuhku. Tidak hanya pasukan keaman yang pernah tidur denganku. Beberapa pengusaha, tuan tanah dan banyak pemuda di kota ini juga pernah merasakan manis tubuhku.

Aku membuat kesepakatan dengan ke dua mata-mata Israel itu agar kalau mereka menyerang dan menaklukan kota kami, mereka memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh keluargaku. Mereka menyetujuinya. Mereka meminta aku dan seluruh kerabatku harus berkumpul di rumahku ketika penyerangan terjadi dan memberi suatu tanda di rumah supaya pasukan Israel yang datang menyerbu dapat melihatnya sehingga tidak mengganggu rumah kami. Dan membiarkan semua yang ada di dalamnya untuk tetap hidup.

Ahhh... Semoga mereka mengingat kesepakatan itu. Sudah enam hari ini aku di landa kecemasan dan ketakutan yang amat sangat. Tentara Israel adalah tentara yang sangat kejam. Semoga orang tua dan saudara-saudaraku tetap mereka biarkan hidup. Supaya adik-adikku bisa melanjutkan sekolah untuk mengejar mimpi mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur.

Sebaiknya aku tidur saja dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Hmm... Semoga harapan seorang pelacur ini di dengar oleh Tuhan.






Cat : Pada hari yang ke tujuh pasukan Israel berhasil menaklukan kota Yeriko dan membunuh segala yang hidup di kota itu. Rahab dan seluruh keluarganya di selamatkan dari peperangan untuk kemudian tinggal bersama-sama dengan kaum Israel. Rahab menjadi salah satu saksi iman dalam tradisi kekristenan.

CATATAN FIDELIS

Sudah enam hari warung ini ku tutup, Sejak pasukan Israel mengepung kota kami. Warung yang terletak di depan dan menyatu dengan rumah kami ini adalah tempat kami menggantungkan kehidupan kami. Ke dua orang tuaku dan saudara-sauadaraku berkumpul di rumahku, menunggu dan berdoa supaya perang segera berakhir.

Warung remang-remang. Demikian warga kota Yeriko menyebut warungku, karena banyak lelaki hidung belang yang mampir ke warungku ini. Dan aku melayani mereka dengan sangat baik karena dari uang merekalah kami sekeluarga bisa menyambung hidup.

Warga kota ini secara bisik-bisik memberi gelar pelacur kepadaku. Rahab si pelacur. Aku tak perduli terhadap semua sebutan mereka. Yang penting aku dan seisi rumahku bisa makan. Bisa menyambung hidup di kota yang keras ini.

Aku sangat mencintai sekaligus membenci kota ini. Aku mencintainya karena banyak sekali kenangan manis masa remaja yang ku rasakan di kota ini bersama teman- teman. Namun aku juga membencinya karena sekarang teman-temanku itu bersikap seakan-akan tidak mengenal aku. Bahkan saat berpapasan di tengah jalan, mereka pura pura tidak melihat aku. Hmm.. Namun aku dapat memahaminya. Mungkin mereka tidak ingin jadi bahan pergunjingan seisi kota bahwa mereka berteman dengan Rahab si pelacur.

Tapi inilah keberadaanku sekarang. Kehidupan yang harus aku jalani. Aku harus menanggung semua kebutuhan keluargaku. Ayah dan ibuku yang sudah lanjut usia harus makan, dan adik-adikku harus melanjutkan sekolah. Mereka harus mendapatkan masa depan yang lebih baik daripada yang kini aku jalani. Itulah yang menjadi sangat penting sekarang. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur. Kalau saja aku bisa meminta untuk dilahirkan kembali, aku tidak akan memilih kehidupan seperti ini.

Dua minggu yang lalu dua orang pemuda gagah yang mampir ke warungku. Dari perawakan dan logatnya aku tahu bahwa mereka adalah orang asing. Aku melayani mereka dengan sangat ramah sama seperti kepada tamu-tamuku yang lain. Mereka adalah mata-mata Israel yang berusaha menyelidiki keadan kota kami. Sungguh sangat mengherankan bagiku, karena dari tampang mereka yang rupawan tersimpan nafsu untuk berperang dan nafsu membunuh yang sangat kejam seperti yang pernah aku dengar tentang apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang Amori di seberang sungai yordan.

Aku menyembunyikan mereka di atap rumah. Sebelum pasukan keamanan datang untuk menangkap mereka. Aku membohongi pasukan keamanan dengan mengatakan bahwa kedua pemuda rupawan itu telah pergi ke luar kota sebelum pintu gerbang kota di tutup. Mereka percaya kepadaku dan bergegas mengejar ke dua mata-mata itu ke arah gerbang kota.

Aku mengenal beberapa pasukan keamanan kota ini. Mereka sering datang ke warungku untuk meminta uang jasa keamanan. Beberapa di antara mereka sering tidur denganku. mulut-mulut yang sering memaki-maki orang itu sering menciumi tubuhku. Tangan-tangan yang sering mereka pakai untuk membunuh orang sering menjelajah seluruh bagian tubuhku. Tidak hanya pasukan keaman yang pernah tidur denganku. Beberapa pengusaha, tuan tanah dan banyak pemuda di kota ini juga pernah merasakan manis tubuhku.

Aku membuat kesepakatan dengan ke dua mata-mata Israel itu agar kalau mereka menyerang dan menaklukan kota kami, mereka memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh keluargaku. Mereka menyetujuinya. Mereka meminta aku dan seluruh kerabatku harus berkumpul di rumahku ketika penyerangan terjadi dan memberi suatu tanda di rumah supaya pasukan Israel yang datang menyerbu dapat melihatnya sehingga tidak mengganggu rumah kami. Dan membiarkan semua yang ada di dalamnya untuk tetap hidup.

Ahhh... Semoga mereka mengingat kesepakatan itu. Sudah enam hari ini aku di landa kecemasan dan ketakutan yang amat sangat. Tentara Israel adalah tentara yang sangat kejam. Semoga orang tua dan saudara-saudaraku tetap mereka biarkan hidup. Supaya adik-adikku bisa melanjutkan sekolah untuk mengejar mimpi mereka untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Aku sendiri tidaklah penting. Aku hanya seorang pelacur.

Sebaiknya aku tidur saja dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Hmm... Semoga harapan seorang pelacur ini di dengar oleh Tuhan.






Cat : Pada hari yang ke tujuh pasukan Israel berhasil menaklukan kota Yeriko dan membunuh segala yang hidup di kota itu. Rahab dan seluruh keluarganya di selamatkan dari peperangan untuk kemudian tinggal bersama-sama dengan kaum Israel. Rahab menjadi salah satu saksi iman dalam tradisi kekristenan.

sedikit waktumu.....

aat kau bangun dipagi hari, AKU memandangmu dan berharap kau berbicara padaKU....
walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKU atau bersyukur kepadaKU atas sesuatu hal indah
yang terjadi didalam hidupmu kemarin,
tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk, mempersiapkan diri untuk pergi bekerja....

AKU kembali menanti, Saat kau sedang bersiap...
AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi kau terlalu sibuk.

Di satu tempat, kau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun, kemudian AKU melihat kau menggerakkan kakimu, AKU berpikir kau ingin berbicara padaKU tapi kau berlari ke telepon dan menelepon seseorang untuk mendengarkan gosip terbaru.

AKU melihatmu ketika kau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, AKU berpikir kau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu padaKU.

Sebelum makan siang, AKU melihatmu memandang sekeliling
mungkin kau merasa malu untuk berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa kau tidak menundukkan kepalamu.

Kau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa teman berbicara padaKU dengan lembut sebelum mereka makan, tapi kau tidak melakukannya.
Tidak apa-apa, masih ada waktu tersisa dan AKU berharap kau akan berbicara padaKU.

Meskipun saat kau pulang kerumah, kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai kau kerjakan, kau menyalakan TV, AKU tidak tahu apakah kau suka menonton atau tidak, hanya saja kau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat kau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara padaKU.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah,
setelah mengucapkan selamat malam pada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian...
Tidak apa-apa karena mungkin kau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari,
AKU bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain,
AKU sangat mengasihimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau Syukur dari hatimu...

Baiklah.....kau bangun kembali dan kembali...
AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKU sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.

BAPAmu
Di sorga....

Tuan Ringo

Nunga Sahat... Nunga sahat..." Terdengar teriakan orang-orang yang menunggu kedatangan kami. Mereka menyambut kami dengan begitu antusias. Bersamaan dengan itu, hujan turun dengan sangat derasnya. Aroma basah dari air hujan yang menyirami bumi sungguh memberi kesegaran dan kesejukan bagi kami, yang cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh dari Pahae ke tempat ini.

Mereka menyambutku dengan penuh haru, menyalamiku dan berebut untuk membelai kepala dan menggendong Raja Dapoton, Anakku. Inilah kampung halaman Suamiku. Urat, Samosir. Tempat ia lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak, yang tidak pernah dia ceritakan kepadaku.

"Cantik kali Boru Sitompul ini..." terdengar bisik-bisik di antara mereka setelah mereka tahu aku berasal dari keluarga Sitompul. Tentu saja aku cantik. Kalau tidak, mana mungkin saudara kalian mau menikah denganku. Kataku dalam hati karena senang mendengar ucapan mereka.

Aku teringat Pertama kali aku melihatTuan Ringo, Suamiku. Lelaki tampan dengan postur tinggi dan gagah, yang memberi kesan sangat berwibawa. Namun dalam keseharian sangat sopan dan ramah, sehingga dia dapat dengan mudah bergaul dan memngambil hati seluruh penduduk di desa kami. Dia juga dapat diandalkan dalam menjaga keamanan desa kami dari serangan-serangan pengganggu dari luar kampung kami.

Aku mengagumi dan jatuh hati pada pemuda itu. Aku senang melihat senyumnya saat menyapaku jika kami berpapasan di jalan. " Mau ke mana, ito?" Sapanya sambil tersenyum. Ah... Tuan Ringo. Tampan kali dia. Sejak saat itu aku selalu berkhayal untuk bisa selalu dekat dengannya dan di panggil hasian olehnya.

Akhirnya kami saling jatuh cinta dan menikah. Kami memiliki kehidupan yang sangat bahagia. Di saat senja, kami selalu bercakap-cakap di beranda rumah sambil menikmati matahari terbenam. Kami membicarakan banyak hal. Dari hal-hal yang biasa terjadi sehari-hari sampai rencana-rencana kehidupan kami ke depan. Tapi entah mengapa, suamiku tidak pernah mau bercerita tentang keluarganya dan masa lalunya. Ia selalu mengelak dan berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya. Aku dapat merasakan ada sesuatu yang di sembunyikannya. Tapi tidak apa, dia adalah suami yang baik. Dan itu cukup bagiku.

Aku sering melihat Suamiku sedang termenung sambil menatap ke arah ujung jalan menuju DanauToba. Sepertinya ada sesuatu yang sangat dalam yang sedang di pikirkannya. Sesuatu yang tidak pernah di ceritakan kepadaku. Aku tahu ada sesuatu yang di sembunyikannya, Sesuatu yang ingin dia simpan sendiri. Tapi tidak apa bagiku. Yang penting dia tetap suami yang baik bagiku.

Sampai suatu hari, tidak lama setelah kelahiran Raja Dapoton anakku, datang beberapa orang tamu ke rumah kami yang mengaku sebagai Abang dari Tuan Ringo, Suamiku. Aku terkejut bercampur haru. Ternyata suamiku memiliki keluarga, bukan orang sebatang kara yang tanpa asal-usul. Segera ku panggil suamiku untuk menemui mereka. Tanpa di sangka-sangka suamiku menyangkal hubungan persaudaraan dengan mereka. Tapi aku tahu dia berbohong. karena aku melihat ada rasa senang bercampur rasa haru di matanya. Mungkin inilah salah satu kesombongan pria Batak. Mereka malu untuk mengaku rindu kepada saudaranya.


Tahulah aku sekarang, ternyata hal inilah yang selama ini di sembunyikan suamiku. Ternyata ia berselisih paham dan terlibat pertengkaran dengan abangnya, yang akhirnya membuat ia meninggalkan kampung halamannya di Urat dan merantau sampai ke desaku ini.

Di sampaikan maksud kedatangan mereka untuk membawa pulang kembali Tuan Ringo ke kampung halamannya di Samosir. Setelah pembicaraan yang cukup panjang, akhirnya di putuskan bahwa yang akan ikut ke Samosir adalah aku dan Raja Dapoton, Anakku. Sedangkan Tuan Ringo akan menyusul kemudian karena masih ada yang harus di kerjakan di desa kami.

Aku bersyukur telah sampai di tempat ini. Kampung halaman Suamiku, Tempat di mana ia lahir dan bertumbuh Sehingga aku bisa mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh mengenai keluarga besar suamiku. Dan tentu ini juga baik bagi Raja Dapoton, Anakku, karena dia ia akan tahu dan mengenal akarnya, tempat darimana sesungguhnya dia berasal.

Semoga Raja Dapoton, anakku dapat bertumbuh menjadi anak yang baik dan menjadi orang yang bermanfaat hingga menjadi kebanggan bagi keluarga besarnya. Bisa membawa damai dan kesejukan bagi banyak orang, seperti hujan yang turun memberi kehidupan dan kesegaran bersamaan dengan kedatangan kami ini di tanah leluhurnya, yang sempat kering kerontang karena pertengkaran.


Catatan

#Tidak lama kemudian Tuan Ringo menyusul ke Samosir, Namun tidak ke Urat tetapi ke Sirait, karena janji yang di ucapkannya sebelum meninggalkan kampung halamannya. Tuan Ringo Memulai hidup baru dan menjadi saudagar pertama yang membuka Onan (Pasar) di Sirait.

# Boru Sitompul memberikan tiga anak lagi bagi Tuan Ringo : Raja Rea, Tuan Onggar dan Siagian.

# Anak-anak Tuan Ringo:

1. Raja Dapoton/ Raja Hasahaton, Keturunanya sampai sekarang tetap mengunakan marga Situmorang

2. Raja Rea, Keturunanya sekarang menggunakan marga Siringo-ringo

3. Tuan Onggar, Keturunannya sekarang menggunakan marga Rumapea, Sipampang, dll

4. Siagian, Keturunannya sampai sekarang belum di ketahui. kemungkinan berkembang di Labuhan Batu.

GAMBAR LUKISAN BERDOA

Sekitar tahun 1490, ada 2 orang sahabat muda, Albrecht Durer dan Franz Knigstein, yang sedang berusaha keras untuk menjadi pelukis. Karena mereka miskin, maka mereka pun bekerja demi dapat membiayai sekolah seni yang sedang mereka ikuti.

Ternyata, waktu mereka habis untuk bekerja, sedangkan penghasilan mereka pas-pasan. Akhirnya mereka mencapai kesepakatan: Mereka akan membuang undi. Salah satu akan bekerja untuk membiayai kehidupan mereka berdua, sedangkan yang lainnya akan meneruskan belajar seni. Albrecht memenangkan tiket untuk belajar, sedangkan Franz bekerja sebagai buruh kasar. Mereka pun bersepakat, setelah Albrecht berhasil sebagai pelukis, ia akan membantu Franz untuk belajar seni.

Albrecht pergi ke sebuah kota di Eropa untuk belajar seni. Seperti yang diketahui oleh dunia, Albrecht bukan saja punya talenta sebagai pelukis, tetapi ia juga seorang yang jenius di bidangnya. Saat Albrecht telah meraih sukses, ia kembali kepada sahabatnya, Franz, untuk memenuhi janji mereka. Tetapi yang ditemui Albrecht adalah harga mahal yang harus dibayar oleh Franz. Franz yang bekerja sebagai buruh kasar kini mengalami kaku dan bengkok pada jari-jari tangannya. Tangan Franz telah hancur selamanya. Ia tak dapat lagi memegang kuas, apalagi menggoreskannya untuk sebuah karya seni yang indah. Meski impiannya menjadi pelukis tidak terwujud, Franz sangat gembira dan bahagia atas keberhasilan yang diraih temannya.

Suatu hari, Albrecht mengunjungi sahabatnya ini secara diam-diam. Ia menemukan Franz yang sedang berlutut, mengatupkan jari-jari tangannya yang telah kaku dan bengkok, khidmat berdoa untuk kesuksesan sahabatnya, meski ia sendiri tak akan mungkin lagi menjadi seorang pelukis. Albrecht Durer, si jenius, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia langsung membuat sketsa tangan sahabat sejatinya yang sedang berdoa. Belakangan, setelah selesai menggarap lukisan itu, Albrecht memberi judul lukisannya “Tangan Yang Berdoa”.

Kini, galeri-galeri lukisan di dunia memamerkan karya-karya Albrecht, tak terkecuali lukisannya “Tangan Yang Berdoa” yang menyimbolkan kasih, pengorbanan, kerja keras, dan rasa terima kasih yang dalam. Lukisan itu juga mengingatkan dunia akan kekuatan, penghiburan, dan kelegaan yang didapat karena berdoa. (diterjemahkan secara bebas/tis)

Sumber: Stories For The Extreme Teen’s Heart, Compiled by Alice Gray, Multnomah Publishers, USA, 2000

Sabtu, 24 Oktober 2009

DIBALIK CATATAN SEORANG PENDETA

Kejadian itu tidak akan perna kulupakan...Peristiwa ini berlangsung ditahun 2004 disaat mantan petinju juara Asia-Pasifik (OPBF ) Sikat Pasaribu yang menjadi Promotor tinju Profesional menghubungi saya. Sikat memberitahukan bahwa ia akan menggelar tinju profesional perebutan sabuk emas bang Yos (Sutiyoso, gubernur DKI ) dan perbaikan peringkat nasional badan tinji KTI. Sikat Pasaribu meminta saya untuk menjadi Anauncer Ring ( MC Tinju ) awalnya saya menolak karena masih banyak orang yang memiliki kemampuan dibanding saya,apalagi saya seorang Pendeta yang hubungannya jauh sekali dengan dunia tinju. Tak hentinya sikat Pasaribu membujuk saya dengan alasan bahwa suara saya mikrophonis, dan perna memiliki latar belakang penyiar radio. Dengan berat hati saya menerima tawaran teman saya sikat pasaribu, walau hati saya gundah karena saya kurang memahami istilah dalam dunia tinju, dan ini kesempatan yang harus saya coba. Sikat memberitahukan bahwa gelar tinju akan berlangsung minggu malam dalam rangka HUT DKI dan juga HUT RI. Tiba pada hari yang ditentukan, Minggu Pagi harinya saya masih memimpin Baptisan anak di gereja Oikoumene Batalyon 202 Bekasi.Setelah memimpin Sakramen Baptisan saya langsung datang ketempat pagelaran tinju , karena saya perlu banyak bertanya dan diadakan gladi-resik sebab akan ditayangkan TVRI secara LIVE. Saya marah besar terhadap sikat, dalam hati saya bila bertemu pasti akan saya tinju dia sampai KO, wah ini acara besar dan diliput TVRI segala, Sambil bersungut-sungut takut gagal dan salah dan ini mempermalukan saya, apalagi ada TVRI yang tidak sesuai dengan perjanjian yang dibicarakan kepada saya. Dengan berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan saya kembali optimis dan pasti bisa, selain itu Sikat dan Komisi Tinju Indonesia memberikan semangat dan motivasi kepada saya. Saat waktunya tiba , saya menjalankan tugas saya, dari pertandingan ke pertandingan dan saya berperan sebagai Anouncer Ring (MC Tinju ) bekerja dengan baik, banyak orang menduga saya sudah berpengalaman.Hingga larut malam acara itu berakhir dengan baik. Saya tereperanjat dan baru ingat tas saya dimana ? Sebab didalam tas itu berisikan jubah, Alkitab, Kidung Jemat saya simpan di bawah ring. Saya lemas ! pasti tas itu hilang, mungkin bagi orang lain isi dan tas itu tak berguna. cari dan terus kucari tapi tidak ketemu, dan saya bertanya kepada promotor tinju sikat Pasaribu barangkali ia tahu keberadaan tas itu. Sikat Pasaribu dan Polisi yang sat itu ada tertawa , Sikat menceritakan waktu pertandingan berjalan, supaya penonton tidak panik, Tim gegana Polri telah mengamankan sebuah tas yang berada dibawah ring, maklum saja karena pada sat itu terjadi ledakan bom dan ancaman bom dimana-mana.K etika tim gegana membuka tas saya, dan ternyata tidak ada bom, yang ada hanya jubah,alkitab, Kidung jemat. Tim gegana tertawa terpingkal-pingkal apalagi diantara polisi gegana ada yang beragama Kristen, mereka menanyakan kepada panitia dan panitia menjelaskan bahwa tas itu milik saya. Komentar Polisi gegana yang Kristen mengatakan : saya tak menyangka Anouncer Ring (MC Tinju) adalah seorang Pendeta, bahkan Polisi yang orang Batak mengatakan Pula: Wah... tidak bertentangan pak pendeta !, tetapi ada juga yang memuji pendeta yang membumi dan cinta olahraga. Peristiwa itu menjadi pengalaman berharga bagi saya, tetapi juga terkadang menjadi kebanggan bahwa pendeta tidak hanya bisa dimimbar, tetapi juga bisa di Ring tinju Nasional. Hingga saat ini Sikat Pasaribu menjuluki saya sebagai : Pendeta petinju !.<\blockquote>

Mbah Sukarjo dan bendera merah putih Bagikan

Namanya Sukarjo, orang menyapanya Mbah Sukarjo pensiunan tentara dengan pangkat terahir Sersan Mayor. Menjelang tujubelasan tahun ini raut Mbah sukarjo muram, ia menatap bendera merah putih yang berkibar dihalaman rumahnya dengan hati yang gundah. Berbeda pada tahun yang lalu setiap menjelang HUT RI, Mbah karjo semangat dan ia bangga menjadi orang Indonesia dan pelaku sejarah. Ia berjuang dalam pembebasan Irian Jaya, pejuang seroja, ditugaskan di Tim-tim dan juga di Aceh. Banyak bintang penghargaan yang diberikan negara atas pengabdiannya untuk bumi pertiwi. Enam bulan yang lalu Mbah karjo terserang stroke ringan dan kakinya harus diseret untuk berjalan dan menggunakan tongkat. Mbah karjo murung bukan karena penyakit Strokenya, tetapi ia gundah akan tinggal dimana. Karena rumah yang ia tinggali ini adalah milik negara milik pasukan elite yang merupakan pasukan Mbah Karjo bertugas waktu aktifdulu, Pihak yang bewenang telah mengultimatum agar rumahnya dikosongkan karena akan ditempatkan prajurit yang masih aktif bertugas. Rumah dinas yang sekarang ditempatkan Mbah karjo berada dipinggiran jakarta ini, memiliki sejarah yang tak terlupakan. tigapulu tahun ia berada dirumah itu, pahit manisnya masih terasa. Apalagi sepeninggalan istrinya yang telah meninggal dua tahun yang lalu, Sekarang Mbah karjo di temani oleh anak bungsunya, dua anaknya sudah berumah tangga dan tidak tinggal bersamanya lagi. Mbah Karjo menyadari betul bahwa rumah yang ia tinggali ini adalah rumah negara, dan ia juga menyadari serta iklas untuk keluar dari komplek itu. Tetapi kenangan, banyak cerita atas rumah nya yang type 45 ini. Kegundahan Mbah Karjo dan teman-temannya seperjuangan adalah ia terkadang mendapat intimidasi dari juniornya, bahkan terkadang lampu dikomplek nya sering hidup, sering mati mungkin juga supaya penghuni keluar dari komplek itu. Aksi demo warga komplek yang diliput media menggambarkan kepedihan yang mereka alami dimasa tuanya. Sosok Mbah Karjo dan juga teman pejuang yang lain tidak mengharapkan banyak apa yang perna mereka lakukan untuk membela pertiwi , ketika mereka berjuang mereka melakukan dengan pengabdian dan keiklasan. Yang mereka perjuangakan saat ini adalah para veteran dihargai. Mereka meminta ketika mereka keluar dari komplek itu ada konvensasi atau berikan rumah yang pantas bagi mereka. Para veteran menangis dimana ia akan tinggal? para veteran dan juga keluarganya berharap apa yang ia berikan kepada negara tidak sebanding dengan apa yang ia perjuangkan. Apakah pemerintah jatuh miskin bila menyediakan rumah utuk mereka ? Sedangkan mereka juga mengeluh masalah kesehatan. Dengan askes ia berobat, pelayanan di rumah sakit pun tidak paripurna, obat yang di berikan juga obat generik itupun mengantri berjam-jam supaya dapat obat. Mbah karjo kami generasi muda dengan ketulusan hati mau mengucapkan terimakasih atas perjuangan Mbah karjo dan teman-teman, tanpa Mbah Karjo kami tidak bisa maju seperti ini. Mbah karjo hanya meminta lanjutkan perjuangan, jangan sia-siakan kami. 64 tahun Indonesia merdeka jangan lupakan karya pejuang negeri ini sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Dirgahayu indonesiaku, merdeka...walau Mbah karyo belum merdeka untuk mendapatkan rumah !
Diperbarui sekitar 2 bulan yang lalu · ·

Jumat, 23 Oktober 2009

KU DENGAR BERKATMU TURUN ( kj 235 )

Bapak jangan kau lewati, aku walau ku cemar
ku tak layak Kau dekati, namun rahmatMu besar
Aku pun, aku pun kasihani aku pun !


Syair lagu ini dikarang oleh Elizabet Harris Codner yang lahir tahun 1824, Dia adalah Istri seorang Pendeta Daniel Codner. Elizabet Codner pada suatu hari tertegun membaca kata-kata dalam Yehezkiel 34 :26. Kata -kata ini sangat tepat bahwa manusia perlu tiap hari dicurahi hujan berkat dan penyejuk oleh Roh Kudus.

Ketika Elizabet masih merenungkan ayat tersebut, ia mendapat laporan dari pelayanan Penginjilan tentang kegairahan rohani di Irlandia, Ia merasakan suka cita yang mendalam namun elizabet berharap orang Irlandia tidak hanya mendengar dan seperti penonton saja namun senantiasa menjadi pelaku Firman. Dengan mengutip Yeheskiel 34 : 26, kiranya orang Irlandia tercurahkan berkat.

Minggu berikutnya, Elizabet Codner tidak pergi ke gereja karena sakit, tetapi sambil mengingat tentang kegairahan rohani orang-orang Irlandia terilhami Ia menulis syair tersebut ( KJ 235 )

Beberapa waktu kemudian syair itu sampai di tangan William Batchelder Bradbury seorang komponis dan mengarang melodi lagu tersebut , itulah yang sampai ke kita sekarang. William sendiri andal dalam menciptakan lagu rohani, lagu-lagunya yang sangat terkenal yaitu : Indahnya saat yang teduh (KJ 454 ) Tenanglah kini hatiku (KJ 410 ) Yesus sayang padaku ( Kj 184 ) dan lain-lain.

Senin, 19 Oktober 2009

Lebih dekat dengan KJ 392 : KU BERBAHAGIA

KU BERBAHAGIA YAKIN TEGUH, YESUS ABADI KEPUNYAANKU !
AKU WARISNYA KU DITEBUS, CIPTAAN BARU ROHULKUDUS....

Demikian sepenggal bait dari lagu KJ 392 : KU BERBAHAGIA.Lagu- lagu yang disebut Gospel Song tumbuh di amerika serikat menjelang akhir abad 19 . Penggerak lagu-lagu tersebut ada : Moody, Fany Crosby, dan lain-lain. Orang Amerika menganggap adanya lagu tersebut sebagai sumbangan terhadap lagu-lagu Kristen yang bertujuan bagi pertumbuhan Iman.
Fany Crosby pengarang syair lagu ini , telah mengarang lebih dari 8000 lagu, walau matanya buta, Fany Crosby menulis setiap lagu dari mata rohaninya hingga lagu-lagunya saat ini masih menyentuh bagi jemaat, salah satu lagu yang dikarang oleh Fany Crosby adalag lagu yang terdapat juga dalam Kidung Jemaat : Di jalanku Kudiiring, sangat menyentuh bagi kita semua.

Sebenarnya banyak lagu yang dikarang Fany Crosby, tetapi ia sering menggunakan nama samaran dalam menciptakan lagu-lagu rohani yang lainnya. Fany memakai dua ratus nama samaran . Sering juga para pendeta datang kepada Fany untuk meminta syair lagu yang dikarangnya.

Lagu ku berbagia adalah suatu refleks iman ( ziara Iman ) yang dialami fany Crosby, ia merasakan sangat berbahagia memiliki Iman kepada Yesus Kristus, Karya penyelamatan dari Kristus adalah segalanya, tanpa Yesus tidak lah ada artinya. Fany Crosby mengungkapkan rasa nikmat hidu didalam Yesus seperti penggalan lagu ini pada bait ke dua :
PASRAH SEMPURNA NIKMAT PENUH; SUKA SURGAWI MELIMPAHIKU. LAGU MALAIKAT AMAT MERDU, KASIH DAN RAHMAT BESERTAKU.

Lagu ini melodinya dikarang oleh Ny. Joseph Knapp ( 1873 ) sahabat Fany Crosby. Pada suatu hari Ny Knapp memainkan melodinya lalu bertanya kepada Fany Crosby : " Apa kata melodi ini ? " segera Fany menjawab : " Ku berbahagia, yakin teguh ! " fany Crosby hidup sampai berumur 95 tahun, Tuhan memakai Fany Crosby walau matanya buta.

Lebih dekat dengan KJ 392 : KU BERBAHAGIA

KU BERBAHAGIA YAKIN TEGUH, YESUS ABADI KEPUNYAANKU !
AKU WARISNYA KU DITEBUS, CIPTAAN BARU ROHULKUDUS....

Demikian sepenggal bait dari lagu KJ 392 : KU BERBAHAGIA.Lagu- lagu yang disebut Gospel Song tumbuh di amerika serikat menjelang akhir abad 19 . Penggerak lagu-lagu tersebut ada : Moody, Fany Crosby, dan lain-lain. Orang Amerika menganggap adanya lagu tersebut sebagai sumbangan terhadap lagu-lagu Kristen yang bertujuan bagi pertumbuhan Iman.
Fany Crosby pengarang syair lagu ini , telah mengarang lebih dari 8000 lagu, walau matanya buta, Fany Crosby menulis setiap lagu dari mata rohaninya hingga lagu-lagunya saat ini masih menyentuh bagi jemaat, salah satu lagu yang dikarang oleh Fany Crosby adalag lagu yang terdapat juga dalam Kidung Jemaat : Di jalanku Kudiiring, sangat menyentuh bagi kita semua.

Sebenarnya banyak lagu yang dikarang Fany Crosby, tetapi ia sering menggunakan nama samaran dalam menciptakan lagu-lagu rohani yang lainnya. Fany memakai dua ratus nama samaran . Sering juga para pendeta datang kepada Fany untuk meminta syair lagu yang dikarangnya.

Lagu ku berbagia adalah suatu refleks iman ( ziara Iman ) yang dialami fany Crosby, ia merasakan sangat berbahagia memiliki Iman kepada Yesus Kristus, Karya penyelamatan dari Kristus adalah segalanya, tanpa Yesus tidak lah ada artinya. Fany Crosby mengungkapkan rasa nikmat hidu didalam Yesus seperti penggalan lagu ini pada bait ke dua :
PASRAH SEMPURNA NIKMAT PENUH; SUKA SURGAWI MELIMPAHIKU. LAGU MALAIKAT AMAT MERDU, KASIH DAN RAHMAT BESERTAKU.

Lagu ini melodinya dikarang oleh Ny. Joseph Knapp ( 1873 ) sahabat Fany Crosby. Pada suatu hari Ny Knapp memainkan melodinya lalu bertanya kepada Fany Crosby : " Apa kata melodi ini ? " segera Fany menjawab : " Ku berbahagia, yakin teguh ! " fany Crosby hidup sampai berumur 95 tahun, Tuhan memakai Fany Crosby walau matanya buta.

Minggu, 11 Oktober 2009

BUDAYA KERJA DAN TEORI MAX WEBER

Keberhasilan sebuah perusahaan atau yang lain salah satunya terletak pada semangat kerja, atau memiliki ethos kerja. Bekerja adalah hakekat manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, pekerjaan manusia memiliki penyorotan yang istimewa dalam Alkitab ( Yoh 5:17 )Memuliakan Tuhan bukan saja terbatas pada acara ibadah tetapi juga pada semua dimensi kehidupan yang artinya bahwa Tuhan juga berkuasa dalam kehidupan keluarga, pekerjaan dan juga kehidupan sosial. Dalam Tesis Max weber : The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, memperlihatkana bahwa adanya hubungan doktrin agama dengan prilaku ekonomi. Max Weber melihat ada dua dimensi saling terpaut antara satu dengan yang lain dimana dorongan agama dan aktivitas manusia membawa dampak pada ekonomi.Menurut Weber, kapitalis modern timbul karena hasil kumulatif kekuatan sosial,ekonomi, politik dan agama. Pengaruh agama sangat menentukan berbagai kebijakan termasuk ekonomi. kaum Calvinis melakukan semangat kerja yang terinspirasi dari John Calvin yang mengatakan : kerja adalah keharusan demi kelangsungan hidup, bekerja keras menghilangkan kebimbangan religius. Dengan rahmat Tuhan yang menolong dalam kehidupan serta semangat kerja sebagai wujud ke berimanan. Bagi Weber, Ethos kaum Calvinis tidak hidup santai, proaktiv, dan optimis.Terinspirasi dari kaum Calvinis maka lahirlah tesis Max Weber tentang kapitalime dan budaya kerja. Bekerja itu adalah bagian dalam pelayanan,sebab bekerja itu adalah anugrah dari Allah karena Allah sedang membangun kerajaanNya di dunia ini, maka peran manusia dipanggil untuk turut bekerja, sehingga kita disebut sebagai: teman sekerja Allah.Dalam Matius 6: 25-34 dikatakan tentang bunga bakung, burung di udara yang diberikan kehidupan oleh Allah , hal ini tidak membuat kita tidak bekerja, tetapi ayat tersebut meneguhkan kita agar jangan kuatir dalam hidup ini. Dalam perumpamaan tentang Talenta (Matius 25 ) Allah memanggil kita untuk bekerja dengan tanggung jawab dan setia pada pekerjaan sebagai bagian dalam iman kita. Tuhan mengingatkan kita supaya berjaga-jaga dan bekerja sampai Ia datang kelak ( Markus 13 :35, Lukas 12 :17 )Rasul Paulus mengingatkan dan melarang kita untuk mencuri, korupsi. Barang siapa tidak bekerja lambat laun akan menjadi benalu atau parasit( Epesus 4:28 ) Bekerja adalah bagian dalam ibadah apabila jujur, bekerja keras, ORAET LABORA.ayo bekerja...!